7 Film Horor Indonesia yang Sukses di Ajang Internasional

7 Film Horor Indonesia yang Sukses di Ajang Internasional

7 Film Horor Indonesia yang Sukses di Ajang Internasional

7 Film Horor Indonesia yang Sukses di Ajang Internasional

Sangat disayangkan tapi lagi-lagi perwakilan dari Indonesia, film kontroversial Kucumbu Tubuh Indahku, gagal masuk ke jejeran nominasi Oscar tahun 2020.Daftar di sini

Bahkan, film yang diajukan oleh Indonesia sampai sekarang belum pernah masuk ke daftar pendek kategori Film Panjang Internasional loh.

Tapi ini bukan berarti film Indonesia tidak dihargai karena banyak film horor Indonesia yang mendapat penghargaan di ajang film internasional, geng!

7 Film Horor Indonesia yang Sukses di Ajang Internasional
Film horor memang sudah menjadi tradisi dunia perfilman Indonesia, dari jamannya Suzanna sampai sekarang ada Asmara Abigail, film horor tidak pernah hilang.

Dulu sempat ada era di mana industri film Indonesia dipenuhi dengan film horor nggak jelas tapi untungnya film seperti itu sekarang sudah menghilang, geng.

Sekarang, film horor Indonesia kualitasnya sudah nggak main-main, seperti yang ditunjukkan di 7 film horor Indonesia yang sukses di ajang internasional.

1. Dara (2007)

Salah satu sineas paling dihormati di perfilman Indonesia saat ini adalah duet The Mo Brothers yang terdiri dari Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto.

Duat sutradara ini terkenal lewat film mereka yang sangat penuh darah seperti di film pendek Dara yang masuk ke film horor antologi Takut: Faces of Fear.

Film ini menceritakan kisah wanita cantik bernama Dara (Shareefa Daanish), seorang pemilik restoran yang menyimpan sebuah rahasia kelam.

Saat ditayangkan di New York City Horror Film Festival di 2007, film Dara dipilih oleh penonton untuk memenangkan penghargaan Audience Award, geng!

2. Rumah Dara (2009)

Kesuksesan film pendek Dara akhirnya dijadikan kesempatan oleh duet sutradara The Mo Brothers untuk membuat film panjang pertama mereka, Rumah Dara.

Film ini merupakan pengembangan konsep film pendek Dara dan The Mo Brothers mengundang kembali aktor dan aktris yang sama untuk film ini, geng!

Rumah Dara menceritakan kisah Ladya (Julie Estelle) dan rekan-rekannya yang tiba di rumah milik perempuan psikopat Dara (Shareefa Daanish).

Di ajang Pucheon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan, Daanish berhasil memenangkan penghargaan Aktris Terbaik dan film ini dinominasikan untuk Film Terbaik.

3. Pintu Terlarang (2009)

Satu lagi sineas Indonesia yang sudah terkenal di dunia horor adalah sutradara Joko Anwar yang pertama kali mencicipi genre horor melalui film Pintu Terlarang.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Sekar Ayu Asmara, film ini menceritakan kisah seorang pematung bernama Gambir (Fachri Albar).

Di dalam karyanya, Gambir memasukkan tubuh janin ke dalam patung wanita hamil dan dia mulai terlibat dengan sebuah klub misterius bernama Herosase, geng.

Film inilah yang berhasil mengalahkan Rumah Dara dan memenangkan penghargaan Film Terbaik di Pucheon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan.

4. Modus Anomali (2012)

Setelah sukses dengan Pintu Terlarang, Joko Anwar melanjutkan lagi perjalanannya di genre horor dengan film Modus Anomali yang juga memiliki elemen thriller.

Film ini menceritakan kisah seorang Pria (Rio Dewanto) yang sedang berlibur bersama keluarganya di sebuah hutan.

Setelah kedatangan seorang tamu tak diundang, pria tersebut tiba-tiba terpisah dari keluarganya dan dia harus berjuang untuk menyelamatkan mereka.

Di ajang Molins Film Festival di Spanyol, Joko Anwar berhasil memenangkan penghargaan Sutradara Terbaik untuk film ini, geng!

5. V/H/S/2 (2014)

Setelah sukses beroperasi di duet The Mo Brothers, Timo Tjahjanto mulai melebarkan sayapnya sendiri di film horor antologi V/H/S/2.

Di sini, Timo berkolaborasi dengan sutradara film silat The Raid, Gareth Evans, di segmen Safe Haven yang banyak dianggap sebagai segmen terbaik di antologi ini.

Segmen ini bercerita mengenai sekelompok kru televisi yang menginfiltrasi sebuah kelompok pemuja setan demi mengejar sebuah berita.

Di ajang Fangoria Chainsaw Awards di Amerika Serikat, film antologi ini berhasil memenangkan penghargaan Film dengan Perilisan Terbaik, geng!

6. Sebelum Iblis Menjemput (2018)

Kesuksesan Timo Tjahjanto membuatnya dilirik oleh layanan streaming Netflix dan mereka akhirnya berkolaborasi untuk film Sebelum Iblis Menjemput, geng.

Film ini menceritakan kisah Alfie (Chelsea Islan), seorang wanita yang mencari alasan dibalik penyakit ayahnya dan menemukan rahasia kelam dibalik keluarganya.

Seperti yang sudah menjadi khas Timo, film ini penuh dengan pertumpahan darah yang membuat Timo dijuluki sebagai penerus sutradara horor ternama Sam Raimi.

Saat ditayangkan di Sitges Film Festival di Spanyol, film ini menjadi film terbaik di kategori film gila Midnight X-Treme, geng!

7. Pengabdi Setan (2018)

Demam remake nggak cuma ada di Hollywood saja karena kita juga kedatangan film Pengabdi Setan yang merupakan remake dari film tahun 1987, geng!

Disutradarai oleh Joko Anwar, film ini menceritakan kisah Rini (Tara Basro), seorang gadis yang sedang berjuang untuk menyembuhkan penyakit misterius ibunya.

Film ini merupakan proyek impian Joko Anwar setelah dia dibuat ketakutan saat pertama kali menonton film ini waktu bocah loh.

Di ajang Molins Film Festival di Spanyol, film ini dinominasikan untuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Naskah Terbaik, geng!