7 Rute Kereta Wisata ‘Euro Trip’ yang Belum Pasaran

7 Rute Kereta Wisata ‘Euro Trip’ yang Belum Pasaran

7 Rute Kereta Wisata ‘Euro Trip’ yang Belum Pasaran

 

7 Rute Kereta Wisata ‘Euro Trip’ yang Belum Pasaran

Film ‘EuroTrip’ yang diluncurkan pada tahun 2004 menginspirasi tidak sedikit turis muda untuk mengerjakan perjalanan darat lintas Eropa demi mendapatkan empiris berwisata yang menarik di masing-masing perhentiannya.

Perlu diketahui bila jalur kereta antarkota di Eropa bukan hanya yang menyambungkan Amsterdam ke London atau London ke Paris saja.

Jika inginkan mengulik, sebetulnya ada tidak sedikit jalur kereta yang masih jarang ditumpangi turis tetapi mempunyai pemandangan tak kalah estetis dari yang populer.

Dikutip dari Daily Mail pada Selasa (13/8), berikut sebanyak jalur kereta pilihan untuk wisata di Eropa:

1. Bruges ke Liege (Belgia)

Jalur kereta api mulai berkembang di Belgia pada tahun 1830an.

Rute Bruges ke Liege membawa turis menyusuri sistem kereta api Belgia tempo dulu, mulai dari stasiun Bruges yang berarsitektur Art Deco hingga panorama Ghent dan Brussels yang apik.

Durasi perjalanan: 2 jam 4 menit
Tarif: 18 poundsterling (sekitar Rp310 ribu) sekali jalan

2. Leipzig ke Dresden (Jerman)

Stasiun Leipzig di Jerman ialah salah satu stasiun kereta terbesar di dunia.

Dari sini turis dapat naik kereta Deutsche Bahn merah yang melalui kota-kota peninggalan komunis; Oschatz, Glaubitz dan Priestewitz.

Stasiun Dresden-Neustadt mempunyai patung porselen Meissen dan monumen untuk memperingati Yahudi Dresden yang tewas dalam kamp konsentrasi.

Durasi perjalanan: 1 jam 24 menit
Tarif: 29 poundsterling (sekitar Rp500 ribu) sekali jalan

3. Katowice ke Krakow (Polandia)

Perjalanan dari Katowice, kota tambang di Polandia, ke kota kuno Krakow dapat dibilang ajaib. Di samping pasar tradisional dan kastel, turis pun menikmati kongko di kelab malam kekinian sesampainya di Krakow.

Sebelum naik kereta, turis juga dapat menyaksikan penampilan Polish National Radio Symphony Orchestra di Katowice.

Durasi perjalanan: 2 jam 3 menit
Tarif: 5,40 poundsterling (sekitar Rp93 ribu) sekali jalan

4. Lviv ke Odessa (Ukraina)

Lviv ialah kota cantik di Ukraina yang familiar dengan gedung operanya yang megah, gereja bergaya barok yang antik, dan bar tua yang menyajikan wine ceri terbaik.

Dari Odessa turis dapat menumpang kereta mengarah ke pantai Laut Hitam. Sebelum naik kereta, stasiun Hall Of Enhanced Comforts di Lviv yang adalahpeninggalan Soviet patut dijelajahi.

Durasi perjalanan: 10 jam 31 menit
Tarif: 14 poundsterling (sekitar Rp241 ribu) sekali jalan

5. Vrbas ke Novi Sad (Serbia)

Tak tidak sedikit turis yang datang ke Vrbas, kota senyap di unsur utara Serbia. Tapi untuk yang hendak mencari ketenangan kota ini tujuan yang tepat. Ada tidak sedikit kafe kecil yang unik untuk ditongkrongi.

Melaju ke Novi Sad, kota ini terasa lebih dinamis sebab ada tidak sedikit festival musik seru yang dilangsungkan setiap tahunnya. Kereta yang akan ditumpangi pun terlihat unik sebab gerbongnya dibubuhi tidak sedikit graffiti.

Durasi perjalanan: 48 menit
Tarif: 1,35 poundsterling (sekitar Rp23 ribu) sekali jalan

6. Zagreb (Kroasia) ke Zidani Most (Slovenia)

Berangkat dari ibu kota Kroasia, kereta akan melintasi Slovenia dengan pemandangan serba hijau dan dibelah oleh aliran Sungai Riva Sava.

Ada kapel berpemandangan indah di sekitar stasiun Zagreb.

Stasiun di Zidani Most pun tak kalah cantik sebab berada di sisi Sungai Riva Sava dan dekat dengan kafe yang pun berpemandangan fotogenik.

Durasi perjalanan: 1 jam 25 menit
Tarif: 7,75 poundsterling (sekitar Rp133 ribu) sekali jalan

7. Innsbruck (Austria) ke Verona (Italia)

Kereta Brenner Pass yang melaju dari Innsbruck, Austria, ke Verona, Italia, mulai beroperasi semenjak tahun 1867 dan paling diandalkan oleh warga Austria-Italia.

Sepanjang perjalanan turis bakal disuguhi panorama Pegunungan Alpen, danau, dan tebing yang apik.

Durasi perjalanan: 3 jam 32 menit
Tarif: 38 poundsterling (sekitar Rp656 ribu) sekali jalan.