Anak-anak di Tangerang-Bekasi Tetap Lakukan Takbir Keliling

Anak anak di Tangerang Bekasi Tetap Lakukan Takbir Keliling

Anak anak di Tangerang Bekasi Tetap Lakukan Takbir Keliling

Anak anak di Tangerang Bekasi Tetap Lakukan Takbir Keliling

Aktivitas takbir keliling ini tetap dikerjakan meski Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi sudah melarang kesibukan tersebut. Pelarangan dikerjakan mengenai bersama dengan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah lokasi di Indonesia. Bahkan, ancaman sanksi bagi masyarakat yang melanggar pun sudah disiapkan. Klik di sini

Sekitar puluhan anak-anak di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, Banten keluar tetap melaksanakan kesibukan takbir keliling pada Sabtu (23/5) malam. Aktivitas itu keluar di Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya jelang Halte Bus Transjakarta Puri Beta 2 kira-kira pulul 20.00 WIB.

Namun, larangan dan ancaman sanksi selanjutnya ternyata tak membawa dampak sejumlah masyarakat mengurungkan tekad untuk melaksanakan takbir keliling.

Selain takbir keliling, sejumlah kesibukan masyarakat yang melanggar PSBB termasuk keluar berjalan Kota Tangerang, khusunya di jalur berasal dari arah Ciledug sampai Cipondoh.

Saat CNNIndonesia.com menyusuri jalur selanjutnya berasal dari pukul 19.00 sampai 20.30 WIB, keluar para pedagang busana sampai sepatu menggelar lapak dagangannya di pinggir jalan. Mereka menggelar dagangannya berasal dari atas mobil, motor, atau pakai pagar gedung-gedung yang sudah tutup.

Berbagai kesibukan itu membawa dampak selanjutnya lintas di Ciledug sampai Cipondoh keluar ramai. Bahkan, kemacetan termasuk sempat keluar di lebih dari satu titik dikarenakan parkir kendaraan bermotor yang tidak dikerjakan secara rapi atau tertib.

Salah satu arus selanjutnya lintas yang tersendat keluar di depan sebuah toko kue yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug. Toko kue itu keluar dibanjiri pengunjung sampai membawa dampak parkir kendaraan meluap ke bahu jalan.

Sementara itu di kawasan Bekasi, pemandangan mirip termasuk dijumpai di kira-kira Jalan Raya Narogong arah Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Belasan anak kecil kelihatan melaksanakan takbiran di pinggir jalur kira-kira pukul 20.30. Berdasarkan pantauan lebih dari satu diantara mereka ada yang tidak mengenakan masker serta tidak mengindahkan jaga jarak.

Sebelumnya Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi sudah mengimbau warga untuk tidak mengadakan kesibukan takbiran keliling. Ia pun mengatakan bahwa dapat ada petugas yang berjaga kegunaan menegakkan imbauan tersebut.

Meski ada larangan takbir keliling, masyarakat Kota Bekasi pada hari Raya Idul Fitri esok hari, Minggu (24/5) tetap diperbolehkan melaksanakan Salat Id, tapi cuma pada kelurahan yang masuk zona hijau.

Pelaksanaan salat id harus mendapat izin berasal dari lebih dari satu pihak, diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan, Dewan Masjid Indonesia kecamatan dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika).