7 Kesalahan dalam Mendidik Dan Mengajarkan Anak SD

7 Kesalahan dalam Mendidik Dan Mengajarkan Anak SD

7 Kesalahan dalam Mendidik Dan Mengajarkan Anak SD

7 Kesalahan dalam Mendidik Dan Mengajarkan Anak SD

Mendidik anak ialah pembelajaran seumur hidup. Tidak terdapat sekolah eksklusif yang mengajarkan orangtua tentang teknik mendidik anak yang sempurna. Seperti halnya orangtua, anak juga menjalani sekian banyak pembelajaran, baik dalam urusan akademis maupun perilaku, di sekolah.

Kesalahan ke-1 dalam Mendidik Anak SD: Mengabaikan Kondisi Obesitas

Banyak orangtua yang melalaikan obesitas atau keunggulan berat badan pada anak.Ini ialah kesalahan besar. Perubahan jasmani anak SD memang terjadi, tapi tidak boleh biarkan anak menjadi obesitas. Dorong anak guna aktif dan menjalankan pola santap sehat. Sebab, obesitas pada anak dapat memicu penyakit hipertensi, kolesterol tinggi, serta diabetes, di masa dewasa.

Kesalahan ke-2: Tidak Bersungguh-sungguh ketika Berbicara pada Anak

Sebagian orangtua berpikir, celaan dan kritik pasti dapat memperbaiki perilaku anak. Begitu pula dengan sekian banyak pujian pada anak, bahkan bila dibacakan setengah hati oleh orangtua. Padahal, pujian yang dilontarkan tanpa kesungguhan hati orangtua, dapat berbahaya untuk anak.

Kesalahan ke-3: Tidak Memberikan Teladan

Sebelum menyerahkan perintah pada anak, pastikan Anda telah menjadi teladan baginya. Misalnya, saat meminta anak bangun pagi, maka kita pun jangan kesiangan. Keteladanan merupakan teknik termudah dalam mendidik anak.

Kesalahan ke-4: Menunda Diskusi mengenai Pubertas

Kesalahan dalam mendidik anak SD yang pun umum dilaksanakan orangtua ialah menunda percakapan tentang topik pubertas. Orangtua dianjurkan mulai membicarakan pubertas bersama anak semenjak ia berusia sembilan tahun.

Kesalahan ke-5: Tidak Rutin Memeriksakan Kesehatan Anak

Anak membutuhkan imunisasi, pengecekan gigi, serta pengecekan tumbuh kembang secara menyeluruh. Jika anak tidak mendapatkan pengecekan tahunan tersebut, maka dampaknya bakal signifikan. Berikut ini jenis imunisasi yang mesti diterima anak SD cocok usianya.

Kelas 1 SD:

Imunisasi diphteria tetanus (Dt) dan Campak/MR. Imunisasi Dt bermanfaat untuk menangkal penyakit difteri, tetanus, serta pertusis (batuk rejan) pada anak.

Kelas 2 dan 5 SD:

Imunisasi tetanus difteri (Td), sebagai lanjutan imunisasi Dt, supaya kekebalan tubuh anak semakin baik.Jika tidak memeriksakan anak secara teratur ke dokter, kita melewatkan sekian banyak informasi urgen tentang berat dan tinggi badan yang ideal, rekomendasi nutrisi, serta kegiatan fisik yang dianjurkan untuk anak.

Kesalahan ke-6: Menyepelekan Bullying pada Anak

Anak SD paling rentan terhadap tindakan perisakan atau bullying. Anak yang tidak jarang terlihat murung, diam, tertekan, atau mengeluh kesakitan, dapat menjadi peringatan untuk orangtua mengenai adanya bullying. Tanda beda dari bullying adalah saat anak tak mau bersekolah lagi. Jika urusan ini terjadi, bicaralah dengan semua guru di sekolah untuk menggali tahu penyebabnya.

Kesalahan ke-7: Memberikan Jadwal Kegiatan yang Terlalu Padat

Melihat potensi yang lumayan besar, orangtua barangkali tertarik guna mendaftarkan anak ke sekian banyak les yang dapat membuatnya kelelahan. Hati-hati dalam memilih pekerjaan di luar jam sekolah. Sebab berbagai kegiatan tersebut dapat memengaruhi performa di sekolah.