5 Rekomendasi Film Korea Tentang Keluarga dan Persahabatan

5 Rekomendasi Film Korea Tentang Keluarga dan Persahabatan

5 Rekomendasi Film Korea Tentang Keluarga dan Persahabatan

 

5 Rekomendasi Film Korea Tentang Keluarga dan Persahabatan

Korea Selatan memiliki tidak sedikit film yang pantas untuk ditonton, baik sendiri maupun bareng orang terdekat seperti kawan atau keluarga.

Banyak film asal Korea sendiri telah mempunyai pengakuan di sekian banyak festival film internasional, laksana yang terjadi pada Parasite.

Dari sekian tidak sedikit film Korea yang ada, Berikut sebanyak film yang bertajuk keluarga guna menjadi rekomendasi film Korea pada pekan ini guna disaksikan bareng keluarga di rumah.

1. Canola (2016)

Canola ialah sebuah film drama yang dibintangi oleh aktris Kim Goeun, aktris senior Korsel Youn Yuh-jung. Film ini juga diperankan oleh personel boyband SHINee, Choi Minho.

Canola bercerita mengenai hubungan seorang cucu dengan neneknya. Hye Ji (Kim Goeun) tinggal bareng neneknya yang mempunyai nama Hye Choon (Youn Yuhjung) sebab kehilangan orang tua.

Hye Ji ialah anak yang pintar dan mahir menggambar. Suatu hari, nenek dan Hye Ji pergi ke pasar. Ketika di pasar, tiba-tiba Hye Ji hilang tanpa jejak di tengah kerumunan orang. Semenjak kejadian ini, nenek terus menggali Hye Ji masing-masing hari dan tanpa menyerah.

Dua belas tahun selesai dan tiba-tiba Hye Ji ditemukan. Ia sudah tumbuh menjadi seorang gadis remaja. Namun sesudah tinggal kembali bareng nenek, Hye Ji bukanlah yang dikenal sebelumnya

2. Okja (2017)

Okja adalah sebuah film laga-petualangan. Film ini berkisah mengenai Mija (An Seohyun), seorang anak yatim piatu yang bermukim di gunung bareng kakeknya. Mija pun menjadi kawan seekor fauna hybrid raksasa mempunyai nama Okja.

Mija mengawali petualangan untuk mengamankan Okja hingga ke New York sebab dibawa oleh suatu perusahaan mempunyai nama Mirando Corporation guna dipotong.

Perjalanan Mija membawa Okja kembali menjadi paling rumit dan menantang saat bertemu dengan sekelompok kapitalis, demonstran dan konsumen dari Mirando Corporation. Sementara yang ia inginkan melulu membawa Okja kembali ke rumahnya.

Film ini disutradarai oleh sineas kenamaan Korea Selatan, Bong Joonho. Ia menggabungkan humor, aksi, dan drama dalam film yang juga diperankan bintang Hollywood laksana Lily Collins dan Jake Gyllenhaal.

3. Punch (2011)

Punch bercerita mengenai hubungan antara pria remaja mempunyai nama Wandeuk (Yoo Ahin) dan gurunya yang mengherankan dan menyebalkan mempunyai nama Dongjoo (Kim Yunseok). Wandeuk berasal dari keluarga kurang mampu dan di sekolah, nilainya juga jelek.

Ia ialah seorang berandalan yang pandai baku hantam. Hidup Wandeuk mulai berubah saat Dongjoo pindah dan menjadi tetangganya. Wandeuk mulai mengenal Dongjoo. Pada tadinya mereka ialah musuh, lantas menjadi teman.

Dongjoo lantas mengajarkan Wandeuk guna mengekspresikan kemarahannya lewat kick boxing. Tidak melulu itu, dalam prosesnya, Wandeuk merasakan pendewasaan emosional dan mengerti makna mempunyai sebuah mimpi

4. Keys to The Heart (2018)

Dirilis 2018 oleh CJ Entertainment, Keys to The Heart bercerita tentang hubungan antara mantan petinju dengan keluarganya, khususnya adik tirinya yang menderita sindrom savant.

Petinju mempunyai nama Jim Joha (Lee Byunghun) ini saat masih kecil sudah menonton penganiayaan yang dilaksanakan oleh sang ayah untuk ibunya.

Karena tidak tahan, sang ibu kabur meninggalkan rumah. Joha juga hidup sebatang kara sebab sang ayah meringkuk di penjara. Kondisi ini menyebabkan Joha tumbuh menjadi pria yang kasar dan dingin.

Setelah bertahun-tahun, Joha bertemu dengan ibunya di suatu restoran. Dan saat itulah, hidupnya mulai berubah.

5. The Way Home (2002)

The Way Home menceritakan anak berumur tujuh tahun mempunyai nama Sanwoo (Yoo Seungho) yang dititipkan oleh ibunya di lokasi tinggal neneknya yang bisu (Kim Eulboon) sebab sang ibu mesti menggali pekerjaan di Seoul.

Lahir dan diagungkan di kota, Sangwoo merasakan benturan kebiasaan dengan neneknya yang berumur 78 tahun itu. Hal ini sebab pemikiran neneknya yang masih tradisional dan lingkungan pedesaan yang terasa asing.

Keadaan ini merangsang pemikiran bahwa ibu Sanwoo sudah menelantarkannya. Ia menjadi tidak hormat dan egois terhadap suasana dan pun neneknya. Ia pun sering mengamuk dan bahkan melempar makanan yang telah disiapkan neneknya.

Tetapi neneknya tidak menyerah, ia tetap sabar dan telaten menyerahkan kasih sayang untuk Sanwoo. Perlahan namun pasti, Sanwoo berubah. Namun masalah mulai datang ketika ibunya kembali. CERDASPOKER