4 Kesalahan Tidak Sadar yang Terjadi saat Menjadi Bos

4 Kesalahan Tidak Sadar yang Terjadi saat Menjadi Bos

4 Kesalahan Tidak Sadar yang Terjadi saat Menjadi Bos

 

4 Kesalahan Tidak Sadar yang Terjadi saat Menjadi Bos

 

Apa saja?

Dominoqq Selamat, anda baru saja menemukan jabatan pemimpin di perusahaan baru. Kamu pun akan mempelajari teknik menangani tanggung jawab baru.

Tapi, ada hal orang-orang yang mesti diperhatikan.

Dikutip dari The Muse, Senin 24 Juni 2019, menjadi seorang bos dalam suatu tim tersebut berarti memprovokasi orang-orang di sekelilingmu yang tidak anda kenal baik untuk berkolaborasi denganmu demi satu tujuan. Grogi? Oh, telah tentu.

Namanya pun pemimpin baru. Ada saja kekeliruan yang dilaksanakan ketika menata sebuah tim.

Berikut ini terdapat empat kekeliruan yang sering dilaksanakan pemimpin. Kalau inginkan masa transisi berlangsung dengan lembut, kamu dapat menghindari salah satunya.

Melakukan Tanpa Memahami

LUDOQQ Kalau beranggapan harus melakukan perubahan saat bergabung dengan kesebelasan baru, pelan-pelan, Sobat. Peranmu memang menolong tim guna menjadi lebih baik. Tapi, perusahaan merekrutmu untuk membawa pandangan baru dan membetulkan stategi usang yang tak berfungsi.

Mengabaikan masukan dari tim bakal membuatmu kehilangan simpati dari anggota tim. Sikap ini pun memperlihatkan anda sebagai one-man-show dan berpotensi akan menciptakan keputusan buruk.

Ingat, kamu ialah seorang pemimpin. Kamu pun memerlukan umpan balik dari anggota tim. Berikan tersebut kepada kesebelasan sebelum bergerak maju. Komunikasikan dengan jelas dan proaktif saat anda melakukannya.

Terus Bicara Pekerjaan Lama

Tanpa sadar anda sering mengungkit kegiatan di kantor lama. mungkin anda sedang mencoba memperlihatkan kemenangan lamamu atau merasa nyaman andai merujuk ke masa lalu. Ingat, jadi anak baru bukanlah urusan yang mudah.

Nah, sikap ini dapat membuat tim melalaikan kamu bila terus-menerus membicarakan “ kenangan”. Mereka hendak melihat anda beradaptasi dengan lingkungan baru dan menunjukkan kamu dapat memimpin dan bekerja secara kompeten.

Jangan terjebak dengan masa lalu. Saatnya membuat kemenangan bareng tim anda yang baru.

Bersembunyi di Kantor

Menutup pintu kantor dapat memberikan kesan anda tak tertarik untuk bareng dengan karyawan. Kamu mungkin beranggapan telah memberi tahu tim dapat datang kapan juga dengan pertanyaan.

Sebenarnya, kamu dapat menghilangkan pembatas antara bos dengan anak buah. Ada kalanya anda menutup pintu dan terdapat kalanya tidak.

Buatlah upaya sadar guna menunjukkan untuk karyawan bahwa anda mempersilakan guna datang mencari tuntunan atau berbagi masalah. Menjaga pintu tetap terbuka pun akan membantu. Plus, kamu dapat menengok karyawan setiap sejumlah jam untuk menyaksikan bagaimana teknik kerja orang.

Percaya Tak Perlu Tahu Rincian Pekerjaan Karyawan

PREDIKSI TOGEL PALING JITU Beberapa orang beranggapan bahwa seorang pemimpin ialah memberi tahu orang beda apa yang mesti dilakukan. Tapi, lebih dari itu, anda tidak dapat meminta pertanggungjawaban karyawan, khususnya laporan baru. Ini terjadi bila kamu tidak mengetahui sepenuhnya peran mereka dan teknik mengerjakan tugas.

Walaupun tak butuh tahu seluruh detail tanggung jawab karyawan, kamu hendak melakukan lebih dari sekadar peduli bahwa tugas sedang diselesaikan. Memahami ” bagaimana” operasi dan ” mengapa” di balik bagaimana karyawan menangani mereka bakal membuat anda dan tim bermanfaat lebih baik.

Kamu akan dapat mengelolanya dengan lebih baik dengan memahami kekuatan, kelemahan, dan format komunikasi opsi mereka, dan mereka bakal merasa lebih nyaman berada di dekat kamu dan termotivasi untuk mengerjakan pekerjaan hebat dengan pengetahuan yang sudah diinvestasikan dalam kesuksesan mereka.

Luangkan waktu saat baru mengawali untuk berkata dengan masing-masing karyawan secara pribadi untuk mempelajari apa yang mereka lakukan, apa kendala mereka ketika ini, dan bagaimana tugas mereka cocok dengan destinasi tim atau perusahaan.

Ingat, Jangan Terlalu Keras
Kesalahan lumrah terjadi saat memulai kegiatan baru, entah tersebut sebagai manajer atau bukan. Jadi, tidak boleh terlalu keras terhadap diri sendiri.

Apalagi, ketika anda melakukan kesalahan-kesalahan dalam bekerja. Yang terpenting, pastikan anda menikmatinya.

Selamat menjadi pimpinan baru!