Afrika Tanzania Objek Wisata Alam Selain Kilimanjaro

Afrika Tanzania Objek Wisata Alam Selain Kilimanjaro

Afrika Tanzania Objek Wisata Alam Selain Kilimanjaro

 

Afrika Tanzania Objek Wisata Alam Selain Kilimanjaro

Cerdaspoker Dominobet – Mau jalan-jalan yang tidak biasa? Tentunya destinasi wisatanya juga yang tidak biasa. Kali ini anda sejenak menjelajah ke benua hitam Afrika. Tepatnya di Tanzania yang terletak di Afrika Timur.

Mungkin tidak sedikit yang belum tahu bahwa Tanzania adalahsebuah negara yang disusun dari campuran dua negara yakni Tanganyika dan Zanzibar pada 29 Oktober 1964. Karena tersebut kalau anda jalan-jalan ke Tanzania, tidak boleh lupa sekalian mampir ke Zanzibar, suatu pulau di bagian unsur timur benua Afrika yang pun terkenal sebagai tanah kelahiran Freddy Mercury.

Rasa hendak tahu mengenai Tanzania ini pula yang membawa saya berangjangsana kembali ke Afrika Timur setelah sejumlah tahun sebelumnya mampir ke Kenya dan Rwanda. Memang kedengarannya tujuan ini paling tidak lazim alias anti mainstream ya.

Ketika pesawat Emirates yang saya tumpangi tiba di Julius Nyerere International Airport di Dar Es Salam, destinasi sebenarnya ialah Arusha di bagian unsur utara Tanzania. Karena itu, setelah sejumlah jam transit di Dar Es Salam, perjalanan dilanjutkan dengan pesawat Precision Air mengarah ke Kilimanjaro.

Di bandara Kilimanjaro, pembimbing wisata telah menunggu. Dia pula yang akan membawa kami menjelajah di Arusha dan sejumlah tempat wisata safari di Tanganyika alias Tanzania unsur daratan Afrika.

Tinga-Tinga dan Pisang
Hari telah malam saat supir membawa kami dari bandara ke suatu hotel di pinggiran kota Arusha. Di perjalananan dia bercerita tentang Tanzanite, batu mulia yang sangat disukai di Tanzania dan harganya cukup mahal.

Suasana Afrika paling kental di hotel lokasi saya menginap. Terutama menu makanan yang khas. Ketika sarapan, menu utama bukan nasi atau roti, tetapi pisang.
Afrika Timur memang khas dengan kuliner dimana pisang menjadi nasi sedangkan buah, sayur, atau bahkan nasi menjadi lauknya. Di samping itu, keramahtamahan orang Afrika pun sangat khas. Semua staf dan pegawai hotel suka berpose dengan kami, terutama ketika meninggalkan hotel di pagi hari untuk mengawali perjalanan safari di hutan-hutan Afrika.

Destinasi kesatu ialah Lake Manyara National Park. Dalam perjalanan yang cukup jauh, tampak jalan-jalan utama di Tanzania lumayan mulus dan di sepanjang jalan tidak sedikit kendaraan yang pun pernah merajai Ibukota kita yakni bajaj. Sementara di kiri-kanan jalan tidak jarang nampak orang-orang Suku Maasai dengan pakaian tradisionalnya yang warna-warni.

Selain tersebut juga disiapkan santap siang dalam kotak plastik yang isinya pun ternyata pisang dan sayur serta buah-buahan lainnya. Makan siang ini kami nikmati di suatu gerai yang memasarkan lukisan khas Tanzania yang dinamakan “Tinga-tinga”.

Salah satu karakteristik lukisan Tinga-Tinga ialah bahan catnya yang meggunakan warna-warna yang berani. Coraknya bermacam-macam namun yang sangat popular ialah gambar satwa yang tergolong The big five, yakni Singa, Gajah, Macan Tutul, Banteng, dan Kuda Nil. Tentunya hewan-hewan binal dan eksotis khas Afrika lain pun sering dipakai sebagai model dalam lukisan ini.

Tinga-Tinga ialah sebuah varian atau genre lukisan yang berasal dari Dar Es Salam dan mulai berkembang diparuh kedua abad ke-20. Dinamakan Tinga-Tinga cocok dengan nama penggagasnya yakni Edward Said Tinga-Tinga.

Flamingo dan Generasi Milenial Tanzania
Selesai santap siang, kendaraan pulang bergerak mengarah ke pintu gerbang Lake Manyara National Park. Sementara Jumanne melakukan pembelian tiket masuk, kami sempat melihat-lihat keadaan sekitar yang lumayan ramai dengan pengunjung taman nasional.

Ada serombongan remaja Tanzania yang pun berencana masuk ke taman nasional. Wah, menyaksikan kami yang penampilannya berbeda, dengan hendak sekali mereka pun mohon ber-selfie ria. Jadilah kami berpose dengan generasi milenial Tanzania. Rasanya laksana selebriti, loh.
Kendaraan safari lantas mulai melaju menginjak Lake Manyara National Park. Di taman nasional ini, anda mulai menikmati alam binal Afrika yang sebenarnya. Jalan-jalan tanah yang hanya dapat dilewati kendaraan safari dan rombongan sekian banyak jenis satwa binal yang terdapat di habitat aslinya.

Satwa yang menjadi kehormatan hati Lake Manyara ialah harimau yang sering bercokol di pohon dan burung Flamingo yang berwarna pink kemerahan. Di samping itu, sepanjang siang sampai senja kami dimanjakan dengan menyaksikan dan bermain dengan sekian banyak jenis satwa laksana Zebra, Gajah, Wildebeest, Watrhog, Impala, dan Jerapah.

Di Lake Manyara ini juga tidak sedikit terdapat sekian banyak jenis kera yang jinak dan lucu. Namun lokasi yang sangat mengesankan ialah danau Manyara yang luas dengan pemandangan estetis memukau.

Suasana Afrika yang khas dimana padang savana yang luas dan tumbuh-tumbuhan menarik memanjakan mata. Dan di telaga ini pula kita dapat menyaksikan burung Flamingo yang berterbangan seraya menyemburatkan rona dadu di cakrawala.
Matahari nyaris tenggelam saat kendaraan meninggalkan Lake Manyara dan lantas menuju suatu kota kecil mempunyai nama Karatu. Di terpencil Afrika berikut kami lantas bermalam di suatu hotel yang pun antik mempunyai nama Octagon Lodge.