5 Kisah Tragis Selebritas yang Dibunuh oleh Penggemarnya

5 Kisah Tragis Selebritas yang Dibunuh oleh Penggemarnya

5 Kisah Tragis Selebritas yang Dibunuh oleh Penggemarnya

 

5 Kisah Tragis Selebritas yang Dibunuh oleh Penggemarnya

 

LudoQQ Poker Galaxy – Seperti kata pepatah, “ada garis tipis antara cinta dan benci.” Sebagian besar dari kita, pada satu masa-masa atau lain, telah mengejar diri anda terobsesi dengan selebritas tertentu.

Apakah itu melulu hanya suka atau kekaguman atas kegiatan mereka. Menjadi seorang artis memang menjadi kelemahan. Dari gangguan privasi, perhatian yang tidak diinginkan, bahkan momen memalukan dapat disaksikan seluruh dunia

Namun, terkadang kekaguman itu pulang menjadi fatal saat para peminat menjadi marah pada artis yang sama yang mereka kagumi.

Apakah tersebut penggemar tidak menjawab perasaan mereka, menciptakan pilihan karier yang tidak diamini penggemar, atau urusan lainnya.

1. John Lennon

Dunia terkejud saat John Lennon ditembak dan dibunuh di umur 40 tahun pada 8 Desember 1980. Lennon sudah menulis tidak sedikit lagu klasik dengan grup band The Beatles dan sebagai artis solo.

Ia dibunuh oleh seorang yang mempunyai nama Mark David Chapman. Pada hari itu, Lennon pulang dari sesi studio dengan istrinya, Yoko Ono. Ketika ia melangkah terbit dari limusin di luar rumahnya, Chapman bertindak.

Lennon kemudian diculik ke Rumah Sakit Roosevelt dengan mobil radio polisi, sayangnya ia ditetapkan meninggal pada ketika tiba. Agodapoker

Chapman diadukan sebagai peminat yang terobsesi oleh Lennon dan The Beatles. Dia bahkan meminta Lennon guna menandatangani album sejumlah jam sebelum dia membununhnya.

Diduga, Chapman membunuh Lennon sebab pengamatannya yang familiar bahwa The Beatles lebih populer daripada Yesus. Chapman pun tersinggung oleh kemunafikan Lennon mengenai materialisme.

Chapman menyatakan bersalah atas pembunuhan tingkat dua. Dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara seumur hidup dan menampik pembebasan bersyarat hingga tahun 2000. Selama dua tahun semenjak itu, permohonan pembebasan bersyaratnya ditolak LudoQQ Poker Galaxy

2. Rebecca Schaeffer

Rebecca Schaeffer ialah seorang aktris muda, cantik, dan baru hadir di akhir 80-an.

Dia memerankan sitkom ‘My Sister Sam’, saat ia dibunuh oleh seorang peminat yang terobsesi olehnya. Robert John Bardo, adalahpembunuh aktris cantik itu dan pun penggemar dari sitkomnya.

Bardo mencatat sebuah surat guna Rebecca, yang ia anggap bahwa nantinya Rebecca bakal senang menerima surat olehnya. Di surat itu, ia menggambar tanda hati dan mencatat ‘Dengan cinta dari Rebecca.’

Sayangnya, Bardo tidak sukses menemuinya di studio lokasi ‘My Sister Sam’ difilmkan. Dia juga gagal dua kali. Ketika Bardo menyaksikan film terbarunya, di mana dia hadir dalam adegan seks dengan lelaki lain, Bardo menjadi kesal. Obsesinya tumbuh dan dia berjuang mencari alamatnya.

Ia menunaikan detektif swasta ekuivalen US$ 250 untuk mengejar Rebecca, yang kemudia memakai DMV guna mendapatkan alamatnya.

Pada 18 Juli 1989, Bardo datang kerumah Rebecca dan membunyikan bel pintu, dan disambut oleh Rebecca. Bardo juga kesal saat Rebbeca memberitahunya bahwa dia menyia-nyiakan waktunya.

“Tidak peduli apa, saya pikir tersebut hal yang paling tidak berperasaan untuk disebutkan kepada seorang penggemar,” kata Bardo. Ia lantas menembak Rebecca di depan pintu dan melarikan diri.

Bardo dihukum sebab pembunuhan dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa bisa jadi pembebasan bersyarat.

3. Andres Escobar

Tidak terdapat yang tahu berapa tidak sedikit gairah olahraga yang membara pad pendukungnya. Gairah itu pulang menjadi fatal untuk kapten dan bek Kolombia, Andres Escobar.

Selama Piala Dunia Sepakbola 1994, ia membelokkan bola yang menuju gol bunuh diri yang berkontribusi pada kekalahan 2-1 Columbia atas AS. Columbia tersingkir dari piala dunia dan sepuluh hari lantas Andres ditembak mati.

Setelah pulang ke lokasi tinggal usai pertandingan, Andres dihina oleh pemabuk di luar bar di Medellin. Dia ditembak enam kali pada 2 Juli 1994 di umur 27 tahun.

Columbia ialah negara yang dirundung oleh kartel obat bius. Kartel terkenal, Pablo Ecsobar, yang menjalankan narkoba bernilai miliaran dolar, ditembak mati oleh polisi satu tahun sebelumnya.

Meskipun Andres tidak terdapat hubungannya dengan dia, pembunuhan tersebut memperkuat kekerasan yang dikenal di negara itu.

Seorang pria mempunyai nama Humberto Munoz, dijatuhi hukuman 42 tahun penjara. Dia menampik untuk melibatkan atasannya dan dilepaskan setelah menjalani 11 tahun penjara.

Andres sekarang masih dikenang dan dihormati, tidak melulu oleh negaranya tetapi pun penggemar sepak bola di semua dunia.

4. Selena Quintanilla-Pérez

Selena Quintanilla-Pérez berdarah Amerika-Meksiko ialah penyanyi-penulis lagu, aktris, model, perancang busana. Dua minggu sebelum ulang tahunnya yang ke 24, ia dibunuh oleh seorang peminat yang pun mengelola klub peminat dan butiknya.

Dijuluki Madonna Meksiko-Amerika, Selena paling terkenal di Meksiko dan mempunyai basis peminat yang berkembang di Amerika. Dengan kepribadiannya yang sederhana, ia pun dikenal sebab selera fesyennya yang unik.

Saat itu, ia sedang dalam perjalanan mengarah ke superstar internasional, yang baru saja berlalu merekam album bahasa Inggris kesatunya.

Namun, terdapat seorang mempunyai nama Yolanda Saldivar yang dirasakan sebagai salah satu peminat terbesar Selena. Dia bahkan menegakkan klub peminat Selena.

Ayah Selena, Abraham Quintanilla, mengatakan untuk wartawan bahwa Yolanda dipecat dari toko butik family tiga minggu sebelumnya. Ada sejumlah uang yang hilang dari toko dan Selena menuntut dia mengembalikan sejumlah dokumen keuangan.

Selena dan Yolanda juga sepakat guna bertemu di suatu motel, di Corpus Christi, Texas, yang mana lokasi Yolanda menembak Selena di suatu lobi.

Selena diculik ke Pusat Medis Memorial. Akan tetapi, ia ditetapkan meninggal satu jam kemudian.

Yolanda duduk di suatu truk pick up merah di lokasi parkir motel dengan pistol menuju kepalanya dalam perselishian dengan polisi.

Setelah 9 jam, ia menyerah dan lantas dijatuhi hukuman penjara seumur hidup

5. ‘Dimebag’ Darrel Abbott

Darrel Abbott, yang dikenal oleh peminat dan teman-temannya sebagai “Dimebag” ialah gitaris heavy metal yang lumayan ternama. Di tahun 90-an, band-nya, Pantera sedang di puncak karir mereka dengan sejumlah album dan tur terlaris.

Band ini bubar pada 2003. Dimebag lantas membentuk band beda dengan saudaranya mempunyai nama Damageplan, yang membuatnya tewas ditembak oleh seorang peminat di atas panggung sekitar konser.

Nathan Gale, seorang mantan Marinir berusia 25 tahun terobsesi dengan Pantera. Dia diperkirakan menyalahkan Dimebag atas perpisahan mereka.

Nathan sedang duduk di lokasi parkir memberi tahu semua pekerja bahwa ia sedang menantikan Damageplan. Ia pun diajak pergi dan lantas melompati pagar setinggi enam kaki, bergegas ke klub dan sukses naik ke atas panggung.

Damageplan baru saja mulai tampil saat Nathan menembak Dimebag enam kali pada jarak dekat. Beberapa saksi mata mengklaim bahwa dia berteriak “kamu pemutus Pantera” sebelum menembak.

Dia lantas menembak ke kerumunan menewaskan minimal dua penggemar. Seorang petugas polisi berlangsung di belakang panggung dan menembak Nathan ketika dia memegang lelaki lain di bawah todongan senjata. Sandera tidak terluka, namun Nathan terbunuh dengan tembakan ke kepalanya.