5 Kebiasaan di Kamar Mandi Ini Bisa Bikin Sakit

5 Kebiasaan di Kamar Mandi Ini Bisa Bikin Sakit

5 Kebiasaan di Kamar Mandi Ini Bisa Bikin Sakit

5 Kebiasaan di Kamar Mandi Ini Bisa Bikin Sakit

Umumnya, kamar mandi jadi bagian lokasi tinggal yang selalu diacuhkan kebersihannya. Kamar mandi pun jadi lokasi kita mencuci diri. Tapi rupanya sejumlah kebiasaan yang sering dilaksanakan di kamar mandi dapat menyebarkan kuman sehingga dominan buruk untuk kesehatan.

“Karena kamar mandi sering dirasakan sebagai ruang sangat baik di rumah, ia ingin mendapatkan perhatian yang besar saat membersihkannya,” kata Charles Gerba, PhD, seorang berpengalaman mikrobiologi dan profesor di Universitas Arizona.

Charles Gerba menambahkan bahwa ketika orang mencuci kamar mandi, perhatian utama mereka ingin hanya terfokus untuk mencuci bagian laksana toilet dan wastafel.

“Sementara perhatian terbesar di kamar mandi terfokus pada unsur luar atau permukaan, tetapi yang sangat penting di luar pembersihan permukaan ialah kebersihan tangan,” ucap Gerba.

Berdasarkan keterangan dari Gerba ada sejumlah kesalahan sangat umum yang dilaksanakan kebanyakan orang di kamar mandi yang dapat menambah risiko penyebaran kuman dikutip dari Agodapoker Domino99 :

1. Menjelajah Instagram

Ponsel menjadi barang yang tidak bisa ditinggalkan kemanpun pergi tergolong ke kamar mandi. Namun ini ialah kebiasaan yang buruk dan agak kotor. Gerba menganjurkan bahwa usahakan tidak membawa telpon genggam ke lokasi kamar mandi.

“Kuman, tergolong kotoran dicungkil ke udara dan dapat tiba di permukaan tersebut (ponsel genggam), dan menciptakan kuman bisa menyebar di luar kamar mandi,” jelas Gerba.

2. Tidak membasuh tangan dengan benar

Mencuci tangan ialah salah satu teknik yang sangat efektif dan tepat guna untuk menghilangkan kuman dan mencegah supaya terhindar dari penyakit. Namun, kuman di kamar mandi dapat terbawa sampai ke lokasi lainnya di rumah kamu saat teknik mencuci tangan kamu tidak benar.

Untuk tersebut cucilah tangan dengan air hangat dan sabun sekitar 20 sampai 30 detik. Dan pastikan menggosok unsur bawah kuku yang menjadi lokasi tinggal kuman.

3. Menggunakan sabun batangan

Sabun batangan masih tidak jarang dijumpai dimana saja. Namun memakai sabun batangan untuk membasuh tangan tidak disarankan. Sebaiknya pakai sabun dengan rumus cair dalam kemasan botol laksana dispenser.

“Batang sabun mengoleksi bakteri ketika dipakai oleh tidak sedikit orang. Sementara yang sering dimurnikan itu sendiri ialah tempat sabun, sementara sabun menjadi lokasi berkembang biaknya kuman yang mudah dipungut dan disebarkan,” kata Gerba.

4. Tidak memakai pembersih tangan (hand sanitizer)

Gerba menyarankan memakai hand sanitizer meskipun hand sanitizer bukan pengganti membasuh tangan yang baik, tetapi hand sanitizer bisa dibawa kemana-mana sampai 24 jam. Sehingga dapat dipakai kapanpun diperlukan untuk mencuci tangan.

5. Menggunakan satu handuk tangan untuk semua keluarga

Berdasarkan keterangan dari Gerba menggunakan paper towels atau tissue sebetulnya lebih baik guna mengendalikan penyebaran kuman daripada memakai handuk kain yang di simpan di kamar mandi. Namun untuk kebanyakan orang memakai paper towel dispenser atau tissue masih belum sepenuhnya pantas dan punya akibat buruk guna lingkungan.

Jika hendak menggunakan handuk kain, pastikan mengubah handuk sesering barangkali jika kamu mempunyai anak kecil di rumah. Di samping itu, handuk mesti dibersihkan paling tidak seminggu sekali.