7 Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus, Bisa Mengancam Nyawa

7 Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus, Bisa Mengancam Nyawa

7 Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus, Bisa Mengancam Nyawa

7 Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus, Bisa Mengancam Nyawa

 

Penyakit yang diakibatkan oleh tikus mesti benar-benar diwaspadai. Hal ini karena, sekian banyak penyakit yang diangkut oleh fauna pengerat tersebut dapat mengancam nyawa kamu. Oleh sebab itu, menjaga kesucian rumah wajib anda laksanakan supaya tidak terdapat lagi tikus yang berkeliaran. PesiarQQ

Tikus bisa menularkan sekian banyak penyakit ke tubuh manusia, baik dari gigitan, mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi urine dan kotoran tikus, ataupun digigit oleh kutu yang pernah mengisap darah tikus yang sedang sakit.

Penyakit yang diakibatkan oleh tikus butuh diketahui guna mencegahnya. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk anda saja, bahkan untuk semua keluarga di rumah. Kamu mesti mengerjakan segala teknik untuk menciptakan tikus tidak berkeliaran lagi di rumah.

Virus Hanta dan Salmonellosis

Virus Hanta

Penyakit yang diakibatkan oleh tikus kesatu ialah virus hanta. Virus Hanta atau Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) disebarkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.

Kamu dapat terinfeksi virus hanta ini saat mencium partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang terdapat di udara. Di samping itu, anda juga dapat terinfeksi andai menyentuh atau memakan sesuatu yang bersentuhan dengan sesuatu yang pernah terpapar tikus. Bila anda digigit tikus, tersebut juga dapat menjadi salah satu teknik penularan virusnya, meskipun permasalahan digigit tikus jarang terjadi.

Gejala mula HPS sangat serupa dengan fenomena flu, laksana demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut. Sekitar 4 sampai 10 hari kemudian, orang yang terpapar mungkin pun mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

Salmonellosis

Salmonellosis atau salmonella adalah penyakit yang berasal dari tikus melewati kontak urine dan fesesnya. Umumnya salmonellosis mengakibatkan masalah pencernaan laksana diare, kram perut, dan demam.

Orang dewasa yang mengalami situasi ini tidak jarang kali sembuh dengan cepat atau tidak mengakibatkan masalah kesehatan yang serius dalam jangka panjang. Namun terdapat pula sejumlah kasus parah, andai infeksi sudah menginjak ke dalam aliran darah dan menyebar ke semua tubuh

Penyakit Pes dan Rat Bite Fever

Penyakit Pes

Penyakit pes diakibatkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan fauna pengerat lainnya. Bakteri penyebab penyakit pes ini diangkut oleh kutu yang tertular dari fauna pengerat, sampai-sampai kutu lantas akan menyebarkan bakteri tersebut ketika menggigit tubuh kamu.

Gejala penyakit pes yang sangat sering terjadi yaitu dengan timbulnya pembengkakan kelenjar getah jernih di selangkangan, ketiak, atau leher. Dalam sejumlah kasus, penyakit pes dapat sampai menyerang paru-paru. Kondisi ini tentu paling membahayakan. Komplikasi penyakit dari tikus ini bahkan dapat berujung pada meningitis sampai kematian.

Perlu diketahui, bahwa penyakit ini tidak hanya hanya disebarkan lewat fauna pengerat. Hewan laksana kelinci, anjing, kucing yang kutunya telah terinfeksi pes dapat menjadi sumber penularan penyakit. Penularan terjadi andai kamu berkontak langsung atau tergigit oleh fauna tersebut.

Umumnya penyakit pes tersebar di wilayah yang lingkungan padat warga dengan sanitasi yang buruk.

Rat Bite Fever (RBF)

Sesuai namanya, Rat Bite Fever (RBF) akan mengakibatkan demam yang berasal dari gigitan tikus. Ketika tikus menggigit seseorang, goresan dan kontak antara tikus dan insan menyebabkan tersebarnya infeksi pada tubuh manusia.

Gigitan tikus sendiri terbagi menjadi dua yaitu streptobacillary dan spirillary. Gejala infeksi streptobacillary mencakup muntah, nyeri sendi dan otot, ruam, muntah dan demam. Sementara infeksi spirillary dapat mengakibatkan demam berulang, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam.

Leptospirosis, LCM, dan HFRS

Leptospirosis

Penyakit yang diakibatkan oleh tikus selanjutnya ialah Leptospirosis. Leptospirosis ialah infeksi bakteri yang ditularkan oleh tikus saat seseorang mempunyai luka terbuka. Kemungkinan, infeksi terjadi ketika luka tersingkap yang belum sembuh itu bersentuhan atau terpapar langsung dengan perantara, contohnya air atau tanah, yang telah tercemar oleh urin tikus.

Meski menular dari tikus ke manusia, namun bakteri penyebab leptospirosis tidak akan beralih antar manusia. Sebenarnya tidak tidak jarang kali dikarenakan luka terbuka. Tanpa sengaja menyentuh perantara yang sudah terkontaminasi oleh urin fauna pengerat ini pun berkesempatan menularkan bakteri leptospirosis.

Penyakit ini bisa berkembang lebih parah menjadi meningitis (radang selaput otak), kehancuran ginjal, gangguan pernapasan, sampai kematian bila tidak segera ditangani.

Lymphocytic chorio-meningitis (LCM)

Penyakit yang diakibatkan tikus berikutnya ialah penyakit LCM. LCM atau Lymphocytic chorio-meningitis ialah penyakit dari tikus yang diakibatkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV), turunan virus Arenaviridae.

Virus ini juga dapat disebarkan oleh fauna pengerat peliharaan laksana hamster. Jika anda tergigit atau terpapar air liur dan air kencing fauna tersebut, maka anda berisiko tinggi merasakan penyakit infeksi ini.

Penyakit ini tadinya tidak bakal menimbulkan fenomena tertentu. Gejala baru timbul sesudah 8-13 hari sesudah teserang virus. Kamu bakal merasakan fenomena seperti demam, tidak cukup nafsu makan, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah.

Gejala beda yang muncul dapat termasuk sakit tenggorokan, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, nyeri testis, dan nyeri parotid (kelenjar ludah). Dalam permasalahan yang jarang terjadi, penyakit LCM dapat berkembang lebih jauh sampai menimbulkan peradangan pada sumsum tulang belakang.

Seorang perempuan hamil yang merasakan penyakit LCM berisiko menularkan virus tersebut untuk janin di dalam kandungannya. Bila infeksi terjadi sekitar trimester kesatu kehamilan, berisiko menakut-nakuti nyawa janin. Sementara bila terjadi pada trimester kedua dan ketiga, berisiko mengakibatkan cacat bermunculan pada bayi.

Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)

HFRS nyaris serupa dengan Virus Hanta yang adalahdemam yang hadir bersamaan dengan perdarahan (hemoragik) dan disertai sindrom ginjal (HFRS). HFRS tergolong penyakit laksana demam berdarah, demam berdarah epidemik, dan epidemi nephropathia. Sementara penyebarannya serupa dengan penyakit virus hanta.

Penyakit ini seringkali berkembang di dalam tubuh mulai dari 2 hingga 8 minggu sesudah terkena. Gejala mula bisa ditandai dengan sakit kepala sering, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur.

Terkadang, penyakit ini juga dapat ditandai dengan wajah, mata dan kulit yang berwarna agak kemerahan. Gejala parah juga dapat muncul saat seseorang merasakan penyakit ini, yaitu desakan darah rendah, syok akut, hingga gagal ginjal akut.