Alisson Blunder, Liverpool Kandas, Klopp: Kami Harus Hindari Kesalahan

Alisson Blunder, Liverpool Kandas, Klopp: Kami Harus Hindari Kesalahan

Alisson Blunder, Liverpool Kandas, Klopp: Kami Harus Hindari Kesalahan

Alisson Blunder, Liverpool Kandas, Klopp: Kami Harus Hindari Kesalahan

Alisson Becker kembali melakukan blunder fatal. Dia menjadi salah satu sebab yang membuat Liverpool takluk 1-3 di markas Leicester City di Stadion King Power hari ini (13/2).

Blunder kiper asal Brasil itu lahir pada menit ke-81. Itu hanya tiga menit setelah keunggulan Liverpool lewat Mohamed Salah (67′), dihapuskan melalui gol tendangan bebas James Maddison. Daftar di sini

Alisson gagal berkomunikasi dengan bek tengah anyar Liverpool yang melakoni debutnya hari ini Ozan Kabak. Saat itu, keduanya berusaha mengantisipasi umpan jauh Youri Tielemans. Tetapi bola malah jatuh ke hadapan Jamie Vardy yang tinggal menceploskannya ke gawang kosong.

Alisson sempat memperlihatkan penyelamatan gemilang sejenak setelah kebobolan. Dia mementahkan tembakan Harvey Barnes dan Vardy.

Namun, pada menit ke-85, lini belakang Liverpool yang sudah kocar-kacir gagal mengawal pergerakan Barnes yang mampu mengejar umpan terobosan Wilfred Ndidi untuk mengunci kemenangan Leicester jadi 3-1.

“Kami mencetak gol yang sangat luar biasa, namun kami kebobolan gol yang aneh. Saya kira itu offside. Ini adalah pertandingan dengan gol yang aneh,” ucap manajer Liverpool Juergen Klopp dikutip dari Anfield Watch.

“Ini adalah pertandingan yang bagus. Tidak gampang untuk mendominasi Leicester seperti yang sudah kami lakukan, khususnya setelah kami kalah beberapa hari lalu. Saat skor 2-1, dampaknya besar sekali,” tambah Klopp.

Dalam  laga ini, kebuntuan pecah pada menit ke-67 saat Salah mencetak gol, memanfaatkan assist menawan dari umpan tumit Roberto Firmino. Gol itu membawa Liverpool memimpin. Namun, Liverpool selanjutnya lebih banyak tertekan.

Pada menit ke-77, VAR dan wasit Anthony Taylor dibuat sibuk meninjau pelanggaran Thiago Alcantara terhadap Barnes di tepi kotak penalti. Selepas konsultasi panjang, Leicester hanya memperoleh hadiah tendangan bebas.

Tendangan bebas itu mampu dioptimalkan oleh Maddison untuk menjebol gawang Liverpool. Awaknya, gol itu dianulir karena hakim garis menganggap Daniel Amartey berada dalam posisi offside.

Setelah konsultasi dengan VAR, Taylor mengesahkan gol tersebut.

Blunder Alisson disertai kerapuhan lini pertahanan Liverpool, mampu dimanfaatkan Vardy dan Barnes untuk mencetak dua gol pengunci kemenangan Leicester.

Hasil itu adalah kemenangan pertama Rodgers bersama Leicester atas Liverpool. Tambahan tiga angka membuat The Foxes untuk sementara naik ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 46 poin.

Sedangkan Liverpool (40) yang menelan tiga kekalahan beruntun, terancam tergusur dari empat besar jika Chelsea (39) atau West Ham United (39) menang di laga mereka pada Senin (15/2).

“Kami sebetulnya wajib memenangkan pertandingan. Kami harusnya menghindari kesalahan dan kesalahpahaman. Kami tidak bisa menghindari kesalahan VAR, sebab situasi berada di tangan kami sendiri,” ucap Klopp.

Di pertandingan selanjutnya, Liverpool akan bermain lebih awal pada Sabtu (20/2) saat melakoni Derby Merseyside kontra Everton di Anfield. Sedangkan Leicester baru main sehari berselang di kandang Aston Villa.

Namun, sebelum itu kedua tim akan melanjutkan petualangan mereka di Eropa. Liverpool menjalani laga tandang leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan RB Leipzig. Pertandingan itu dipindahkan ke Budapest, Hungaria, pada Selasa (16/2).

Dua hari kemudian, Leicester bermain pada leg pertama babak 32 besar Liga Europa di kandang Slavia Praha.