6 Bahan yang Pantang Dijadikan Campuran Smoothie

6 Bahan yang Pantang Dijadikan Campuran Smoothie

6 Bahan yang Pantang Dijadikan Campuran Smoothie

6 Bahan yang Pantang Dijadikan Campuran Smoothie

Smoothie merupakan salah satu menu yang direkomendasikan untuk memulai hari. Anda bisa memperoleh smoothie dengan meracik sendiri atau membelinya.
Untuk smoothie yang Anda beli di pasaran, sebaiknya cek lagi bahan-bahannya. Sebab jika salah pilih, salah-salah smoothie justru bakal membuat lingkar pinggang melebar.

Sebaliknya, jika Anda ingin membuat smoothie sendiri, ada bahan-bahan yang ‘haram’ untuk dijadikan campuran. Mungkin Anda sudah menyiapkan alpukat, kismis, dan nanas, tetapi menambahkan yogurt rendah lemak bukan ide baik. Ini pun berlaku buat jus buah, es krim maupun pemanis tambahan.

Berikut bahan-bahan yang pantang dijadikan campuran smoothie.
1. Jus buah
Saat mencampur semua bahan smoothie ke dalam blender, mungkin Anda khawatir kurang cairan. Jangan sekalipun tergoda untuk mencampurkan jus buah. Meski dalam label kemasan Anda disuguhi aneka informasi nutrisi, jus buah kemasan tidak memiliki serat seperti buah segar.

Saat mencampur jus buah, Anda malah menambahkan karbohidrat. Sebagai contoh, dalam sekitar 236 mililiter jus jeruk terdapat 13 gram karbohidrat. Untuk alternatif, sebaiknya tambahkan teh hijau, susu tanpa pemanis atau air putih biasa.

2. Es krim, yogurt beku atau sorbet
Smoothie dengan campuran es krim, yogurt beku atau sorbet sebenarnya bukan minuman kebugaran melainkan makanan penutup. Yogurt beku kerap mengandung banyak gula.

Jika Anda memang ingin menyisipkan sejenis makanan penutup ke dalam smoothie, coba Greek yogurt tanpa pemanis dan segenggam buah beku. Anda bakal memiliki sensasi mirip makan makanan penutup tetapi sebenarnya membawa manfaat.

3. Yogurt bebas lemak dan dengan perasa
Greek yogurt mengandung tinggi protein dan memiliki tekstur lembut nan creamy. Yogurt ini begitu ideal sebagai bahan dasar smoothie. Namun lain cerita saat Greek yogurt dikemas dalam label ‘bebas lemak’ dan dicampur perasa.

Sebuah studi pada 2015 yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan lebih banyak produk susu dengan lemak yang dikonsumsi, makin rendah risiko terkena diabetes. Justru mereka yang mengonsumsi produk susu rendah lemak malah mengalami insiden diabetes tertinggi.

Peneliti menjelaskan nutrisi penting produk susu seperti kalsium, protein, vitamin D dan nutrisi lain baik untuk tubuh. Lemak diperlukan tetap bersama nutrisi penting ini demi memberikan efek perlindungan. Menghilangkan lemak bisa membuat otot menipis.

“Orang yang rendah kadar vitamin D menunjukkan penurunan kekuatan dan pemborosan otot,” kata Ilyse Schapiro, ahli gizi mengutip dari LudoQQ Poker Galaxy.

4. Terlalu banyak bahan menyehatkan
Anda menginginkan perut rata? Alpukat dan selai kacang bakal jadi bahan smoothie terbaik. Meski baik, terlalu banyak lemak sehat malah akan memberikan hasil sebaliknya. Tetap perhatikan porsi yang disarankan. Ahli gizi menyarankan seperlima alpukat baik untuk satu sajian. Sedangkan untuk selai kacang, cukup dua sendok makan sudah cukup.

Untuk alternatif selai kacang, coba sisipkan selai almond. Almond kaya akan riboflavin, magnesium dan mangan. Menurut Stephanie Middleberg, ahli gizi, nutrisi ini baik untuk mencegah osteoporosis juga menyehatkan metabolisme. Selain itu terdapat vitamin E dan flavonoid yang mampu melawan penyakit jantung dan kanker.

5. Pemanis tambahan
Tidak semua racikan smoothie memiliki rasa yang ‘ramah’ di lidah. Kadang ada rasa aneh berkat campuran sayur atau asam dari buah. Sebaiknya Anda tidak menambahkan pemanis demi membuat smoothie lebih enak.

Anda mungkin bakal memilih madu tetapi madu tetap sebagai pemanis. Satu sendok makan madu mengandung 17 gram gula. Tak perlu mengandalkan pemanis tambahan tetapi andalkan rasa alami buah.

6. Buah kaleng
Buah kaleng barangkali terlihat sangat praktis untuk membuat smoothie. Namun makin praktis, justru makin lebar lingkar pinggang Anda. Buah kaleng dikemas dalam sirup. Sekaleng buah bisa mengandung hingga 20 gram gula.

Jika buah segar cukup sulit didapat, Anda bisa menyiasatinya dengan menyimpan buah beku. Daripada buah kaleng, buah beku menyimpan lebih banyak nutrisi.