9 Dampak Konsumsi Daging Sapi Secara Berlebihan

9 Dampak Konsumsi Daging Sapi Secara Berlebihan

9 Dampak Konsumsi Daging Sapi Secara Berlebihan

 

9 Dampak Konsumsi Daging Sapi Secara Berlebihan

 

Perayaan Iduladha identik dengan konsumsi daging merah. Ini sebab umumnya daging kurban terdiri dari daging sapi atau kambing.

Berkumpul bareng keluarga dan persediaan daging yang membludak serta siap diubah menjadi sekian banyak hidangan membuat tidak sedikit orang tergoda untuk santap berlebih.

Namun, hati-hati, tidak boleh terlena mengonsumsi daging, khususnya sapi, secara berlebihan. Mengonsumsi daging sapi secara berlebihan bisa memberi efek tersendiri untuk tubuh.

Dilansir dari Reader’s Digest, inilah hal-hal yang bakal terjadi pada tubuh andai mengonsumsi daging secara berlebihan.

1. Mengantuk

Mengonsumsi terlalu tidak sedikit daging sapi bisa menyebabkan keletihan dan kabut otak. Hal ini terjadi dampak protein dalam daging membutuhkan masa-masa yang lumayan lama guna diproses.

“Bahan bakarnya (protein) memerlukan waktu tidak banyak lama guna sampai ke benak Anda, jadi Anda bakal menjadi tidak cukup fokus,” kata Caroline Passerrello, berpengalaman gizi dan diet, serta juru bicara American Academy of Nutrition and Dietetics

Sembelit

2. Perubahan pada Rambut dan Kulit

Vitamin C berperan dalam menyusun kolagen, protein yang memberi struktur pada kulit, rambut, kuku, tulang, dan tidak sedikit lagi. Sedangkan di dalam daging atau produk hewani, vitamin C paling jarang ditemukan.

“Kulit Anda dapat kasar dan bergelombang. Anda barangkali melihat sejumlah pertumbuhan rambut tubuh yang menarik,” tutur Jenna Braddock, berpengalaman gizi dan diet.

3. Mudah Sakit

Bukan melulu kulit yang memerlukan vitamin C, tetapi pun sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin C barangkali dapat membuat mudah sakit.

4. Sembelit

Daging nyaris tidak mempunyai serat. Biasanya serat diperoleh dari asupan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Jika Anda merasakan sembelit, tersebut tandanya tubuh memerlukan sumber serat, kata Jenna.

“Kembali ke buah-buahan dan sayuran ialah salah satu teknik terbaik guna mendapatkan nutrisi yang paling luar biasa,” ujar Jenna.

5. Gangguan jantung

Manfaat beda dari serat ialah menjaga penyerapan kolesterol yang dapat mengayomi jantung Anda. Daging tinggi lemak bosan dapat menambah kolesterol ‘buruk’ pada tubuh dan mengakibatkan risiko jantung.

The American Heart Association merekomendasikan memberi batas lemak bosan 5 sampai 6 persen dari total kalori.

Risiko Kanker

6. Radang

Penelitian mengindikasikan bahwa lemak bosan dalam daging dapat menambah peradangan dalam tubuh sebab daging tidak cukup berisi antioksidan yang bisa melawan peradangan.

“Alasan kenapa ada rekomendasi untuk orang guna ‘makan diet sarat warna’ sebab masing-masing warna dalam buah dan sayuran ialah kelompok antioksidan yang bermanfaat untuk tubuh,” tutur Jenna.

7. Risiko Batu Ginjal

Protein berlebih dari konsumsi daging dapat memprovokasi ginjal sebab senyawa purin dari daging dapat menyusun asam urat yang dapat menambah risiko batu ginjal.

8. Kenaikan Berat Badan

“Jika Anda santap lebih tidak sedikit protein daripada yang diperlukan tubuh, kita tidak menyimpannya sebagai protein namun sebagai lemak,” kata Jenna.

Meskipun benar bahwa tubuh mengandalkan protein untuk membina otot, tetapi andai berlebihan bisa memberi efek samping yang tidak diinginkan.

9. Risiko Kanker

Studi mengindikasikan bahwa andai Anda mengonsumsi daging merah lebih dari 18 ons seminggu dapat menambah risiko kanker kolorektal.

Sering mengonsumsi daging olahan pun membuat tubuh rentan terhadap kanker lambung dan kanker usus besar, menurut keterangan dari American Institute for Cancer Research