7 Cara Mengatasi Trauma Banjir pada Anak

7 Cara Mengatasi Trauma Banjir pada Anak

7 Cara Mengatasi Trauma Banjir pada Anak

 

7 Cara Mengatasi Trauma Banjir pada Anak

Agodapoker poker republik – Musibah banjir yang berlangsung di awal tahun 2020 ini pasti begitu membekas di benak seluruh orang, terhitung terhadap benak Si Kecil. Walau masih balita, tetapi kejadian duka layaknya banjir kemarin bisa menyayat luka di benak anak lho, Moms. Kalau udah begitu, anak pun bisa mengalami trauma.

Bukan hanya Anda, bayi dan balita pun bisa mengalami trauma bencana alam. bencana alam terhitung di antaranya adalah gempa bumi, tornado, tsunami, longsor. Cuaca esktrem terhitung bisa bisa menyebabkan anak mengalami trauma bencana alam lho, Moms!

Lalu bagaimana langkah menangani trauma banjir terhadap anak? Lakukan beberapa langkah tersebut ini ya, Moms.
7 Cara Mengatasi Trauma Banjir pada Anak

1. Berikan Rasa Aman
Setelah mendadak dilanda banjir, mengimbuhkan rasa safe terhadap anak pasti jadi hal yang paling ia perlukan. langkah paling baik untuk menangani trauma banjir terhadap anak adalah bersama mengimbuhkan sentuhan ekstra, layaknya pelukan hangat atau sekadar mengelus punggung Si Kecil. Hal simpel itu bisa memberi anak rasa safe yang amat ia perlukan sesudah tertimpa musibah.

2. Bersikap Tenang
Untuk menenangkan Si Kecil sesudah terkena banjir, Anda wajib bersikap tenang khususnya dahulu. Jangan menunjukkan keresahan terhadap anak, atau jangan nampak panik saat tersedia anak-anak di kurang lebih Anda. Perhatikan suara berkata Anda, karena anak amat cerdas mengenali ancaman bahaya hanya bersama mendengar suara berkata Anda, Moms.

3. Tetap Lakukan Rutinitas
Walau sedang dilanda musibah, sebisa bisa saja menjalankan tradisi layaknya biasa bisa memberi menyadari Si Kecil jika hidupnya bakal baik-baik saja. Cobalah untuk selalu melaksanakan rutinitas, setidaknya makan dan tidur di jam yang sama. Jika Anda sekeluarga terpaksa berada di daerah pengungsian, ciptakan tradisi baru dan terapkan itu sampai Anda bisa ulang ke rumah dan menjalankan tradisi layaknya semula.

4. Pastikan Anak Tetap Aktif
Menjaga anak selalu aktif dan ceria di sedang musibah? Kami mengerti, ini pasti bukan hal mudah. Namun percayalah, Moms, membebaskan Si Kecil beraktivitas dan bermain bersama teman-teman seusianya adalah langkah tepat untuk menahan trauma. Semacam mengalihkan perhatian anak dari musibah yang tersedia di depan matanya, Moms.

5. Beri Anak Penjelasan
Sangat direkomendasi untuk memberi penjelasan terhadap anak perihal apa yang berlangsung selagi itu, apa penyebabnya, dan biarkan anak menanyakan banyak hal terhadap Anda. Ingat, anak bakal merasa lebih safe dan berani menghadapi kenyataan jika orang dewasa yang ia percaya bisa menjelaskan kejadian traumatis bersama baik. Pilih selagi berkata yang baik ya, Moms.

6. Batasi Berita
Setelah musibah melanda, Anda wajib saring akses anak ke sumber berita yang bisa saja bisa memberatkan kenangan buruknya. Gaya bahasa penyampaian berita di TV, website, atau bisa saja Instagram bisa jadi kurang ramah anak, maka lebih baik ia mendapat penjelasan dari Anda. Anak yang percaya jika kejadian tidak menggembirakan hanya berbentuk sementara, bisa lebih cepat sembuh dari trauma lho, Moms.

7. Dengarkan Si Kecil
Walau bisa saja keresahan yang dirasakan anak agak berlebihan, tetapi selagi dan perhatian Anda untuk mendengarkan keluh kesah mereka amat membantu, Moms! Habiskan lebih banyak selagi untuk mendengarkan Si Kecil, apa yang membuatnya resah, dan apa yang mengidamkan ia melaksanakan untuk membantunya sembuh dari trauma.

Setiap anak terhitung bisa saja bangkit dari trauma bersama langkah yang berbeda-beda. Ada yang mengidamkan lebih diperhatikan, tersedia yang mengidamkan lebih banyak bertemu teman-temannya, tetapi tersedia terhitung yang justru lebih mengidamkan menyendiri. Ini seluruh normal dialami saat anak merasa marah, bersalah, sedih, dan emosi lainnya. Biarkan ia bersedih sejenak, dan rangkul ia untuk bangkit bersama Anda.