5 Penjelasan Ilmiah Kenapa Orang Jatuh Cinta Tampak Bodoh

5 Penjelasan Ilmiah Kenapa Orang Jatuh Cinta Tampak Bodoh

5 Penjelasan Ilmiah Kenapa Orang Jatuh Cinta Tampak Bodoh

5 Penjelasan Ilmiah Kenapa Orang Jatuh Cinta Tampak Bodoh

 

Hampir tiap-tiap manusia dulu merasakan jatuh cinta. Jatuh cinta memang dapat membuat hati berbunga-bunga. Tak heran jika jatuh cinta dapat membuat orang senyum-senyum sendiri dan bahagia sepanjang hari. Ketika jatuh cinta, kamu biasanya tidak dapat berhenti berkhayal sang pujaan hati.

Terkadang orang termasuk berkenan lakukan apa saja demi orang yang ia cintai. Karena itu, orang-orang menyebut bahwa cinta dapat sebabkan orang buta atau apalagi muncul bodoh. Hal-hal selanjutnya lah yang sering disebut-sebut sebagai bucin atau budak cinta. pokercc

Bukan tanpa alasan, ternyata ada termasuk penjelasan ilmiah mengenai mengapa orang dapat muncul bodoh saat jatuh cinta. Hal ini termasuk di ungkapkan oleh Prof. Robin Dunbar yang merupakan pakar psikologi Universitas Oxford. Menurutnya jatuh cinta dapat menutup bagian rasional berasal dari otak manusia.

Jatuh cinta memang mempunyai perubahan bagi seseorang, baik perubahan fisik maupun mental. Berikut 5 penjelasan ilmiah kenapa orang jatuh cinta dapat muncul bodoh diantaranya adalah :

1. Pengaruh korteks frontal

Secara naluri, kala seseorang tengah jatuh cinta, otak manusia akan terstimulasi untuk mengaktifkan proses reproduksi. Hal ini dapat sebabkan korteks frontal, keliru bagian otak manusia yang bertugas untuk sebabkan keputusan akan berhenti bekerja sementara.

Dengan berkurangnya manfaat kerja korteks frontal sebabkan seseorang selanjutnya akan sedikit “tumpul” dan sulit sebabkan keputusan logis mengenai dengan apa pun apalagi mengenai sang pujaan hati.

2. Terganggunya manfaat kognitif

Saat tengah jatuh cinta, seseorang akan condong berkhayal sang pujaan hati terus-menerus. Hal ini sebabkan lebih dari satu energi yang ia mempunyai habis untuk memikirkannya, sehingga kekuatan dalam manfaat kognitif seperti multitasking akan terganggu. Terganggunya manfaat kognitif ini pun berpengaruh terhadap berkurangnya fokus seseorang.

3. Meningkatnya memproduksi hormon dopamin

Jatuh cinta termasuk sebabkan hormon dopamin meningkat tajam. Dopamin sendiri merupakan kunci seseorang yang nikmati rasa sakit sekaligus kepuasaan dalam saat bersamaan.

Hormon ini dikaitkan dengan gairah, kecanduan, euforia, dan sifat-sifat pantang menyerah saat mengejar cinta. Sementara dopamin yang meningkat ikut merubah memproduksi serotonin, hormon yang melakukan perbaikan kondisi hati dan nafsu makan.

Dengan meningkatnya hormon ini secara drastis dapat sebabkan denyut jantung jadi lebih cepat dan gangguan kecemasan. Jika hal ini konsisten terjadi, seseorang selanjutnya akan jadi benar-benar gelisah dan sebabkan ia berkenan lakukan apa saja termasuk hal yang dipandang orang lain “bodoh” sekalipun.

4. Meningkatnya memproduksi hormon serotonin

Selain meningkatnya memproduksi hormon Dopamin, jatuh cinta termasuk dapat sebabkan memproduksi hormon Serotonin. Kadar serotonin yang tinggi termasuk sering ditemukan terhadap orang yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif. Itulah sebabnya cinta sebabkan kamu kuatir dan gugup.

Sementara perasaan berdebar-debar dan keringat dingin disebabkan oleh hormon adrenalin. Hormon lain yang muncul saat jatuh cinta mirip dengan kala kamu ketakutan. Dalam kondisi seperti ini, seseorang yang jatuh cinta akan benar-benar sulit diajak berbicara hal-hal di luar masalah percintaannya.

5. Naluri melangsungkan hidup

Meski banyak yang tidak setuju, namun mereka tak dapat menyangkal bahwa jatuh cinta merupakan naluri biologis dalam tubuh manusia untuk berkembangbiak. Oleh gara-gara itu, kala seseorang jatuh cinta dan jadi tertarik kepada pasangannya, tubuh manusia pun akan merespon dengan cepat.

Respon selanjutnya pun akan segera merespon organ peka dalam tubuh untuk melangsungkan proses reproduksi. Karena itu, secara biologis otak manusia memang sudah dipersiapkan untuk jatuh cinta dan menjaga keberadaan spesiesnya.

Meskipun itu berarti cinta dapat sebabkan bodoh untuk saat waktu. Akan tetapi, cinta memang tidak senantiasa berujung terhadap reproduksi.

Dalam banyak kasus, cinta hadir hanya untuk memenuhi keperluan emosional seseorang. Misalnya cinta orangtua terhadap anak, cinta benar-benar perlu untuk menegaskan anak sukses bertahan hidup.