5 Alasan Mengapa Hantu di Film Horor Kebanyakan Perempuan, Lebih Serami?

5 Alasan Mengapa Hantu di Film Horor Kebanyakan Perempuan, Lebih Seram?

5 Alasan Mengapa Hantu di Film Horor Kebanyakan Perempuan, Lebih Seram?

5 Alasan Mengapa Hantu di Film Horor Kebanyakan Perempuan, Lebih Seram?

Kamu suka nonton film horor? Genre yang satu ini memang menjadi paling populer sebab mampu menebar teror dan menciptakan penonton merasa tegang.

Tapi anda sadar engak sih bila kebanyakan hantu tersebut perempuan? Kalau diminta melafalkan hantu laki-laki, pasti anda kesulitan mencarinya. Cerdaspoker Dominobet

Oleh sebab itu, kali ini Jaka bakal jabarkan beberapa dalil mengapa banyak sekali hantu di film horror ialah perempuan!

Alasan Kebanyakan Hantu Adalah Perempuan
Kebanyakan hantu-hantu yang hadir di film horor memang perempuan. Sebut saja Sadako dari Jepang, Si Manis Jembatan Ancol, atau Suzanna di sekian banyak film.

Dilansir dari sekian banyak sumber, berikut latar belakang kenapa film-film horor tidak sedikit menggunakan wanita sebagai karakter hantunya!

1. Budaya
5 Alasan Mengapa Hantu di Film Horor Kebanyakan Perempuan, Lebih Seram?

Banyak film horor yang memungut ide kisah dari cerita mitologi kuno. Film-film Hollywood misalnya, tidak sedikit mengambil tema zombie dan vampir.

Tapi di banyak sekali negara, wanita lah yang menjadi sosok hantu menakutkan. Sejak dahulu kala, perempuan lebih identik dengan hal-hal yang berbau mistis.

Film-film Indonesia pun tidak sedikit yang memungut dari kebiasaan lokal. Sebut saja Kuntilanak yang berasal dari masyarakat melayu. Hantu ini dicerminkan sebagai seorang perempuan cantik berambut panjang yang menebar teror.

Apalagi, Indonesia memiliki tidak sedikit sekali tokoh-tokoh mistis bergender perempuan. Sebut saja Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong, dan beda sebagainya.

2. Perempuan Lebih Pendendam
5 Alasan Mengapa Hantu di Film Horor Kebanyakan Perempuan, Lebih Seram?

Kita tidak jarang memandang perempuan lebih pendendam dari laki-laki, meskipun urusan itu tidak sepenuhnya benar.

Karena banyak sekali hantu berkisah mengenai roh pendedam, maka dipilihlah karakter wanita yang dirasakan mampu merepresentasikan dendam itu lebih baik.

Seperti yang anda ketahui, dendam yang dipunyai oleh semua hantu berikut yang mengakibatkan mereka menebar teror ke mereka yang masih hidup.

Ambil misal hantu Ibu dari film Pengabdi Setan karya Joko Anwar. Karakter Ibu itu mempunyai ‘misi’ sesudah bangkit dari kubur.

3. Perempuan Lebih Rawan Kekerasan
5 Alasan Mengapa Hantu di Film Horor Kebanyakan Perempuan, Lebih Seram?

Kebanyakan roh menjadi sosok yang gentayangan ialah karena kematiannya yang tidak tenang. Bisa sebab dibunuh atau diperkosa.

Nah, secara logika wanita lebih gampang berada di dalam kondisi tersebut dikomparasikan laki-laki. Perempuan lebih rawan menemukan kekerasan seksual.

Bahkan terdapat yang menyambungkan gejala ini dengan teori Freudian mengenai kembalinya orang-orang yang tertindas.

Berdasarkan keterangan dari teori ini, benak sadar anda akan mengurangi pikiran yang tidak mengasyikkan atau menyakitkan, namun masih ditabung di alam bawah sadar kita.

Film horor menginterpretasikan teori itu dengan menimbulkan hantu yang dulu semasa hidupnya tidak jarang tertindas dan hendak melakukan balas dendam.

4. Lebih Bagus Secara Visual
5 Alasan Mengapa Hantu di Film Horor Kebanyakan Perempuan, Lebih Seram?

Jika diajak menggambarkan karakter hantu, banyak sekali dari anda akan mencerminkan sosok berambut panjang dengan gaun putih panjang.

Karena persepsi tersebut, perempuan dirasakan mampu mencerminkan karakter hantu lebih baik daripada laki-laki. Dengan tidak banyak polesan make-up, mereka bakal terlihat paling menyeramkan.

Berbeda dengan laki-laki. Jika diberi efek make-up yang sama, hantu laki-laki bakal terlihat lucu. Kalau kamu hendak tahu misal jeleknya hantu laki-laki, jajaki deh tonton film 1920 London.

Di samping itu, suara tertawa dan rintihan yang dipunyai oleh wanita lebih menyeramkan. Tak jarang mereka pun mengeluarkan suara yang melengking.

Suara wanita yang menjadi hantu tersiar lebih mengerikan dikomparasikan suara laki-laki yang ingin maskulin.

Bayangkan tawa lirih hihihihi berganti dengan suara hahahaha yang lantang, kan kesan seramnya jadi berkurang.

5. Pesan Moral
6

Beberapa film horor memilih wanita sebagai karakter hantu karena hendak menyampaikan pesan moral untuk kita semua.

Sebagaimana yang anda ketahui bersama, wanita tidak jarang menjadi obyek kekerasan laki-laki. Tak jarang, kekerasan itu berujung menjadi suatu kematian.

Maka dari itu, film horor tidak sedikit bercerita mengenai wanita yang tertindas dan teraniaya sampai meninggal. Lantas mereka menjadi hantu dan mengerjakan balas dendam.