Agar Bahagia, Siapkan Dua Hal Sebelum Menikah

Agar Bahagia, Siapkan Dua Hal Sebelum Menikah

Agar Bahagia, Siapkan Dua Hal Sebelum Menikah

 

Agar Bahagia, Siapkan Dua Hal Sebelum Menikah

 

Ludoqq Domino99 – Pernikahan yang bahagia tak lumayan dengan bermodal cinta. Ada dua hal urgen lainnya yang butuh dipersiapkan sebelum menyimpulkan untuk menikah supaya bahtera lokasi tinggal tangga tak gampang karam.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menjelaskan, dua urusan yang butuh dipersiapkan sebelum menikah tersebut ialah faktor biologis dan psikologis. Dua urusan yang sering diabaikan, tetapi menjadi kunci awetnya suatu pernikahan.

Faktor biologis adalahkesiapan jasmani untuk membangun rumah tangga yang sehubungan dengan kehamilan dan melahirkan.

“Yang kesatu sekali ialah secara biologis. Apakah kriteria biologisnya terpenuhi,” kata Hasto di International Conference on Indonesia Family Planning & Reproductive Health di Yogyakarta, sejumlah waktu lalu.

Berdasarkan keterangan dari Hasto, secara biologis, wanita siap guna menikah di umur 21 tahun dan laki-laki di umur 25 tahun. Ludoqq Domino99

Hasto yang pun adalahdokter spesialis kandungan dan kebidanan ini menuliskan, situasi rahim wanita baru bakal ‘matang’ di umur 20-an. Misalnya, bila seorang wanita menikah pada umur 16 tahun, situasi mulut rahimnya masih membuka keluar, seharusnya telah menutup supaya tidak terjadi gangguan pada mulut rahim

Saat usia 16 tahun, diameter panggul wanita baru selebar 8 cm, sebenarnya ukuran kepala bayi menjangkau 9,8 cm. Ukuran panggul ini baru membesar pada umur 19-21 tahun.

“Kalau ketetapan UU yang baru tersebut 19 tahun, namun kan biologis masing-masing orang beragam. Sehingga, BKKBN menganjurkan (menikah) pada umur 21 tahun supaya semua perempuan dijamin siap secara biologis,” ucap Hasto.

Di samping itu, studi mengindikasikan anak-anak yang bermunculan dari ibu berusia di bawah 20 tahun lebih berisiko terhadap tidak cukup gizi dan stunting. Dengan kata lain, menikah dini tak melulu ‘merugikan’ perempuan, namun pun calon bayi.

Faktor kedua yang mesti dipersiapkan ialah aspek psikologis. Faktor psikologis ini, menurut keterangan dari Hasto, bisa diukur melewati respons seseorang dalam menghadapi stres dan keterampilan memecahkan masalah.

Kesiapan psikologis ini penting supaya pasangan dapat menuntaskan setiap persoalan yang hadir dalam pernikahan dan terhindar dari kekerasan dalam lokasi tinggal tangga.

“Nikah tersebut stres, loh. Psikologis ini urgen sekali. Apakah siap secara mental atau tidak. Ini mesti dipersiapkan sebelum menikah, salah satunya dengan mengekor konseling,” tutur Hasto