5 Alasan Putus Cinta Lebih Baik Daripada Bertahan

5 Alasan Putus Cinta Lebih Baik Daripada Bertahan

5 Alasan Putus Cinta Lebih Baik Daripada Bertahan

 

5 Alasan Putus Cinta Lebih Baik Daripada Bertahan

Walau kadang sulit untuk diakui, terkadang dalam menjalani hubungan asmara ada kalanya lebih baik putus cinta daripada bertahan.

Awal-awal putus cinta memang rasanya menyakitkan dan merasa sedih. Namun akhirnya ada titik poin yang membuat sadar, bahwa keputusan untuk mengakhiri hubungan jadi jalan yang paling tepat.

Apa saja tanda-tanda yang bisa dilihat dan dirasakan agar tahu keputusan untuk putus dari kekasih adalah tepat untuk diambil? Berikut penjelasan singkat lima tanda-tandanya, sebagaimana dikutip SULTAN99
5 Alasan Putus Cinta Lebih Baik Daripada Bertahan

1. Sadar kalau sudah memberikan segalanya
Jika Anda merasa sudah memberikan semuanya tapi seolah tak ada timbal balik, dan Anda sudah lelah dengan semua ini, lebih baik putus cinta daripada bertahan.

2. Kehilangan jati diri
Kadang-kadang saat menjalin hubungan asmara, diri sendiri bisa lupa tentang jati diri dan karakter diri sendiri. Sejatinya, hubungan asmara yang sehat adalah tentang dua orang yang saling menguatkan satu sama lain, bukan dua orang “menenggelamkan” diri menjadi satu dengan orang lain. Hingga akhirnya kehilangan identitas, nilai diri sendiri, kebutuhan, hingga sederet tujuan hidup yang ingin dicapai.
5 Alasan Putus Cinta Lebih Baik Daripada Bertahan

3. Terlalu banyak pengkhianatan
Diselingkuhi, dibohongi, hingga dirusaknya privasi diri sendiri oleh pasangan adalah banyak bentuk dari wujud sebuah pengkhianatan dalam sebuah hubungan asmara yang dijalani. Sebagian orang mungkin bisa memaafkam perilaku tak pantas ini, tapi jika Anda termasuk dalam tipe orang yang tidak bisa menolerir kesalahan fatal ini. Tenang! Jangan khawatir, akhirnya putus dan selesai dari hubungan penuh pengkhianatan ini adalah keputusan yang tepat kok!

4. Komunikasi tidak sehat dengan pasangan
Komunikasi sehat adalah salah satu kunci wajib di sebuah hubungan. Komunikasi yang dijalani bersama pasangan, sudah seharusnya jauh dari “toxic”. Contohnya pasif-agresif respon, sikap kekanak-kanakan, dan lain sebagainya. Komunikasi sehat dan positif adalah hal krusial untuk mewujudkan hubungan asmara yang sehat, sepenting seperti udara bersih di tubuh.
w644-3

5. Terlalu banyak berkorban sendirian
Sadar akhirnya hanya diri sendiri lah yang terlalu banyak berkorban, merelakan sesuatu hanya demi agar hubungan asmara yang dijalani berdua ini bisa berhasil. Membuat pasangan merasa bahagia, membuat hubungan bisa berjalan mulus dan lancar. Contohnya? Menyerah terus saja berpacaran dengan seseorang yang dililit hutang, padahal diri sendiri inginnya berhubungan dengan sosok pribadi mapan dan stabil secara finansial. Ingat ungkapan klasik, “Tidak perlu melemparkan diri sendiri ke panasnya api hanya untuk membuat orang lain bisa merasa hangat”.