7 Mitos dan Fakta Pemakaian Kondom sebagai Alat Kontrasepsi

7 Mitos dan Fakta Pemakaian Kondom sebagai Alat Kontrasepsi

7 Mitos dan Fakta Pemakaian Kondom sebagai Alat Kontrasepsi

 

7 Mitos dan Fakta Pemakaian Kondom sebagai Alat Kontrasepsi

Kondom adalah salah satu pilihan alat kontrasepsi nonhormonal yang terbuat dari lateks tipis berwarna transparan dan memiliki kemampuan perlindungan sebagai pencegahan kehamilan.

Permukaan kondom berbeda-beda, Ma. Ada yang berbintil, berkontur di bagian ujungnya, atau berulir secara menyeluruh. Kondom juga umumnya sekarang diciptakan dengan berbagai aroma yang bisa membangun imajinasi dan membuat hubungan seks jadi semakin romantis.

Kondom tidak mengganggu kenikmatan saat berhubungan intim. Hanya saja kamu perlu memakainya dengan tepat.

Sebagian orang memasang kondom kurang pas karena terburu-buru atau bisa juga karena canggung dan masih malu-malu saat memakaikan ke penis pasangannya.

Kamu sendiri, apakah sudah pernah mencoba memakai kondom?

Nah, ternyata banyak juga nih mitos dan fakta seputar kondom si alat kontrasepsi sekali pakai yang beredar di tengah masyarakat. Mungkin kamu jadi khawatir untuk memakainya.

Berikut ini PESIARQQ, sebutkan 7 mitos dan fakta seputar pemakaian kondom, alat kontrasepsi nonhormonal yang harus kamu ketahui.

1. Mitos: Pakai kondom bikin ejakulasi dini
7 Mitos dan Fakta Pemakaian Kondom sebagai Alat Kontrasepsi

Faktanya justru nggak begitu Ma. Kondom bisa membantu pasangan kamu mempertahankan ereksi dan mencegah terjadinya ejakulasi dini.

Kok gitu?

Lateks tipis yang melapisi penis saat masuk ke bagian kewanitaan justru membuatnya mampu bekerja lebih tahan lama. Alhasil ejakulasi bisa tertunda.

Nah, terlebih lagi jika kamu dan suami melakukannya dengan posisi tertentu yang membuat suami bisa mengontrol gerakan tubuhnya. Ini malah bisa bikin jadi semakin bertambah lama.

Berani coba?

2. Mitos: Kondom nggak efektif cegah kehamilan
7 Mitos dan Fakta Pemakaian Kondom sebagai Alat Kontrasepsi

Faktanya kondom bisa mencegah kehamilan hingga 98% jika cara pemakaian dilakukan dengan benar. Pastikan bagian penampung sperma terpasang di ujung penis, bukan di atas atau di bawahnya.

Hati-hati dengan cara pemakaiannya, karena efektifitas bisa berkurang kalau kamu salah pasang.

3. Mitos: Pakai 2 kondom sekaligus biar aman
7 Mitos dan Fakta Pemakaian Kondom sebagai Alat Kontrasepsi

Faktanya memakai kondom dobel justru bisa membuat kamu dan pasangan merasa kurang nyaman. Memakai 2 kondom secara bersamaan mapah menimbulkan risiko sobek karena gesekan yang terjadi.

Sebagian perempuan juga mengeluhkan terasa lebih cepat panas di bagian dalam vaginanya, demikian bagi yang pernah mengalaminya.

Sobek di satu lapisan atau bahkan di kedua lapisan juga mungkin saja terjadi. Jadi lebih baik pakai kondom cukup 1 lapis saja ya.

4. Mitos: Kondom berbahaya karena mudah sobek
5

Bahan lateks yang dipakai pada kondom memang tipis. Namun ini bukan berarti kondom mudah sobek.

Kamu perlu memastikan cara memakai kondom dengan benar.

Bagaimana cara memakai kondom yang aman?
Setelah gulungan kondom terpasang pada penis pasangan kamu, pastikan tidak ada gelembung udara di ujung kondom. Hindari kondom dari sentuhan atau garukan kuku, gigi, aksesori yang sekiranya tajam dan bisa merusak lapisannya.

5. Mitos: Kondom mudah terlepas di dalam vagina
6

Waduh, membayangkannya saja sudah ngeri nih ya. Ditambah lagi kalau ternyata kondom tersebut sudah selesai dipakai, alias si Papa sudah menghujaninya dengan sperma.

Faktanya kasus kondom sobek atau lepas hanya sekitar 2% menurut data DKT Indonesia (2019), dan ini bisa dihindari dengan cara pemakaian yang benar serta posisi hubungan seks yang pas dan wajar.

Lakukan hubungan seks yang wajar adalah seks yang tidak menggunakan alat bantu lain sehingga bisa menyebabkan kondom terlepas di vagina atau bahkan sobek.

Kemungkinan lain kondom terlepas saat dipakai adalah pasangan tetap berhubungan seks sementara penis sudah melunak dan posisi laki-laki dan perempuan dengan kondisi sama-sama duduk berhadapan.

6. Mitos: Oral seks setelah memakai kondom memberikan kenikmatan lebih7

Faktanya bahan lateks yang tipis sebaiknya tidak terkena benturan gigi. Kondom juga sudah diformulasikan untuk masuk ke dalam vagina dan bukan untuk ke mulut.

Bahaya lho Ma, kalau tergores gigi nanti kondomnya malah jadi rusak atau sobek.

Kondom yang sudah terferifikasi juga memiliki kualitas yang bagus. Pemilihan bahan dan proses pembuatannya pun tidak sembarangan sehingga aman untuk vagina dan tidak mudah menyebabkan iritasi.

7. Mitos: Kondom bisa menyebabkan impotensi
8

Faktanya belum ada studi mengenai hal ini. Tidak ada bukti nyata seorang laki-laki dilaporkan impotensi akibat menggunakan kondom secara rutin setiap kali ia melakukan hubungan seks.

Itulah 7 mitos dan fakta seputar pemakaian kondom bagi pasangan suami istri. Sudah tenang kan, sekarang?