7 Kebiasaan Makan yang Menyebabkan Diabetes Harus Dihindari

7 Kebiasaan Makan yang Menyebabkan Diabetes Harus Dihindari

7 Kebiasaan Makan yang Menyebabkan Diabetes Harus Dihindari

7 Kebiasaan Makan yang Menyebabkan Diabetes Harus Dihindari

 

Kebiasaan makan yang mengakibatkan diabetes terpengaruh oleh pola makan yang tidak sehat. Selain itu, aspek genetik dan model hidup sedenter jadi sebagian penyebab lainnya yang tidak dapat diakui sepele begitu saja.

Seperti yang banyak diketahui, bermacam type makanan manis merupakan tidak benar satu penyebab utama diabetes. Tidak hanya itu, tak hanya makanan manis, kebiasaan makan anda sehari-hari juga jadi tidak benar satu penyebab diabetes yang perlu dihindari. link alternatif pokercc

Kebiasaan makan yang mengakibatkan diabetes perlu langsung dihindari. Kebiasaan jelek ini juga dapat menyebabkan dampak jelek lainnya tak hanya diabetes. Oleh karena itu, sebaiknya ketahui pola makan yang paling baik untuk anda terapkan.

Berikut perihal kebiasaan makan yang mengakibatkan diabetes

Makan Larut Malam dan Terlalu Banyak Makan Daging

Makan Larut Malam

Makan larut malam umumnya mengakibatkan kadar glukosa darah meningkat lebih dari umumnya terhadap pagi berikutnya. Itu tambah menyebabkan persoalan terutama jika kadar glukosa di dalam darah berada di atas kisaran normal, yaitu melebihi 80-130mg/dL.

Sebaiknya mengonsumsi camilan karbohidrat porsi kecil yang kaya serat (20 gram atau kurang) dengan protein tanpan lemak untuk mengimbuhkan rasa kenyang jika senantiasa inginkan ngemil di malam hari.

Hindari pula makan malam larut dengan porsi benar-benar besar. Pada dasarnya, apa pun yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan akan tingkatkan risiko diabetes. Ada sebuah belajar dari Perelman School of Medicine, Universitas Pennsylvania, AS, yang melaporkan bahwa makan benar-benar malam dapat tingkatkan kadar gula darah dan insulin yang dapat mengakibatkan terjadinya diabetes type 2.

Terlalu Banyak Makan Daging

Terlalu banyak mengonsumsi protein dapat mempengaruhi kadar glukosa darah, terutama jika protein yang anda mengonsumsi adalah daging merah. Menurut sebuah penelitian, peningkatan mengonsumsi daging merah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.

Sebaiknya batasi protein hewani yang berasal dari daging merah dan tinggi lemak, seperti daging sapi dan daging kambing, utamanya yang dimasak dengan cara digoreng. Sebaliknya, perbanyak mengonsumsi protein hewani seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, dan lain-lain. Jika tak dapat terlepas dari protein hewani, pilih yang rendah lemak seperti telur, ikan, dan daging ayam.

Makan Tidak Seimbang dan Terlalu Sedikit Serat

Makan Tidak Seimbang

Makan benar-benar banyak karbohidrat dan kurangnya asupan nutrisi lain, seperti sayuran dan protein tanpa lemak, dapat mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Oleh karena itu, makanan seimbang menolong anda kenyang dan berikan seluruh nutrisi yang dibutuhkan.

Memasangkan protein tanpa lemak (seperti dada ayam tanpa kulit) dengan makanan karbohidrat kompleks (beras merah) dapat memperlambat pencernaan, dan menolong anda menjadi kenyang lebih lama sambil miliki dampak minimal terhadap kadar glukosa darah sesudah makan.

Terlalu Sedikit Makan Serat

Selain menghalangi mengonsumsi gula terhadap makanan atau minuman manis, kadar gula darah juga dapat dijaga dengan mengonsumsi serat, terutama serat larut.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi serat dapat turunkan resistensi insulin, yang merupakan penyebab dari diabetes. Selain itu, memperbanyak asupan serat lebih-lebih mengakibatkan anda kenyang lebih lama karena mengakibatkan pengosongan lambung, mengendalikan porsi makan dengan mengakibatkan anda lebih cepat kenyang, sampai mengakibatkan gula darah jadi stabil.

Beberapa sumber serat yang direkomendasikan antara lain: oatmeal, kacang-kacangan dan polong-polongan, brokoli, alpukat, pir, buah berry, lentil, apel, dan lain-lain.

Terlalu Banyak Konsumsi Lemak Jenuh dan Minuman Tinggi Gula

Terlalu Banyak Mengonsumsi Lemak Jenuh

Penelitian menyatakan bahwa asupan lemak yang berlebihan (lebih dari 30 % dari keseluruhan kalori) dapat memperburuk resistensi insulin. Jauhi makanan yang cenderung mempunyai kandungan lemak suntuk di dalam kuantitas tinggi, seperti makanan dari restoran cepat saji.

Selain dapat tingkatkan kadar kolesterol, lemak suntuk juga dapat tingkatkan risiko diabetes. Lemak type ini banyak terkandung di dalam susu tinggi lemak, keju olahan, mentega, tak hanya kacang, dan daging berlemak.

Konsumsi Camilan Berbahan Tepung Terigu

Karbohidrat olahan (highly processed carbohydrates), seperti roti putih tawar, pretzel, pasta, atau biskuit, yang sumbernya adalah tepung terigu telah dikaitkan di dalam sebagian penelitian dapat tingkatkan resistensi insulin.

Penyebabnya adalah kadar gula yang benar-benar tinggi di dalam makanan-makanan tersebut. Batasi produk olahan yang dibuat dengan tepung terigu dan gula tambahan. Fokuslah terhadap camilan sehat yang tinggi serat dan dibuat dengan biji-bijian utuh.

Minuman Ringan Mengandung Gula dan Kalori Tinggi

Banyak orang tidak paham berapa banyak gula yang dapat dikonsumsi di dalam wujud cair dan seberapa cepat itu dapat tingkatkan gula darah. Jus dan soda digunakan untuk membuat sembuh orang yang miliki persoalan gula darah rendah karena kedua type minuman itu dapat cepat tingkatkan gula darah.

Itu bagus jika gula darah anda rendah. Namun, jika kadar gula darah tinggi, konsumsinya justru dapat membahayakan. Dalam satu kaleng minuman ringan, kurang lebih 30 gram gula atau setara dengan sembilan sendok teh gula. Sebuah penelitian yang dijalankan oleh American Diabetes Association menunjukkan bahwa risiko diabetes melitus meningkat sebanyak 26 % terhadap mereka yang mengonsumsi 1–2 minuman ringan per hari.