Efek dan Kandungan Gas Air Mata serta Cara Penanganannya saat Terkena Mata

Efek dan Kandungan Gas Air Mata serta Cara Penanganannya saat Terkena Mata

Efek dan Kandungan Gas Air Mata serta Cara Penanganannya saat Terkena Mata

Efek dan Kandungan Gas Air Mata serta Cara Penanganannya saat Terkena Mata

PESIARQQ – Gas air mata atau lachrymatory agent merupakan senyawa kimia yang dapat mengakibatkan rasa sakit pada mata.

Gas air mata bisa digunakan sebagai alat pertahanan diri.

Selain itu, gas air mata kerap kali digunakan untuk mengendalikan massa ketika terjadi suatu kerusuhan.

Sebenarnya, gas air mata bukan merupakan barang baru.

Gas air mata sering kali disebut ketika terjadi demonstrasi atau kerusuhan.

Gas air mata dapat terdiri atas beberapa senyawa, antara lain CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CR, CN (chloroacetophenone), bromoacetone, phenacyl bromide, atau semprotan merica.

Gas air mata dilepaskan dalam bentuk granat atau kaleng aerosol yang dipasang di ujung senapan gas dan ditembakkan dengan peluru kosong.

Hal itulah yang menyebabkan terdengarnya suara tembakan ketika pelatuk gas air mata dilepaskan.

Granat gas air mata sering meledak di udara.

Kemudian granat tersebut akan memuntahkan wadah logam untuk melepaskan gas.

Wadah tersebut memiliki suhu yang panas, sehingga dilarang untuk menyentuhnya.
Efek Gas Air Mata

Meski tidak mematikan, gas air mata tergolong dalam gas beracun.

Gas air mata dapat menimbulkan beberapa efek tertentu pada tubuh.

Biasanya dapat memicu peradangan pada selaput lendir mata, hidung, mulut, dan paru-paru.

Efek tersebut akan muncul sekitar 30 detik setelah terkena gas.

Gejala yang muncul antara lain sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata yang berlebihan, pengelihatan menjadi kabur, kesulitan bernafas, dan nyeri pada dada.

Selain itu, orang yang terkena gas air mata juga dapat mengalami air liur berlebihan, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, terasa seperti tercekik, kebingungan dan disorientasi yang memicu kepanikan, kemarahan intens.

Pada kadar tertentu, terkontaminasi gas air mata dapat menyebabkan muntah dan diare. (3)
Penanganan

Alat antisipasi terbaik terhadap gas air mata adalah masker gas.

Akan tetapi masih ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk meminimalkan efek dari gas air mata.

Jika terkena gas air mata, kain atau handuk yang direndam dalam jus lemon atau cuka sari buah dapat membantu.

Anda dapat bernapas melalui kain yang diasamkan selama beberapa menit tersebut.

Kacamata juga bisa membantu, terutama kacamata renang yang ketat jika kacamata keamanan berbahan kimia tidak tersedia.

Jangan memakai lensa kontak di mana ketika berada di lokasi yang terkena dampak gas air mata.

Jika Anda mengenakan lensa kontak, segera lepaskan.

Untuk pakaian yang terkena gas air mata, Anda bisa mengenakan pakaian lagi setelah dicuci secara terpisah dari baju lain. (1)