5 Penyebab Kaki Gatal-gatal Saat Sedang Olahraga

5 Penyebab Kaki Gatal-gatal Saat Sedang Olahraga

5 Penyebab Kaki Gatal-gatal Saat Sedang Olahraga

5 Penyebab Kaki Gatal-gatal Saat Sedang Olahraga

Rasa gatal memang dapat muncul secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya, tak terkecuali ketika Anda sedang berolahraga. Kondisi ini dapat menyerang sejumlah bagian tubuh Anda, tergolong kaki.

Sebagian besar rasa gatal ketika olahraga bukan urusan yang butuh dikhawatirkan. Tapi, pada sejumlah kasus, rasa gatal sesudah olahraga dapat mengganggu dan adalahtanda dari situasi medis tertentu. Lantas, apa yang mengakibatkan muncul rasa gatal di kaki dan tubuh ketika olahraga?

Penyebab gatal di kaki dan badan ketika olahraga

Gatal atau dalam istilah medis dikenal dengan pruritus ialah sensasi yang timbul dampak sel kulit atau sel saraf yang merasakan iritasi. Sensasi itu terjadi saat ujung saraf yang dinamakan dengan pruriceptors terangsang oleh infeksi, cedera, penyampaian bahan kimia, suhu, atau respon kekebalan tubuh kita sendiri. Ketika pruriceptors dirangsang, saraf akan mengantarkan pesan ke benak dan sumsum tulang belakang yang menciptakan Anda refleks guna menggaruknya. Namun, menggaruk melulu meredakan rasa gatal untuk sedangkan waktu.

Maka dari itu, kita perlu memahami penyebab gatal di kaki dan dan badan ketika olahraga untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ialah berbagai penyebab badan dan kaki gatal ketika olahraga yang barangkali Anda alami.

1. Sirkulasi darah yang tidak lancar

Pada sejumlah kasus, badan dan kaki gatal ketika olahraga dapat disebabkan oleh intensitas masa-masa Anda yang jarang mengerjakan olahraga.Jika kita jarang berolahraga, pembuluh darah kapiler di kaki bakal menyempit. Saat kita berolahraga lagi, kaki memerlukan pasokan darah yang lumayan banyak. Ketika sirkulasi darah ke area itu meningkat maka pembuluh kapiler di kaki bakal melebar

2. Kondisi urtikaria kolinergik

Penyebab gatal di kaki ketika olahraga berikutnya ialah urtikaria kolinergik.Urtikaria kolinergik ialah suatu situasi saat peningkatan suhu tubuh memicu pembengkakan pada kulit sehingga mengakibatkan timbulnya rasa gatal. Kondisi ini dapat terjadi sekitar atau sesudah Anda berolahraga, termasuk ketika berlari.

3. Alergi

Gatal di kaki ketika olahraga biasanya dikaitkan dengan sekian banyak jenis situasi alergi.Alergi ialah respon kekebalan tubuh yang abnormal sampai-sampai tubuh akan mencungkil zat alami yang merasakan peradangan atau dinamakan dengan histamin, sebagai respons terhadap stimulus yang tidak riskan (alergen). Ketika tubuh mencungkil histamin, maka dapat merangsang rasa gatal.

4. Pelepasan histamin

Saat berolahraga, otot-otot tubuh Anda bakal bekerja sehingga membuat rasa panas. Rasa panas itu akan menyebar ke semua tubuh dan menambah suhu internal tubuh Anda.Rasa panas berlebih terus menciptakan kulit “berpikir” bahwa ia sedang terluka. Sebagai format pembelaan diri, sel-sel kulit akan mencungkil histamin. Pada sejumlah orang, pelepasan histamin dapat memunculkan rasa gatal di kaki atau sejumlah bagian tubuh lainnya.

5. Kondisi anafilaksis

Pada permasalahan yang lumayan jarang, gatal di kaki dapat jadi adalahtanda dari situasi anafilaksis yang dirangsang oleh olahraga atau dikenal pula dengan istilah exercise-induced anaphylaxis. Di samping gatal-gatal di kaki dan unsur tubuh lainnya, kita juga dapat mengalami sekian banyak masalah, seperti kendala bernapas, mual dan muntah, pusing, kram perut, denyut jantung tidak teratur, pembengkakan di wajah, kulit tubuh terasa dingin, sampai pingsan.

Cara menanggulangi badan dan kaki gatal ketika olahraga

Ada sejumlah cara menanggulangi badan dan kaki gatal ketika olahraga yang dapat Anda lakukan, yakni:

  1. Jika kita punya alergi terhadap suhu dingin, pakai pakaian olahraga berlapis dan tutupi lokasi kulit yang terbuka ketika berolahraga
  2.  Bawa handuk kecil ketika olahraga untuk menyeka keringat yang muncul supaya tidak mengakibatkan iritasi pada kulit sampai-sampai dapat berujung pada munculnya rasa gatal.
  3. Lakukan pemanasan 10 menit sebelum mengawali olahraga.
  4. Istirahat sejenak sekitar Anda berlari atau berolahraga. Biarkan tubuh kita menjadi lebih rileks.
  5. Jangan lupa mengerjakan pendinginan sesudah berolahraga.
  6. Jika rasa gatal semakin parah sebab Anda mengerjakan olahraga yang ingin berat, usahakan kurangi intensitas olahraga menjadi lebih ringan.
  7. Untuk mencegah situasi anafilaksis yang dirangsang oleh olahraga, usahakan pilih olahraga yang ingin ringan, laksana berenang.
  8. Minum antihistamin satu jam sebelum berolahraga guna meminimalisir rasa gatal. Kendati demikian, tahapan ini dapat dilaksanakan dengan daftar bila Anda mengerjakan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.