Alasan Selalu Dapat Telur & Kacang Hijau Usai Donor Darah

Alasan Selalu Dapat Telur & Kacang Hijau Usai Donor Darah

Alasan Selalu Dapat Telur & Kacang Hijau Usai Donor Darah

Alasan Selalu Dapat Telur & Kacang Hijau Usai Donor Darah

Setelah mendonorkan darah, penyelenggara akan memberikan sejumlah makanan seperti pisang, susu, telur, dan kacang hijau kepada pendonor untuk dikonsumsi. Terdapat sejumlah alasan mengapa makanan ini diberikan kepada pendonor dan sebaiknya segera dikonsumsi.
Donor darah menyeluruh adalah proses pengambilan sel darah merah, plasma, dan trombosit dari dalam tubuh yang nantinya akan diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dalam sekali donor, darah yang diambil sekitar 500 ml atau setengah liter.

Artinya, setelah donor darah tubuh akan kekurangan sejumlah sel darah merah. Pada beberapa orang, usai donor darah dapat merasa pusing dan mual. Ini merupakan reaksi normal pada tubuh dan akan membaik dengan sendirinya.

Meski kekurangan darah, kondisi ini umumnya tidak berbahaya karena tubuh tetap dapat bekerja dan beradaptasi serta dapat memproduksi kembali sel darah merah yang dibutuhkannya.

Untuk mempercepat pembentukan sel darah merah serta mencegah dan menghilangkan pusing, sejumlah makanan bernutrisi tinggi dapat dikonsumsi. Makanan yang paling umum adalah pisang.

“Pisang kaya akan energi dan mineral kalium,” kata profesor ahli gizi Saptawati Bardosono kepada SenjaQQ, Kamis (17/9).

Energi yang terdapat di dalam pisang dapat memberikan kekuatan tambahan pada tubuh setelah kehilangan darah dan juga mencegah pusing. Sedangkan kalium yang tinggi membantu menjaga tekanan darah dan mampu menjaga kandungan air di dalam tubuh usai donor darah.

Sementara itu, makanan lain seperti susu, telur, dan kacang hijau kaya akan protein dan vitamin yang tinggi. Nutrisi ini penting untuk mempercepat pembentukan sel darah merah dalam tubuh.

“Akan memberi asupan protein serta vitamin dan mineral pembentuk sel darah merah,” ucap Saptawati.

Selain itu, makanan-makanan tersebut juga cenderung mengandung gula sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tidak turun drastis setelah donor darah. Hal ini juga berfungsi mencegah pusing atau bahkan pingsan–yang jarang terjadi setelah mendonorkan darah.

Konsumsilah makanan-makanan bernutrisi tinggi untuk mempercepat proses pembentukan sel darah merah usai Anda mendonorkan darah.