4 Tren Kesehatan Sepanjang 2019 yang Ternyata Mitos, Apa Saja?

4 Tren Kesehatan Sepanjang 2019 yang Ternyata Mitos, Apa Saja?

4 Tren Kesehatan Sepanjang 2019 yang Ternyata Mitos, Apa Saja?

 

4 Tren Kesehatan Sepanjang 2019 yang Ternyata Mitos, Apa Saja?

Setiap tahun tentu akan terdapat tren kesehatan baru, tergolong teori baru yang mengklaim dapat menambah kesehatan.

Melansir Cerdaspoker Dominobet, tren kesehatan 2019 pun lumayan beragam, laksana penguapan vagina sampai arang yang bisa mendetoksifikasi tubuh. Berikut mitos kesehatan yang dipercaya tidak sedikit orang sepanjang tahun ini.

1. Arang aktif bisa mendektosifikasi tubuh

Berdasarkan sejumlah klaim, arang dipakai untuk mengobati permasalahan keracunan, misalnya, sebab arang sebetulnya dapat mengikat racun sampai-sampai tidak bakal diserap lambung.

Masalahnya, efek arang pun meluas ke zat yang bakal diserap oleh tubuh, yakni vitamin dan obat-obatan.

“Jika Anda santap satu es krim dengan lelehan arang aktif, Anda bakal baik-baik saja. Tapi andai Anda mengonsumsinya adalam jumlah besar, bisa jadi akan mempunyai masalah besar,” tutur dokter kandungan Dr Alyssa Dweck.
4 Tren Kesehatan Sepanjang 2019 yang Ternyata Mitos, Apa Saja?

2. Minyak esensial bisa menyembuhkan atau menangkal penyakit

Sebenarnya masih ada tidak banyak bukti bahwa minyak esensial bisa menyembuhkan atau menangkal penyakit. Meski begitu, minyak ini memang dapat menambah suasana hati dengan baunya yang enak.

Namun, terdapat bukti yang melafalkan minyak ini bisa berbahaya bilamana digunakan secara tidak benar. Varietas laksana tea tree, peppermint, dan wintergreen bisa menjadi racun bahkan dalam jumlah kecil.

Minyak lain, laksana kayu manis atau cengkeh, dapat mengakibatkan ruam atau reaksi alergi andai bersentuhan dengan jenis kulit tertentu.

3. Menguapi vagina bisa menyegarkan dan meremajakan organ intim

Berdasarkan keterangan dari ginekolog, praktik menguapi organ intim yang terkadang ditambahkan dengan herbal terbukti tidak efektif guna mengencangkan atau mencuci organ reproduksi.

Sebuah studi permasalahan pada Juni 2019 mengupas permasalahan seorang perempuan berusia 62 tahun yang terpapar luka bakar tingkat dua setelah mengupayakan untuk menguapi vaginanya.

“Mustahil secara fisik, sebab uap tidak dapat menjebol serviks dan masuk ke dalam rahim,” tulis OB-GYN Dr. Jen Gunter, dalam bukunya The Vagina Bible.
4 Tren Kesehatan Sepanjang 2019 yang Ternyata Mitos, Apa Saja?

4. Vaping ialah alternatif aman guna berhenti merokok

Tahun ini anda tahu bahwa vaping, yang dulu dipercayai sebagai pilihan aman dari mengisap rokok atau ganja, jelas tidak bebas risiko.

Berdasarkan data terakhir, minimal ada 42 permasalahan kematian dan lebih dari 2000 permasalahan penyakit baru berhubungan vaping. Penyebabnya masih belum sepenuhnya jelas, tetapi dipercayai bahwa vitamin E asetat.

Sebagian besar pasien dengan penyakit ini, yaitu sekitar 86%, menuliskan mereka telah memakai produk yang berisi THC itu sebelum mereka sakit.