6 Fakta Wabah Pes Bubonic yang Bikin China Siaga

6 Fakta Wabah Pes Bubonic yang Bikin China Siaga

6 Fakta Wabah Pes Bubonic yang Bikin China Siaga

6 Fakta Wabah Pes Bubonic yang Bikin China Siaga

 

Seorang warga China dilaporkan meninggal dikarenakan terinfeksi pes bubonic atau bubonic plague. Hal ini sebabkan China siaga 3 terkait pencegahan dan penularan wabah bubonic sampai akhir th. 2020.
Pasien dilaporkan meninggal sesudah mengalami kegagalan multi organ. Kasus ini jadi kematian akibat wabah pes bubonic ke dua yang dikonfirmasi China th. ini. Cerdaspoker DominoQQ

Dikutip berasal dari bermacam sumber, tersebut 6 fakta mengenai pes bubonic, penyakit yang mewabah di China.

1. Apa itu pes bubonic?
Dikutip berasal dari laman formal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pes bubonic atau bubonic plague adalah penyakit zoonosis yang menyerang hewan pengerat dan dapat tertular ke manusia. Berdasarkan organ yang terinfeksi pes, penyakit ini dibagi jadi tiga jenis, yaitu:

– Pes terhadap sistem limfatik (bubonic plague)
– Pes terhadap aliran darah (septicemic plague)
– Pes terhadap paru-paru (pneumonic plague).

“Wabah pes yang paling umum disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi bakteri (bubonic plague). Penularan ini akan sebabkan pembengkakan kelenjar getah bening yang dapat meradang dan beralih jadi luka terbuka yang bernanah,” demikian dikutip berasal dari laman tersebut, Senin (10/8/2020).

2. Disebabkan oleh bakteri yersinia petis
Penyakit pes bubonic disebabkan oleh infeksi bakteri yersinia pestis yang dapat dibawa oleh tikus, kelinci, kambing, domba, dan kucing.

“Faktanya, lebih berasal dari 200 spesies hewan dapat terinfeksi oleh penyakit ini,” sebut Pusat Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat di Iowa State University lewat Health.

3. Gejala pes bubonic
Menurut Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menjelaskan, pengidap pes bubonic akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa menyakitkan di bawah lengan, leher, atau di selangkangan. Sementara itu, dikutip berasal dari laman Mayo Clinic, tersedia lebih dari satu tanda-tanda yang dapat diidentifikasi kala terinfeksi pes bubonic, apa saja?

– Menggigil dan demam
– Kelemahan ekstrim
– Sakit perut, muntah, dan diare
– Pembengkakan kelenjar getah bening
– Pendarahan kulit, mulut, atau hidung.

Gejala pes bubonic adalah keluar usai masa inkubasi dalam satu sampai enam hari. Dikutip berasal dari laman formal CDC, tanpa penyembuhan bakteri dapat menyebar ke anggota tubuh lain.

4. Penularan lewat kontak langsung
“Orang dapat terinfeksi oleh wabah lewat gigitan kutu, kontak segera dengan hewan yang terinfeksi, atau menghirup bakteri. Gigitan kutu adalah bentuk penularan yang paling umum,” sadar Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Dalam persoalan penyakit pes bubonic, bakteri berkembang biak di kelenjar getah bening paling dekat berasal dari daerah bakteri masuk ke dalam tubuh.

Wabah dapat jadi penyakit yang terlampau parah terhadap manusia, terlebih dalam bentuk septikemia dan pneumonia, dengan rasio fatalitas persoalan 30% – 100% kalau tidak diobati.

5. Diagnosis dini terlampau penting
Jika penyakit pes tidak diobati dengan cepat, bakteri dapat menyebar ke anggota tubuh lain dan sebabkan komplikasi yang lebih serius.

CDC merekomendasikan seorang pasien yang didiagnosis terinfeksi pes perlu diisolasi di tempat tinggal sakit. Demi menghambat kematian akibat pes, antibiotik perlu diberikan dalam kala 24 jam sesudah munculnya gejala.

6. Bisakah wabah pes bubonic jadi pandemi?
Wabah pes tidak seperti virus Corona COVID-19, kala ini telah tersedia prosedur perawatan yang sadar untuk wabah pes bubonic. Artinya, kecil barangkali terjadi pandemi seperti terhadap abad ke-14.

“Kita saat ini miliki pemahaman mengenai bagaimana penyakit ini ditularkan. Kita sadar mencegahnya, penanganan dan penularannya,” kata Dr. Shanthi Kappagoda, seorang dokter penyakit menular di Stanford Health Care, kepada Healthline.

“Kita juga dapat melindungi pasien yang terinfeksi dengan antibiotik yang efisien dan memberi obat tersebut terhadap mereka yang barangkali terpapar bakteri dan menghambat mereka sakit,” sambungnya.