8 Fobia Paling Aneh di Dunia: Takut Akan Udel dan Terhadap Wanita

8 Fobia Paling Aneh di Dunia: Takut Akan Udel dan Terhadap Wanita

8 Fobia Paling Aneh di Dunia: Takut Akan Udel dan Terhadap Wanita

8 Fobia Paling Aneh di Dunia: Takut Akan Udel dan Terhadap Wanita

Setiap orang pasti memiliki ketakutan yang menjadi kelemahannya masing-masing, mulai dari takut gagal hingga yang aneh seperti enggan berenang di air yang dalam karena cemas akan ada “sesuatu” di dasarnya. Kamu mungkin menderita thalassophobia jika takut berada kolam renang, danau, laut, atau bahkan bak mandi. pesiarqq pokercc

Sebagian fobia mungkin ada yang dirasa aneh oleh masyarakat luas, tapi orang dengan ketakutan tertentu bakal cemas dan selalu mencoba menghindarinya dengan segala upaya.

Penasaran ada fobia aneh apa saja yang dimiliki orang lain? Simak daftar berikut ini.

Nomophobia – ketakutan tak ada jaringan selular

Percaya atau tidak, terdapat sejumlah orang di dunia yang memiliki ketakutan ketika tak memiliki akses pada telepon genggam. Fobia yang berasal dari kata “no mobile phone phobia” ini juga dapat terjadi ketika seorang berada di sebuah lokasi yang tidak memiliki jaringan sinyal.

Terminologi ini pertama dicetuskan oleh Kantor Pos Inggris yang menugaskan YouGov, sebuah organisasi penelitian, untuk melihat kecemasan yang diderita oleh pengguna ponsel. Studi ini menemukan hampir 53 persen pengguna ponsel di Inggris cenderung cemas ketika mereka “kehilangan ponsel mereka, kehabisan baterai atau kredit, atau tidak memiliki jangkauan jaringan.”

Studi yang sama kemudian dilakukan di Amerika Serikat yang menemukan hasil lebih buruk. Hampir dua pertiga warga AS selalu tidur dengan telepon genggam menyala di sebelahnya (angka ini lebih tinggi pada kalangan mahasiswa).

Solusi untuk mengatasi fobia ini adalah untuk mengatur waktu penggunaan smartphone dengan memanfaatkan fitur screen time, serta letakan ponsel setidaknya 5 meter dari jangkauan ketika kalian tidur di malam hari.

Spectrophobia – takut akan pantulan cermin

Mungkin kalian juga pernah mengalami ketakutan ini selepas menonton film horor. Fobia ini bukan terhadap cermin itu sendiri, melainkan lebih kepada sosok yang “mungkin” berada di belakang ketika kita melihat cermin tersebut.

Fobia cenderung berasal dari peristiwa traumatis yang melibatkan cermin, mungkin ketakutan akan penampakan atau hantu di cermin. Tetapi ada juga yang takut pada cermin karena tidak percaya diri terhadap tampilan fisik diri sendiri.

Sering kali, ketakutan ini bisa dikaitkan dengan kepercayaan atau takhyul agama. Dalam banyak legenda urban, cermin berfungsi sebagai portal antara hidup dan yang mati. Dikatakan pula hantu dapat muncul dari cermin itu.

Cara menghilangkan fobia ini adalah melalui terapi di mana pasien dipaparkan terhadap cermin secara bertahapsehingga mereka akhirnya menaklukkan ketakutan itu.

Linonophobia – takut akan tali

Orang-orang dengan fobia ini mungkin pernah dihukum dengan diikat pada masa kecilnya, walaupun beberapa orang mungkin mengembangkan ketakutan ini karena menonton yang dengan adegan orang dicekik. Musim layangan juga tidak membantu orang dengan fobia ini sebab beberapa pengendara motor telah pernah tersangkut senar yang melintang di jalanan.

Ya, fobia ini pada umumnya berlaku pada segala jenis tali, mulai dari tambang, seutas benang wol, hingga senar pancing.

Orang dengan ketakutan ini biasanya tidak memiliki masalah dalam mengenakan pakaian, tetapi mereka akan menghindari penggunan sepatu bertali. Pakaian dengan kancing juga tidak menjadi masalah, tetapi kebanyakan dari mereka enggan menggunakan dasi dalam bentuk apapun.

Sesi terapi akan sangat berguna bagi orang yang takut akan tali untuk mengatasi fobianya. Mendidik mereka tentang ketakutannya dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan respons terhadap terapi.

Allodoxaphobia – fobia akan komentar orang lain

Fobia ini bukan seperti yang dimiliki seorang perfeksionis karena ingin menghindari kritikan, orang dengan fobia ini hidup dalam ketakutan dan kecemasan konstan karena takut mendengar pendapat orang lain tentang mereka.

Mereka sering menyadari bahwa fobia mereka tidak berdasar dan tidak rasional, tetapi mereka tidak dapat mengatasinya. Akibatnya, mereka menempatkan banyak batasan pada diri mereka sendiri, baik agar tidak mendengar pendapat orang lain, atau pun memberi kesempatan orang lain untuk mengomentari mereka.

Fobia ini dapat menyerang pada usia berapa pun dan tak hanya terjadi pada orang dewasa, bahkan anak-anak sejak kecil pun bisa takut untuk menerima opini orang. Ketika tenggelam oleh rasa takut, mereka cenderung berhenti menjawab pertanyaan atau berpartisipasi dalam kegiatan apa pun alias menyendiri karena takut ketika dihadapi penilaian orang lain.

Pemicu fobia ini biasanya sama dengan penyebab ketakutan sosial lainnya, yaitu peristiwa negatif yang menimbulkan trauma di masa lalu. Pembully, guru, dan orang tua sering bertanggung jawab untuk memicu fobia pada anak dalam usia tumbuh.

Omphalophobia – takut akan udel

Bagi sejumlah orang, melihat perut dengan pusar yang terpampang jelas membuat mereka ketakutan. Bahkan, mereka dengan fobia ini tidak akan menyentuh dan melihat udelnya sendiri!

Layaknya fobia lain, omphalophobia disebabkan oleh sebuah tragedi yang membuat mereka trauma. Ketika seseorang secara tidak sengaja menyentuh tombol perutnya, atau bahkan dengan melihat orang lain menyentuh perutnya sendiri, gejala dapat timbul, seperti gemetar, gemetar, melarikan diri, mual dan muntah, detak jantung dan pernapasan yang cepat.

Tetapi, orang dengan fobia ini bukan berarti mereka tidak akan pernah pergi ke pantai. Hanya saja, mereka akan lebih banyak melihat ke langit untuk menghindari orang berjemur dengan udel yang terpampang jelas untuk dilihat.

Sesquipedalophobia – takut akan kata yang panjang

Ironisnya, fobia dengan nama yang panjang ini merupakan ketakutan akan kata-kata dengan banyak huruf di dalamnya. Orang yang menderita sesquipedalophobia mungkin merasa sangat sulit untuk membaca artikel, novel, atau bahkan keluar di depan umum karena kemungkinan mereka melihat kata yang sangat panjang ditampilkan di papan iklan atau menandatangani suatu tempat.

Bahkan, penyakit ini sebenarnya menjadi inspirasi untuk lagu lucu terkenal berjudul “Hippopotomonstrosesquippedaliophobia” karya Bryant Oden. Mereka yang menderita sesquipedalophobia mungkin merasa sangat sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari karena fobia merasa takut dan khawatir ketika diperlihatkan dengan sebuah kata yang panjang.

Meskipun orang lain mungkin menilai fobia ini tidak rasional, penderita fobia ini masih tidak dapat melihat atau membaca kata-kata panjang baik di buku, papan iklan, atau smartphone, tanpa mengalami kecemasan yang melelahkan mereka. Tetapi, fobia ini jadi membuat penasaran, seberapa pendek ya passwordemail mereka?

Caligynephobia dan Venustraphobia – fobia akan wanita cantik

Caligynephobia, atau juga dikenal sebagai Venustraphobia, adalah ketakutan abnormal terhadap wanita cantik. Sebelum mulai, ketakutan ini memang didominasi oleh para pria, namun ternyata juga terjadi pada kaum wanita.

Kata fobia ini berasal dari Venus Dewi Romawi. Dia dikaitkan dengan cinta dan keindahan dan kesuburan. Orang dengan fobia ini bukan hanya merasa tidak nyaman dekat wanita cantik, namun juga bakal merasa terintimidasi, cemas, dan takut.

Fobia ini bisa disebabkan oleh hubungan asmara yang gagal yang membuat seorang tak lagi mempercayai wanita cantik. Namun, bisa juga diakibatkan trauma karena di-bully semasa kecil oleh wanita yang cantik atau karena kurang percaya diri akan penampilan sendiri, sehingga orang dengan fobia ini biasanya menduga bakal ditolak atau dihiraukan wanita cantik, yang menyebabkan ketakutan ekstrem.

Kathisophobia – takut untuk duduk

Percaya atau tidak, terdapat sejumlah orang di dunia yang memiliki rasa takut untuk duduk. Para penderita fobia ini bukannya takut akan kursi atau pun tidak akan pernah duduk, hanya saja mereka akan berusaha sekuat mungkin untuk berdiri terutama ketika berada di tempat umum.

Gejala dari fobia ini pun beragam, pada tahap awal seorang akan memantau sekitarnya dengan waktu yang cukup lama dari normal sebelum akhirnya akan menarik kursi untuk duduk. Pada tingkat yang lebih parah biasanya orang akan memilih duduk memojok pada dinding sehingga di mana tidak ada orang lain di belakangnya, jika opsi itu tidak tersedia kemungkinan besar ia akan memilih untuk berdiri atau akan cemas mengawasi sekitarnya selama ia duduk.

Fobia ini tumbuh pada orang akibat suatu peristiwa yang tidak menyenangkan dan kemungkinan besar membuatnya terluka sehingga timbul trauma. Pada umumnya, penderita pernah menjadi korban prank orang lain yang menarik kursinya ketika hendak duduk, atau pernah di-bully sehingga merasa berdiri membuatnya lebih siaga akan sekitarnya.