6 Cara Terhindar Dari Heat Stroke Akibat Paparan Cuaca Panas

6 Cara Terhindar Dari Heat Stroke Akibat Paparan Cuaca Panas

6 Cara Terhindar Dari Heat Stroke Akibat Paparan Cuaca Panas

 

6 Cara Terhindar Dari Heat Stroke Akibat Paparan Cuaca Panas

Tinggal di negara beriklim tropis, terik matahari dan udara yang panas dapat menjadi ‘makanan’ sehari-hari. Namun belakangan, cuaca fanatik berkepanjangan yang terjadi di sebanyak wilayah, tergolong Indonesia, mengakibatkan suhu lebih panas dan terik matahari lebih menyengat dari biasanya.

Cuaca yang terlalu panas tak hanya dapat membuat tubuh alami dehidrasi yang merangsang berkurangnya tenaga sampai menghambat aktivitas, tetapi paparan cuaca panas juga dapat menyebabkan munculnya heat stroke.

Heat stroke adalah kondisi saat tubuh merasakan peningkatan suhu yang drastis dampak dari penyampaian cuaca panas. Ini bukanlah situasi yang sepele. Sebab, saat heat stroke menyerang, tak melulu sakit kepala yang dirasakan, namun pun berimbas ke organ urgen di dalam tubuh laksana otak, hati, ginjal, dan otot.

Heat stoke seringkali ditandai dengan sakit kepala, kulit memerah, detak jantung meningkat, rasa mual sampai muntah, bahkan hilang kesadaran. Jika tak segera ditangani, pasien juga dapat meningkatkan risiko terserang komplikasi serius sampai menyebabkan kematian.

Berikut sejumlah teknik yang dapat dilakukan sebagai format pencegahan heatstroke, dilansir dari pokerace99 pkr.

1. Pakaian dengan sirkulasi udara

Pakaian berbahan tebal dan ketat bisa menghambat tubuh guna menurunkan suhu ketika berada di tengah cuaca panas. Bagi itu, usahakan kenakan pakaian berbahan tipis dan longgar saat beraktivitas.

Selain tersebut pakaian berwarna terang juga lebih baik untuk digunakan ketika suhu sedang tinggi sebab sifatnya yang tak menyerap panas.

2. Gunakan sunscreen

Ketika kulit terbakar, keterampilan tubuh untuk menenangkan diri pun akan terpengaruh. Gunakan sunscreen dengan SPF 15 atau lebih, tidak boleh lupa guna mengaplikasikannya kembali masing-masing 2 jam sekali supaya kulit tidak jarang kali terlindungi.

Anda juga dapat menggunakan kacamata hitam dan topi saat berpergian guna menghindari sengatan sinar matahari.

3. Hidrasi tubuh

Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat menolong produksi keringat dan menjaga temperatur tubuh di suhu normal. Pastikan tubuh tidak jarang kali dalam situasi yang terhidrasi dengan memenuhi keperluan cairan tubuh.

4. Hindari olahraga di siang hari

Ketika kita berolahraga di tengah cuaca yang panas, tubuh akan kendala untuk menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan sampai-sampai akan menambah risiko terpapar heatstroke. Sebaiknya ganti jadwal olahraga ke pagi atau senja hari, kecuali andai olahraga dilaksanakan di dalam ruangan ber-AC.

5. Batasi kegiatan luar ruangan

Dalam suhu yang ekstrem, hindari kegiatan luar ruangan yang menciptakan tubuh berada langsung di bawah terik matahari. Orang yang tak terbiasa dengan cuaca panas paling rentan guna terserang heatstroke. Bila mesti sedang di tengah cuaca terik nan panas, pakai pelindung laksana topi atau payung guna menghindari penyampaian panas matahari secara langsung.

6. Istirahat

Jika kita merasa tubuh melemah atau keletihan saat beraktivitas di luar ruangan yang terik, tidak boleh ragu guna beristirahat sejenak di lokasi yang teduh. Pastikan untuk membawa air mineral saat beraktivitas, supaya Anda dapat menghidrasi tubuh kapanpun ketika dibutuhkan.