7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

 

7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

Akuilah, Ma, orangtua akan ingin membandingkan anak zaman now dengan masa ketika Mama masih sekolah.

Saat memperbincangkan kelakuan anak-anak, seringkali kalimat seperti, “anak kini kok kayak gini ya? Dulu anda gak gitu deh.”

Kini masanya era digital, Ma. Masa di mana anak-anak kelihatannya susah sekali lepas dari gawainya, bahkan ketika Mama mengajaknya berlibur ke lokasi yang Mama harap bisa membuatnya lepas dari teknologi dalam genggaman. Ini pun masanya anak-anak seusia Taman Kanak-kanak telah piawai memainkan game di ponsel orangtua mereka.

Di era digital laksana ini, dengan tuntutan dan lingkungan yang sudah berbeda, sebetulnya apa yang terdapat di dalam benak anak-anak anda dan apa yang mereka harapkan dari Mama?

Devorah Heitner, bergelar doktor dari Media/Technology and Society Northwestern University, AS, melewati laman Cerdaspoker Domino99 memberikan cerminan mengenai apa yang terdapat di pikiran anak-anak umur beranjak remaja di era digital ini dan tips bagaimana Mama menghadapinya.

1. Hargailah pendapat anak dan mohon izin sebelum sharing potret anak
7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

Anak-anak ini ingin supaya Mama menghargai pendapat mereka. Mereka pun akan terluka bila Mama tidak menghargai apa yang mereka lakukan, bahkan kala Mama menyaksikan walau keputusan yang ia kerjakan sebenarnya tidak cukup tepat. Hargai dulu pendapatnya, dan lantas lakukan pendekatan.

Di umur ini, menurut keterangan dari Devorah, amatlah penting untuk Mama untuk tidak jarang kali meminta izin untuk anak, sebelum men-share foto-foto mereka atau mencatat sesuatu bersangkutan pekerjaan si Anak, di medsos. Jangan sepelekan Ma, karena andai Mama mengerjakan hal ini, maka Mama akan membina rasa percaya anak terhadap Mama, memuliakan hak individu si Anak, dan pun mengajarkan mereka mengenai batasan yang sehat dalam bersosmed.

2. Menjaga privasi anak tetapi tetap menjadi mata-mata sosialnya
7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

Di umur ini, anak akan tidak sedikit melontarkan komplain atau keluhan berhubungan orangtua. Hal ini dapat terjadi ketika mama melanggar privasinya.

Misalnya, ketika Mama menyimak pesan teks di ponselnya. Bisa jadi si Anak bakal kesal dan marah untuk Mama. Hati-hati ya Ma. Mama mesti yakin benar akan semangat Mama sebelum memata-matai ranah individu si Anak.

Jika Mama mencurigai urusan negatif laksana pertemanan yang tak sehat atau ia menyimpan foto-foto tak sewajarnya, barulah Mama berhak mencampuri hal pribadinya. Jika tidak, usahakanlah untuk memuliakan privasinya.

3. Beri ruang guna anak-anak mencocokkan orangtua dengan yang lain
7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

Jangan salah, Ma. Saat Mama ingin membandingkan anak satu dengan lainnya, anak-anak ini pun melakukan urusan yang sama. Bersama teman-temannya, mereka akan berkata mengenai orangtua masing-masing.

Bisa jadi anak Mama iri dengan ketentuan orangtua temannya, namun dapat jadi pun temannya iri dengan perlakuan Mama pada anak mama. Salah satu urusan yang diperbincangkan seusia mereka merupakan, teknik orangtua merealisasikan peraturan berhubungan gawai. Maka, siapkan jawaban andai si Anak bertanya kenapa Mama melulu memberikan masa-masa tertentu baginya guna bermain game sedangkan keluarga beda mempunyai peraturan lebih longgar?

4. Mengertilah, bahwa anak ingin dicerna teman-temannya
7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

Pertemanan pada masa ini dapat jadi adalahsuatu urusan yang sulit. Masalah kecil dapat jadi permasalahan yang besar. Salah ketik di pesan pribadi dapat jadi merangsang permusuhan. Apalagi dengan adanya sosmed. Bisa jadi menyakitkan andai si Anak melihat potret teman-temannya berpose bareng di suatu pekerjaan tanpa menyuruh dirinya.

Mama pun perlu bersiap. Jika Mama seringkali berfoto bareng si Anak di masing-masing kesempatan, kini dapat jadi ia mulai menolaknya dan lebih memilih teman-temannya daripada Mama.

5. Berusaha menerima anak tanpa kriteria dan komentar
7 Tips Membesarkan Anak di Era Digital

Si Anak telah mulai menolak ditata Mama sebab ia merasa telah besar dan dapat mandiri?

Dalam sejumlah hal, barangkali pendapatnya benar. Namun, Mama tidak boleh lupa, bahwa beberapa dari dirinya ialah masih berjiwa kanak-kanak. Apalagi ketika ia dibuat kecewa atau ditinggalkan oleh teman-temannya.

Di saat-saat laksana ini, seringkali si Anak hendak dekat Mama. Terimalah ia tanpa kriteria atau komentar. Manfaatkan saat-saat laksana ini untuk berfoya-foya dan dekat dengannya.

6. Beri batasan yang rasional alasannya dan kerjakan konsisten
8

Mama ialah batasan untuk anak, di hadapan teman-temannya. Ajarkan ia untuk dapat menolak urusan yang tak semestinya andai teman-teman mengajaknya mengerjakan sesuatu, dengan Mama sebagai tameng.

Misalnya andai teman-temannya mengiriminya gambar yang tak semestinya. Ajarkan Anak untuk berbicara bahwa Mama bakal memarahinya andai Mama tahu temannya mengantarkan gambar tersebut. Didik ia untuk menciptakan batasan menurut ketentuan mama, dengan dalil yang jelas dan konsisten.

7. Gali apa yang benar-benar ia inginkan

Devorah menekankan, dalam era digital ini, hendaknya Mama tak terlampau menghakimi si Anak. Bantu mereka menyaksikan apa yang terdapat di hadapan mereka: teman-teman mereka, lingkungan mereka. Pastikan bahwa anak yakin akan opsi yang mereka kerjakan dengan mencari dan meyakinkan apa dalil di balik apa yang ia inginkan.

Misalnya andai ia hendak berhenti bermain basket dan berkeinginan bergabung dengan teman-temannya guna berlatih seni peran. Apakah bidang tersebut benar-benar kesukaannya? Atau ia melulu ingin supaya tak jauh dari teman-temannya? Tugas Mamalah guna menggali urusan itu dan menyerahkan pemahaman kepadanya.