6 Tipe Anak Rentan Korban Bullying. Anak Pintar pun Bisa Jadi Sasaran!

6 Tipe Anak Rentan Korban Bullying. Anak Pintar pun Bisa Jadi Sasaran!

6 Tipe Anak Rentan Korban Bullying. Anak Pintar pun Bisa Jadi Sasaran!

6 Tipe Anak Rentan Korban Bullying. Anak Pintar pun Bisa Jadi Sasaran!

Bullying atau perisakan adalah isu yang menjadi perhatian tidak sedikit orang belakangan ini. Terutama semua pendidik dan orangtua yang masing-masing hari sedang di lingkungan sekolah yang rentan sekali terhadap permasalahan ini.

Setiap orang dapat menjadi korban bullying, baik tersebut anak maupun orang dewasa. Korban bullying umumnya ialah mereka yang terlihat ‘berbeda’ atau istimewa dikomparasikan orang-orang di lingkungan sosialnya. Tak tidak jarang kali anak dengan kekurangan, tetapi anak yang memiliki keunggulan positif pun dapat menjadi korban bullying. Orangtua dan pendidik butuh tahu, sebagai berikut 6 tipe anak yang seringkali menjadi korban bullying, dikutip dari Cerdaspoker Domino99.

1. Si Anak Serba Bisa
6 Tipe Anak Rentan Korban Bullying. Anak Pintar pun Bisa Jadi Sasaran!

Anak yang menonjol, bertalenta dan berprestasi di bidang-bidang tertentu seringkali mendapat perhatian positif dari teman-teman sebaya dan orang yang lebih tua. Bukan melulu di bidang akademik, anak yang menonjol ini dapat jadi adalahkapten kesebelasan olahraga, pemusik atau juga pemimpin ekstrakurikuler.

Pelaku bullying menjadikan anak-anak tipe ini sebagai targetnya sebab mereka merasa inferior atau khawatir keterampilan sang anak berprestasi bakal menutupi ‘pesonanya’. Tindakan bullying yang dilaksanakan bertujuan supaya sang anak berprestasi merasa cemas dan ragu akan keterampilan dirinya sendiri bahwa ia tak sebaik yang orang beda pikirkan.

2. Si Anak Pintar
6 Tipe Anak Rentan Korban Bullying. Anak Pintar pun Bisa Jadi Sasaran!

Jangan salah, sama seperti permasalahan si Anak Serba Bisa, si Anak Pintar pun bisa jadi menjadi korban bullying. Si Anak Pintar ini dapat menangkap latihan lebih cepat dan menggarap tugas-tugas dengan baik. Ketekunan dan kepintaran mereka menciptakan pelaku merasa iri. Karena itulah, mereka menjadikan si Anak Pintar ini sebagai target sebab si Anak Pintar seringkali menjadi favorit teman-teman sebaya dan semua guru.

3. Si Rentan
6 Tipe Anak Rentan Korban Bullying. Anak Pintar pun Bisa Jadi Sasaran!

Anak dengan jati diri tertutup, introvert, mudah khawatir dan unik diri ialah target beda dari pembully. Para peneliti percaya, anak dengan self-esteem rendah adalah sasaran lunak para pembully sebab mereka gampang dimanipulasi dan berjuang menyenangkan orang lain supaya diterima lingkungan sosialnya.

Anak yang merasakan stres atau depresi pun rentan menjadi korban. Mereka tidak bakal melawan dan pasrah. Karenanya, semua pembully merasa punya kuasa dan memilih anak yang lebih lemah sebagai lawannya.

4. Si Unik
6 Tipe Anak Rentan Korban Bullying. Anak Pintar pun Bisa Jadi Sasaran!

Hampir seluruh karakteristik jasmani yang bertolak belakang atau unik unik perhatian pelaku bullying. Entah tersebut anak yang tinggi, pendek, kurus atau gemuk. Di samping itu, anak yang mempunyai fitur-fitur tubuh bertolak belakang juga rentan menjadi korban bullying, contohnya berkacamata, berjerawat, berambut keriting, berhidung lebar dan lain-lain.

Karakteristik jasmani ini menjadi sasaran lunak sebagai bahan becandaan dan caci maki. Tipikal bullying ini sangat memprovokasi self-esteem korbannya.

5. Si Anak Berkebutuhan Khusus
4

Anak berkebutuhan eksklusif pun biasanya menjadi korban bullying. tidak sedikit cerita dari semua orangtua anak berkebutuhan khusus laksana autisme, ADHD, disleksia atau kondisi-kondisi beda yang membuatnya bertolak belakang dari anak yang lain.

Pembully mengindikasikan kekejamannya dengan menjadikan mereka bahan olok-olokan, seakan-akan tak punya empati. Penting untuk guru dan orangtua menyimak anak dengan kondisi-kondisi ini guna merasa didukung dan punya teman, supaya mereka tidak merasa semakin terpuruk karenanya.

6. Si Anak Berbeda
6

Entah tersebut ras, agama, orientasi seksual atau kebiasaan yang berbeda, memungkinkan seorang anak disisihkan dari pergaulannya. Anak laki-laki yang tidak banyak feminin dan wanita yang tomboy pun dapat menjadi target bullying. Mereka menjadi korban sebab kurangnya pemahaman soal perbedaan dan toleransi bakal orang-orang dengan kepercayaan, agama, kebiasaan dan karakter yang bertolak belakang dari sekitarnya. Terutama untuk anak yang hidup di lingkungan beberapa besar satu suku atau agama.

Bagaimana juga juga, satu urusan yang butuh disadari orangtua dan pendidik bahwa perbuatan bullying terjadi bukan sebab kesalahan Sang Korban, walaupun ia tampak bertolak belakang daripada teman-teman di lingkungan sosialnya.Tanggungjawab atas segala perbuatan berada di pundak Sang Pelaku, bukan korban. Penting untuk orangtua dan pendidik guna menyadari dan segera beraksi jika terindikasi ada permasalahan bullying di sekitar.