6 Cerita Rakyat yang Bersemayam di Air Terjun Indonesia

6 Cerita Rakyat yang Bersemayam di Air Terjun Indonesia

6 Cerita Rakyat yang Bersemayam di Air Terjun Indonesia

6 Cerita Rakyat yang Bersemayam di Air Terjun Indonesia

SenjaQQ – Keberadaan air terjun di penjuru Indonesia disertai dengan beragam sejarah berikut cerita rakyat yang menarik. Mulai dari kabar burung bernada mistis sampai legenda kerajaan.
Percaya atau tidak percaya, masyarakat setempat masih ada yang mempercayai cerita-cerita tersebut, jadi ada baiknya kita sebagai pendatang berusaha untuk menghormatinya.

Berikut beberapa air terjun di Tanah Air beserta kisah urban yang menyertainya:

1. Air Terjun Coban Rondo
Air terjun setinggi 84 meter ini salah satu objek wisata paling populer di Malang, Jawa Timur.

Di balik keindahannya, Coban Rondo dikisahkan warga setempat sebagai simbol kisah cinta Dewi Anjarwati yang berasal dari berasal dari Gunung Kawi dan Baron Kusuma berasal dari Gunung Anjasmoro.

Keduanya menikah, dan Baron mengajak Dewi ke Gunung Anjasmoro. Namun rencana ini tak direstui orangtua Dewi karena umur pernikahan mereka yang masih sangat muda.

Benar saja, saat dalam perjalanan muncul Joko Lelono yang ingin merebutnya dari tangan Baron Kusuma.

Pertemuan ini berujung pertarungan hebat dan punakawan yang mengiringi mereka membawa Dewi Anjarwati untuk bersembunyi di suatu tempat yang memiliki air terjun (coban). Baron lalu tewas dan secara otomatis Dewi Anjarwati menjadi rondo (istilah Jawa bagi janda).

Sejak saat itulah, air terjun tempat persembunyian Dewi Anjarwati dikenal dengan nama Coban Rondo.

2. Air Terjun Madakaripura
Air terjun ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Air yang mengalir di antara dua tebing bebatuan menjadi keunikan air terjun ini.

Masyarakat Jawa Timur sepertinya paham betul bahwa air terjun Madakaripura sangat dekat dengan Maha Patih Gajah Mada. Air Terjun Madakaripura juga memiliki kaitan yang cukup kuat dengan sejarah panjang kerajaan Majapahit.

Menurut penduduk setempat nama Madakaripura memiliki arti “tempat terakhir”. Konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di lokasi air terjun ini.

Adapun lokasi persemedian Patih Gajah Mada terletak di gua yang berada di air terjun utama. Cerita ini diperkuat dengan adanya arca Gajah Mada yang berada di tempat parkir kawasan Air Terjun Madakaripura ini.

3. Air Terjun Sedudo
Air Terjun Sedudo menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tak ketinggalan, air terjun ini menyimpan banyak kisah rakyat.

Alkisah dulu ada seorang petani tebu bernama Sanak Pogalan. Sepanjang hayatnya ia banyak menelan kekecewaan kepada pemerintah yang berkuasa.

Ia lalu memutuskan bertapa di sekitar sumber air terjun Sedudo serta berniat menenggelamkan Kota Nganjuk dengan membuat sumber air yang sangat besar.

Karena kesucian Sanak Pogalan inilah, sebagian warga meyakini jika Air terjun Sedudo mengandung beberapa khasiat, salah satunya obat awet muda.

Selain Sanak Pogalan, adapula cerita tokoh Kyai Curigonoto yang sengaja mengasingkan diri di atas air terjun itu.

Dalam pengasingannya, ia berniat untuk menjadikan hutan itu sebagai kebun rempah-rempah. Kyai Curigonoto lantas meminta Raja Kediri untuk mengirim rempah-rempah ke tempat pengasingannya.

Namun, tak begitu jauh dari tujuannya, tiba-tiba gerobak-gerobak yang mengangkut rempahan itu terguling di antara sumber Air Terjun Sedudo.

Tak disangka rempahan itu tumbuh subur hingga memenuhi hutan. Rempahan itu disebut mengalir di air terjun Sedudo yang juga dipercaya mampu menjadi obat yang multikhasiat.

4. Air Terjun Nglirip Tuban
Air terjun Nglirip Tuban yang berada di Bali ini juga memiliki cerita di balik keindahannya.

Mulanya ada sepasang kekasih yang berbeda kasta, sang pria dari golongan kaya raya sementara sang gadis adalah putri pasangan petani desa. Hubungan keduanya tidak direstui oleh orang tua sang pria.

Karena cinta terlarang itu, ayah pria tersebut menyuruh pengawalnya untuk membunuh putranya tersebut agar tak lagi mempermalukan keluarga besarnya yang bangsawan.

Sang gadis sangat sedih dan memilih untuk bersemedi di dalam gua tersembunyi di balik Air Terjun Nglirip sampai akhir hayatnya.

Konon katanya arwah gadis itu sering menampakkan diri di sekitar air terjun. Masyarakat sekitar menyebutnya Putri Nglirip.

5. Air Terjun Songgo Langit
Air terjun ini terletak di Desa Bucu, Kembang, Jepara, Jawa Tengah.

Dikisahkan ada seorang pria dari Desa Tunahan menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asal Desa Blucu dan berlanjut hingga ke jenjang pernikahan.

Diketahui Desa Tunahan dan Desa Blucu terbentang sungai. Sementara pada zaman dahulu seorang laki-laki yang hendak melamar seorang perempuan harus membawa perabotan dapur seperti wajan, piring, gelas, sekaligus membawa hewan peliharaan seperti kerbau, sapi, atau kambing.

Pada suatu hari sang isteri menyiapkan sarapan untuk suami. Saat memasak si sitri kurang berhati-hati dan menimbulkan suara-suara alat dapur yang saling bersentuhan. Ibu dari perempuan itu menegur anaknya.

Rupanya si suami salah mendengar teguran tersebut, yang diartikannya sebagai bernada negatif.

Pada saat itu si suami merasa tersinggung dengan perkataan sang mertua. Lalu kedua pasutri tersebut berniat pergi dari rumah untuk pindah ke tempat asal suami dengan mengendarai pedati yang ditarik oleh sapi.

Namun pedati yang mereka naiki salah jalan sehingga masuk ke jurang yang sangat dalam (sekarang menjadi Air Terjun Songgolangit). Sepasang pasutri tersebut hilang, tidak ada yang mengetahui keberadaanya.

Hingga kini, masih ada masyarakat setempat yang memiliki pantangan untuk menikahkan pasangan yang berasa dari Desa Tunahan dan Desa Blucu. Dikhawatirkan hubungan rumah tangga mereka akan mengalami kemelut.

6. Air Terjun Sekar Langit
Air Terjung Sekar Langit di Magelang, Jawa Tengah, ini sangat terkenal dengan legenda Jaka Tarub yang mencuri selendang bidadari bernama Nawangwulang yang sedang mandi di Air Terjun Sekar langit.

Karena perbuatan Jaka Tarub, Nawangwulang tidak bisa kembali ke khayangan. Selain itu, selendang juga tersebut juga merupakan sumber kekuatan Nawangwulan.

Singkat cerita, Nawangwulan akhirnya menetap di Bumi dan menjadi istri Joko Tarub. Konon bagi orang-orang yang masih jomblo akan mendapatkan jodohnya jika mandi di air terjun ini.