7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

PESIARQQ – Kita tahu bahwa Gunung Everest yang terletak di antara Tibet dan Nepal adalah gunung tertinggi di dunia. Dengan ketinggian 8.848 meter dari permukaan laut dan suhu rata-rata di puncak mencapai -36°C, hewan apa yang bisa hidup di kondisi ekstrem seperti ini?

Jangan salah, ternyata ada beberapa hewan yang bisa kita temui ketika mendaki Gunung Everest, lho! Apa saja hewan-hewan tangguh itu?

1. Beruang Himalaya
7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

Sesuai namanya, beruang Himalaya (Ursus thibetanus laniger) dapat ditemukan di dataran tinggi Himalaya di Nepal, Tibet, India, Pakistan dan Tiongkok. Beruang ini memiliki bulu berwarna hitam yang tebal dengan garis putih di bagian dada. Hewan ini bisa ditemukan di ketinggian 3.000-3.700 meter di atas permukaan laut.

Namun, ketika musim dingin tiba, beruang Himalaya akan turun ke dataran dengan ketinggian 1.500 meter. Beruang ini memiliki tinggi 140-170 cm dan berat rata-rata 91-120 kilogram. Beruang Himalaya adalah hewan omnivora yang biasa memakan buah, madu, kacang-kacangan, akar tanaman sampai serangga seperti larva kumbang dan rayap.

2. Himalayan goral
7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

Hewan lain yang bisa ditemukan di Gunung Everest adalah Himalayan goral (Naemorhedus goral). Himalayan goral memiliki panjang 95-130 cm dan berat 35-42 kilogram. Bulunya berwarna abu-abu dan kecokelatan, dengan surai pendek di leher untuk pejantan. Baik jantan maupun betina memiliki tanduk yang bisa tumbuh hingga 18 cm.

Kamu bisa menemukan hewan ini di dataran tinggi Himalaya, di wilayah Bhutan, India, Nepal dan Tibet. Di India dan Nepal, hewan ini bisa ditemukan di ketinggian 900-2.750 meter, sementara di Pakistan ditemukan di ketinggian 1.000-4.000 meter. Sayangnya, hewan ini masuk dalam IUCN Red List akibat perburuan liar dan kehilangan habitat.

3. Kambing gunung Himalaya
7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

Kambing gunung Himalaya (Hemitragus jemlahicus) bukan kambing biasa. Ia melengkapi dirinya dengan bulu yang tebal beserta jumbai di bagian leher untuk melindungi diri dari suhu dingin. Hewan ini bisa ditemukan di dataran tinggi Himalaya, tepatnya di Tibet, India dan Nepal. Mereka biasa memakan rumput, dedaunan dan buah-buahan.

Tanduknya lebih panjang dari Himalayan goral, yakni mencapai 46 cm. Tanduk ini dipakai selama musim kawin untuk memperebutkan betina dari pejantan lain. Mereka bisa hidup hingga usia 14-15 tahun. Sama seperti Himalayan goral, kambing ini juga masuk dalam IUCN Red List. Populasinya semakin menurun akibat kehilangan habitat dan diburu.

4. Macan tutul salju
7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

Macan tutul salju (Panthera uncia) bisa dikenali dari bulunya yang tebal, berwarna putih dengan bintik-bintik hitam. Di antara kucing besar yang lain, macan tutul salju memiliki bulu yang paling tebal. Ini adalah bentuk adaptasi supaya mereka bisa hidup di tempat yang memiliki suhu ekstrem seperti di Gunung Everest.

Namun, berkat bulunya yang cantik ini, macan tutul salju jadi incaran pemburu. Kulit dan bulunya adalah komoditas yang mahal di pasar gelap, sementara tulang, cakar dan bagian tubuh lain sering dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional Asia. Diprediksi, jumlah macan tutul salju saat ini hanya tinggal 4.500-7.500 ekor saja.

5. Panda merah
7 Hewan yang Bisa Ditemui ketika Mendaki Gunung Everest, Apa Saja?

Panda merah (Ailurus fulgens) menghuni bagian timur dataran tinggi Himalaya dan bagian barat daya Tiongkok. Hewan seukuran kucing rumah ini dikenali berkat bulunya yang berwarna cokelat kemerahan, ekor yang panjang dan tebal serta dihiasi garis-garis. Sama seperti panda raksasa, bambu adalah makanan utamanya.

Dua per tiga dari makanan hariannya adalah bambu, sisanya panda merah akan memakan telur, serangga, daun mulberry, kulit kayu dan bunga. Mereka bisa hidup hingga usia 8-10 tahun, meski ada yang bisa hidup hingga usia 15 tahun. Sayangnya, panda merah masuk dalam kategori terancam punah di IUCN Red List.

6. Yak liar
7

Tahukah kamu, apa itu yak liar (Bos mutus)? Ini adalah hewan sejenis sapi yang menghuni dataran tinggi Himalaya. Ukurannya besar, panjangnya mencapai 2,5-3,3 meter dengan berat 305-1.000 kilogram! Berbeda dengan sapi biasa, hewan ini memiliki bulu yang lebat dan tebal untuk menjaganya tetap hangat di tempat yang sangat dingin.

Yak liar biasa menghuni tempat dengan ketinggian 3.000-5.500 meter di atas permukaan laut. Mereka bisa ditemukan di bagian utara Tibet serta beberapa tempat di Tiongkok dan India. Jumlahnya sekarang tak lebih dari 10.000 ekor, sehingga yak liar diklasifikasikan sebagai hewan yang rentan oleh IUCN Red List.

7. Kijang kesturi
8

Terakhir, ada rusa kesturi yang menghuni Gunung Everest. Mereka dikenali berkat gigi taringnya yang besar dan panjang serta mengeluarkan aroma mirip kesturi. Kijang ini memiliki kaki belakang yang lebih panjang dari kaki depannya. Hewan ini memiliki panjang antara 80-100 cm dengan berat antara 7-17 kilogram.

Anyway, hanya kijang jantan yang memiliki kelenjar kesturi dan aroma ini dikeluarkan untuk menarik pasangan. Sedihnya, kijang ini banyak diburu karena kelenjar aromanya. Kelenjar ini dihargai sekitar US$ 45.000 di pasar gelap atau sekitar Rp627 juta! Tak heran, jumlahnya terus menurun dan masuk dalam kategori terancam punah di IUCN Red List.

Nah, itulah 7 hewan yang bisa ditemui saat mendaki Gunung Everest. Apakah kamu ada cita-cita untuk pergi ke sana?