Alasan Produsen Minuman Soda Enggan Ganti Pemakaian Botol Plastik

Alasan Produsen Minuman Soda Enggan Ganti Pemakaian Botol Plastik

Alasan Produsen Minuman Soda Enggan Ganti Pemakaian Botol Plastik

Alasan Produsen Minuman Soda Enggan Ganti Pemakaian Botol Plastik

Salah satu merek minuman soda, Coca-Cola, menyatakan tidak bakal berhenti menjual produk didalam bentuk botol plastik sekali pakai. Hal ini disebut bakal mengurangi pelanggan dan penjualan.

Head of Sustainability Coca-Cola Bea Perez menyatakan pada BBC, orang-orang lebih senang membeli minuman soda tersebut didalam bentuk botol plastik. Sebab, menurut mereka, plastik memiliki kemasan yang mudah dan sanggup bersama dengan mudah ditutup kembali

“Bisnis bukan sebuah usaha jikalau kita tidak mengakomodasi konsumen,” ucapnya seperti dikutip dari Independent, 25 Januari 2020.

Saat coba membuat perubahan produk menggunakan kemasan daur ulang, mereka biisa memberi pemahaman terhadap pelanggan berkenaan keuntungan mengfungsikan barang-barang ramah lingkungan.

Coca-Cola sudah berjanji untuk mengfungsikan setidaknya 50 % bahan pengganti plastik dalam kemasannya terhadap th. 2030. Perez mengatakan, perusahannya bakal mengupayakan raih obyek tersebut.

Upaya Peniadaan Limbah

Berdasarkan data, perusahaan minuman waktu ini memproses sekitar tiga juta ton kemasan plastik tiap tiap tahun. Bahkan, tidak benar satu pegiat lingkungan bebas plastik, Break Free from Plastik memutuskan Coca-Cola sebagai merek paling berpolusi didalam audit limbah plastik.

Pada September 2019, organisasi berikut melakukan 484 pembersihan pantai di lebih berasal dari 50 negara dan mendapatkan 11.732 buah plastik produk Coca-Cola LudoQQ pokerace99.

Menanggapi laporan tersebut, Coca-Cola menyatakan bakal menangani masalah krisis international ini. “Kapan pun kemasan kita berakhir di lautan atau di mana pun, tidak sanggup kita terima. Dalam kemitraan yang lain, kita mengupayakan menangani masalah international yang kritis ini,” ujar pihak Coca-Cola.

Coca-Cola menyatakan perusahaannya bakal menutup saluran limbah plastik yang mengarah ke lautan. Juga, ikut serta membantu bersihkan limbah yang ada.

Coca-Cola sudah berjanji untuk mengfungsikan setidaknya 50 % bahan pengganti plastik dalam kemasannya

“Program ini mencakup obyek memulihkan 100 % kaleng botol yang kita mengfungsikan terhadap 2030. Sehingga tidak satu pun berasal dari kemasan kita yang bakal berakhir sebagai limbah. Semua botol dan kaleng bakal kita daur ulang,” imbuhnya.