9 Tips Sukses Membuat Cheesecake Jepang yang Fluffy

9 Tips Sukses Membuat Cheesecake Jepang yang Fluffy

9 Tips Sukses Membuat Cheesecake Jepang yang Fluffy

9 Tips Sukses Membuat Cheesecake Jepang yang Fluffy

 

Belakangan ini, Cheesecake Jepang tambah naik daun di Indonesia. Lucunya, di negara asalnya tidak tersedia istilah “Japanese Cheesecake” kecuali kita singgah ke toko roti di sana. Biasanya, kita dapat segera mendapatkan tiga style cheesecake yang berbeda. pesiarqq pokercc

Yang pertama adalah baked cheesecake yang merupakan cheesecake terhadap kebanyakan bersama dengan crust biskuit di anggota bawahnya. Lalu tersedia rare cheesecake, yaitu cheesecake yang terbuat dari campuran cream cheese, heavy cream, gelatin, atau lemon juice yang didinginkan, tanpa dimasak. Dan style cheesecake paling akhir adalah soufflé cheesecake yang terkenal bersama dengan sebutan cheesecake Jepang.

Tekstur soufflé cheesecake dengan sebutan lain cheesecake Jepang ini memang tidak serupa agar banyak peminatnya. Tidak layaknya cheesecake terhadap umumnya, kita dapat merasakan tekstur yang gampang dan lembut kala mencicipi cheesecake Jepang. Sebenarnya, apa yang membuatnya berbeda? Yuk cari mengetahui langkah pembuatannya di sini.

1. Persiapkan Bahannya
Untuk membuat cheesecake Jepang, tentu saja kita harus menyiapkan bahannya khususnya dahulu. Kita dapat memerlukan bahan selanjutnya ini:

1 telur berukuran besar yang beratnya kira-kira 50 g tanpa kulit.
50 g cream cheese
10 g unsalted butter
33 g (33 ml) heavy whipping cream
10 g gula pasir
13 g tepung kue serbaguna
1 tsp. lemon juice + sedikit parutan kulit lemon agar aromanya tambah segar
17 g gula pasir untuk dicampur bersama dengan putih telur
2. Jangan Lupa Peralatan Memanggang
Peralatan yang digunakan didalam proses membuat cheesecake Jepang juga harus dicatat. Ini dia peralatan yang harus ada:

Cake pan
Parchment paper
Mixing bowls
Saringan kawat halus untuk menyaring tepung
Whisk
Mixer
Loyang besar
Untuk pemula kemungkinan jadi perlengkapan di atas tersedia banyak sekali. Tapi percayalah, semua perlengkapan ini tentu dapat terpakai lagi kala kita idamkan membuat kue lainnya.

3. Ukur Semua Bahan
Ini merupakan basic dari proses pembuatan cheesecake Jepang. Kita sebaiknya menakar semua bahan dari awal sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Timing sangatlah perlu didalam proses membuat cake. Kita tentu nggak idamkan kan kehilangan keadaan sempurna dari hasil campuran adonan kue bersama dengan putih telur hanya karena kita belum menyiapkan parchment paper di cake pan?

4. Atur Parchment Paper
Saat sesuaikan parchment paper di cake pan, jangan lupa untuk mengoleskan minyak, butter, atau mentega secara menyeluruh ke atas permukaan kertas tersebut. Tujuannya tidak lain agar adonan cake tidak melekat terhadap kertas kala diangkat. Jika adonan tak sengaja menempel, cheesecake buatan kita dapat kesusahan mengembang dan teksturnya jadi pecah.

5. Gunakan Putih Telur yang Dingin
Di Indonesia kita selalu disarankan untuk memanfaatkan telur bersama dengan suhu ruang. Tapi ternyata penduduk Jepang lebih puas memanfaatkan putih telur didalam keadaan dingin untuk beroleh tekstur cheesecake yang lembut.

6. Perhatikan Saat mengocok Putih Telur
Hasil kocokan telur merupakan hal yang paling perlu kala membuat cheesecake Jepang. Saat dikocok, putih telur kebanyakan dapat menciptakan kantong hawa di dalamnya yang nantinya membuat hasil cake jadi fluffy dan airy.

Hasil kocokan putih telur kebanyakan terbagi jadi lebih dari satu kategori, yaitu lembut, keras, dan kaku. Untuk membuat cheesecake Jepang, kita memerlukan kocokan putih telur yang lembut. Tapi bagaimana caranya agar kita dapat beroleh tekstur tersebut?

Sebenarnya ini dapat nampak kala kita mengangkat whisk atau pengocok. Biasanya kala whisk diangkat, putih telur tetap tersedia yang melekat di whisk sepanjang lebih dari satu kala sebelum kelanjutannya jatuh. Jika udah tunjukkan sinyal tersebut, itu berarti kita udah beroleh tekstur yang dibutuhkan.

7. Panggang bersama dengan Cara Bain-Marie
Buat yang tetap belum familiar bersama dengan istilah ini, bain-marie merupakan istilah untuk proses memasak yang memanfaatkan metode water bath. Dalam prosesnya, cake pan tidak segera diletakkan di oven, tapi di loyang kue yang udah berisi air. Air panas didalam loyang selanjutnya dapat menghasilkan panas di kira-kira cake pan, dan juga kelembapan di didalam oven.

8. Panggang di 2 Suhu yang Berbeda
Selain menyimak kocokan putih telur, suhu oven yang kita memanfaatkan juga berperan perlu untuk menghasilkan cheesecake Jepang yang enak. Jangan sampai suhunya amat tinggi karena cakenya nanti dapat mengembang lebih cepat, menghancurkan strukturnya, dan hasil kelanjutannya dapat pecah. Lalu bagaimana untuk menjauhkan keadaan tersebut?

Kita dapat memanaskan oven pernah di suhu 180C, sesudah itu kala adonan cheesecake diletakkan di didalam oven, turunkan suhunya jadi 160C. Setelah lebih dari satu lama, kurangi lagi jadi 150C agar semua anggota cake matang sempurna.

9. Dinginkan Perlahan
Setelah memanggang cheesecake di oven, jangan buru-buru untuk mengeluarkannya. Biarkan suhunya turun secara bertahap dan kita dapat meninggalkan tutup oven terbuka sepanjang lebih dari satu saat.

Hal ini punya tujuan untuk menjauhkan perubahan suhu drastis yang dapat membuat ukuran cheesecake mengkerut.

Tidak sulit bukan untuk membuat cheesecake Jepang yang spesial? Selamat memanggang dan semoga berhasil!