7 Negara Eropa Ini Segera Dibuka Kembali untuk Turis Siap Jalan-Jalan Lagi?

7 Negara Eropa Ini Segera Dibuka Kembali untuk Turis Siap Jalan-Jalan Lagi?

7 Negara Eropa Ini Segera Dibuka Kembali untuk Turis Siap Jalan-Jalan Lagi?

7 Negara Eropa Ini Segera Dibuka Kembali untuk Turis Siap Jalan-Jalan Lagi?

Desitanasi pariwisata terbesar di dunia sudah ditutup sejak jadi pusat pandemi Virus Corona COVID-19. Tetapi menjelang musim panas tiba, Eropa terlampau idamkan mengangkat pembatasan agar membawa dampak para turis mendongkrak ekonomi yang terpukul.

Di seluruh anggota benua, bermacam negara yang selagi ini masih menjalani karantina atau pembatasan, tengah berusaha melacak langkah mengenai bagaimana mereka dapat ulang menyambut wisatawan. http://68.183.234.248/sultan99/

Pekan lalu, Uni Eropa meluncurkan konsep aksi untuk mengakses ulang perbatasan internalnya, bersama dengan safe menyalakan sektor transportasi bersama dengan membangkitkan ulang koneksi kereta api, jalan, hawa dan laut yang sudah ditutup sepanjang pandemi.

Ini adalah keadaan yang ditunggu-tunggu oleh jutaan calon turis yang idamkan berwisata serta merasakan budaya Eropa sehabis berminggu-minggu atau berbulan-bulan diasingkan di rumah di dalam keadaan terkunci.

“Kita seluruh perlu istirahat, khususnya sehabis kurungan ini,” kata Thierry Breton, komisaris pasar internal Uni Eropa.

“Kami idamkan nikmati liburan musim panas, kita idamkan memandang keluarga dan teman-teman kita meskipun mereka tinggal di area lain, di negara lain.Tapi kita idamkan mampu selamanya sehat dan safe karena kita mengetahui virus dapat selamanya tersedia untuk kita sepanjang sebagian waktu,” tambahnya.

Eropa menyumbang 50% berasal dari pasar pariwisata world di dalam hal kedatangan dan jadi terlampau terpukul oleh pembatasan sepanjang ini. Kota-kota yang kebanyakan ramai layaknya Venesia, Roma, Paris, dan Barcelona sudah kosong sepanjang berbulan-bulan.

1. Prancis
Wisatawan internasional yang idamkan singgah ke Prancis sepertinya masih perlu menunggu selagi agak lama. Namun, bagi wisatawan domestik, mereka dapat mampu menikmatinya sebentar lagi.

Sama layaknya lokasi Uni Eropa lain, perbatasannya sudah ditutup untuk pengunjung non-UE sepanjang dua bulan paling akhir – bersama dengan UE baru-baru ini menyarankan perpanjangan larangan hingga 15 Juni 2020.

Mulai sekarang hingga setidaknya 24 Juli, siapa pun yang memasuki negara itu, jika warga negara Uni Eropa atau kedatangan berasal dari Inggris, dapat dikenakan karantina perlu sepanjang 14 hari.

Sementara pengunciannya perlahan-lahan dicabut, bersama dengan sekolah, restoran, dan kafe di negara itu diakses ulang di dalam sebagian minggu mendatang, menteri di dalam negeri Prancis, Christophe Castaner, sudah mengatakan bahwa negara itu tidak dapat mengadaptasi pembatasan perbatasannya untuk masa mendatang. Namun, hotel mampu diberikan izin untuk melanjutkan usaha di dalam sebagian minggu mendatang.

2. Yunani
Yunani barangkali pada akhirnya jadi salah satu tujuan Eropa pertama yang mengakses ulang wilayahnya bagi wisatawan.

Negara Mediterania itu sudah sukses melindungi angka kematian akibat COVID-19 terlampau rendah, bersama dengan tidak cukup berasal dari 170 kematian sejauh ini, lantaran memberlakukan kuncian yang ketat sejak dini.

Minggu ini, perdana menteri Kyriakos Mitsotakis menginformasikan negara itu dapat diakses ulang untuk turis terhadap 15 Juni.

“Periode pariwisata diawali terhadap 15 Juni, saat hotel-hotel musiman mampu diakses kembali,” kata Mitsotakis di dalam pernyataan yang disiarkan televisi terhadap 20 Mei.

“Mari kita menjadikan musim panas ini epilog krisis [COVID-19],” tambahnya.

Menurut Mitsotakis, upaya pembatasan di sejumlah tujuan pariwisata Yunani perlahan-lahan dapat diawali ulang berasal dari 1 Juli, dan wisatawan tidak ulang diharuskan untuk mengikuti tes COVID-19 atau masuk ke karantina.

Namun, menteri pariwisata Haris Theoharis mengatakan pejabat kesegaran dapat lakukan tes di area kalau perlu.

Selain itu, pajak pertambahan nilai (PPN) untuk seluruh transportasi dapat dikurangi jadi 13% berasal dari 24% di dalam upaya untuk memikat wisatawan.

3. Italia
Italia sudah jadi salah satu tujuan yang paling kritis dilanda pandemi, bersama dengan kuncian yang “sangat panjang” diberlakukan sejak bulan Maret.

Tetapi negara itu tidak dapat tertutup lebih lama lagi.

Pemerintah Italia sudah menginformasikan para pelancong UE dapat diizinkan masuk tanpa perlu menjalani karantina merasa 3 Juni di dalam “risiko yang diperhitungkan” untuk membawa dampak industri pariwisata negara itu bergerak lagi.

4. Jerman
Kanselir Jerman Angela Merkel idamkan menghentikan kontrol perbatasan di lokasi Schengen di dalam sebagian minggu ke depan.

“Tujuannya adalah jika proses infeksi memungkinkan, aku idamkan utamakan bahwa merasa Juni, kontrol perbatasan ke-15 di lokasi Schengen mampu semuanya dihilangkan,” katanya

Seorang juru bicara Kementerian Pariwisata Austria mengatakan bahwa kanselir berasal dari Jerman dan Austria sepakat untuk mengakses perbatasan di dalam langkah pertama bagi para pelancong harian.

Langkah kedua, pembukaan dapat ulang normal terhadap 15 Juni.

5. Inggris
Berdasarkan konsep selagi ini, hotel-hotel barangkali dapat merasa diakses terhadap awal Juli, tetapi karena pembatasan perbatasan UE masih berlaku, diinginkan Inggris dapat fokus terhadap perjalanan domestik sebelum ketentuan lebih lanjut dibuat.

“Dengan hampir 40 juta pengunjung masuk per tahun, pengunjung internasional memainkan anggota yang terlampau perlu berasal dari ekonomi pengunjung Inggris dan kita meminta mampu menyambut pengunjung ulang saat safe untuk melakukannya,” ujar Nigel Huddleston, menteri pariwisata Inggris, di dalam pidatonya terhadap Pertemuan Menteri Pariwisata G20 Luar Biasa perihal COVID-19.

6. Portugal
Portugal termasuk sudah merasa meringankan pembatasan kunciannya, terlalu mungkin salon dan toko reparasi diakses kembali.

Beberapa restoran, museum, dan kedai kopi diizinkan diakses terhadap kapasitas yang berkurang terhadap 18 Mei.

Perdana Menteri Antonio Costa baru-baru ini menginformasikan bahwa pantai termasuk dapat diakses ulang terhadap 6 Juni.

Walaupun tampaknya para pengunjung internasional yang ragu-ragu dapat mampu ulang sebelum th. 2021, tujuan selanjutnya sudah lakukan langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya.

Rita Marques selaku Menteri Pariwisata, baru-baru ini meluncurkan skema ” jangan batalkan, tunda”, yang terlalu mungkin wisatawan menjadwal ulang tiap tiap liburan yang sudah diatur di awalnya ke Portugal hingga akhir th. 2021.

7. Swiss
Pada pertengahan Mei, penyeberangan perbatasan Swiss bersama dengan Italia, Prancis, Jerman dan Austria, semuanya dapat diakses kembali.

Tetapi itu tidak bermakna bahwa segala sesuatunya ulang normal.

Hanya warga negara Swiss dan penduduk tetap, serta mereka yang perlu lakukan perjalanan ke Swiss karena alasan profesional yang diizinkan untuk memasuki negara tersebut.