Alasan Sakit Punggung Jika di Rumah Nenek Ini Ngenyel Langgar Lockdown

Alasan Sakit Punggung Jika di Rumah Nenek Ini Ngenyel Langgar Lockdown

Alasan Sakit Punggung Jika di Rumah Nenek Ini Ngenyel Langgar Lockdown

Alasan Sakit Punggung Jika di Rumah Nenek Ini Ngenyel Langgar Lockdown

Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk membendung wabah virus corona Covid-19 supaya tidak makin meluas. Salah satu caranya adalah bersama memberlakukan social distancing bersama melarang warga untuk berkumpul, termasuk makan di warung atau restoran.

Tetapi nenek dari Singapura ini malah menantang warga yang mengingatkannya untuk mematuhi social distancing.

Melalui laman Facebook We Are Malaysians, sebuah video memperlihatkan seorang nenek sedang makan di food court.

Ketika seorang warga mendekati dan mengingatkannya, nenek itu malah menantang balik. Dia tidak risau meski wajib menghabiskan pas dipenjara.

Dia memiliki duwit dan sanggup membayar tebusan jikalau sesungguhnya wajib dipenjara dikarenakan dianggap melanggar social distancing.

” Silakan denda saya 300 dolar Singapura (Rp3,2 juta). Tidak masalah. Saya memiliki uang. Selama saya sanggup makan di luar, itu udah cukup,” kata nenek itu.

Dalam video, nenek itu beri tambahan bahwa punggungnya sakit jikalau konsisten di rumah. Lebih lucu lagi, dia merasa menjadi korban bully oleh warga tersebut.

Perlu dipahami bahwa keputusan social distancing ini dibuat untuk menjaga semua orang. Meski memiliki duwit untuk membayar denda dan nampak dari penjara, apa gunanya duwit itu jikalau terinfeksi virus corona?

Seperti diketahui, Singapura pas ini menghadapi gelombang ke-2 penyebaran virus corona. Hal ini dibuktikan bersama kasus positif Covid-19 yang konsisten makin tambah tiap-tiap hari. Hingga 20 April 2020 kemarin, kasus positif Covid-19 di Singapura udah meraih angka 6588 kasus.

Perilaku tidak terpuji dilakukan oleh keliru seorang pegemudi unit mini bus putih di Jakarta Selatan. Pria tersebut tidak menerima lantaran diimbau untuk memanfaatkan masker.

Pelaku bahkan bersikap arogan dan menodong pisau ke arah Petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Petugas pun segera mengamankan pengemudi mobil tersebut.

Dikutip dari Merdeka.com, peristiwa ini berjalan titik kontrol (check point) Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tepatnya pada Rabu, 15 April 2020 pukul 08.00 WIB.

Camat Kebayoran Lama, Aroman, menjelaskan mulanya petugas kombinasi kepolisian dan Dinas Perhubungan sedang memantau arus lantas lintas perihal bersama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terdapat pengendara minibus kedapatan tidak memanfaatkan masker ditegur oleh petugas.

” Dia diberhentikan pas tidak memanfaatkan masker, lantas ditegur petugas malah menjawab ‘terserah saya rela memanfaatkan atau enggak’ konsisten ngotot,” kata Aroman.

Pengemudi yang belakangan diketahui berinisial M itu mengaku sebagai pensiunan TNI. Dia termasuk menantang petugas bersama mengeluarkan pisau.

Petugas dari kepolisian lantas berusaha merebut pisau dan pelaku diamankan. Pelaku sempat diinterogasi dan mengaku sedang melakukan pengawalan mobil pengantar duwit Ajungan Tunai Mandiri (ATM).

Pelaku lantas meminta maaf. Polisi pun melepaskan pria itu, pas pisaunya disita. ” Yang diambil cuma pisaunya saja,” ujar dia.

Seluruh dunia pas ini di dalam keadaan panik dikarenakan pandemi Covid-19. Petugas medis bekerja tanpa letih untuk menjaga pasien yang terjangkit virus serupa flu itu.

Di sisi lain, para ilmuwan konsisten berusaha keras untuk menemukan vaksin, untuk menangani virus yang udah menelan lebih dari 8 ribu korban jiwa itu.

Tetapi, di sedang krisis Covid-19, masih tersedia saja warga yang tidak memiliki simpati pada para korban virus tersebut.

Akun Twitter @anssyakirin mengunggah video yang memperlihatkan ulah seorang pria yang tidak cuma menjijikkan tapi termasuk menyebalkan pas naik MRT.

Dalam video, pria itu bersama sengaja meludah sebagian kali di lantai MRT jalan Seremban-TBS di Malaysia. Setelah itu dia menggosok ludahnya di lantai bersama kaki.

Tidak itu saja, pria bersama celana panjang digulung sampai betis itu, termasuk mengorek hidungnya sebelum saat mengusapkannya pada wajah.

” Paman ini konsisten meludah, udah 3 kali sekarang sampai suami saya berhasil merekamnya. Dasar penyebaran virus corona,” tulis account @anssyakirin tersebut.

Ulah tak terpuji pria itu tidak sampai di situ saja. Saat ditegur penumpang lainnya, dia malah marah-marah dan mengejar penumpang tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh seorang netizen lainnya pas beri tambahan komentar pada cuitan @anssyakirin itu.

” Weyh, ini adalah paman yang sama, dia meludah di depan saya dan teman-teman saya di MRT. Dia bahkan mengejar kita dan penumpang lainnya. Berbahaya, dia meludah 2 sampai 3 kali, sanggup menyebarkan virus corona,” tulis netizen bernama Izzati Munira.

Akibat ulah pria itu, pengelola MRT segera melakukan pembersihan secara menyeluruh tidak cuma di area dia berulah, tapi termasuk pada semua gerbong.

Netizen banyak meminta supaya pria tak bertanggung jawab ini segera ditangkap oleh aparat dikarenakan ulahnya sungguh mengkhawatirkan. Apalagi pas wabah Covid-19 udah dinyatakan sebagai pandemi global.  Cerdaspoker Domino99