4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital

4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital

4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital

 

4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital

Ladies, pernahkan Anda menyaksikan pasangan yang sedang berduaan di suatu cafe atau restoran, namun setiap dari mereka sibuk menyaksikan ke layar handphone? Atau bahkan ini tidak jarang terjadi dalam kehidupan kita sendiri dan pasangan? Agodapoker Poker Legenda

Alih-alih menguras waktu berduaan untuk merundingkan hal-hal berkualitas, kita dan pasangan justeru asik dengan ponsel masing-masing. Yang satu sibuk scrolling feed Instagram, satu lagi sibuk dengan game online. Jika telah begitu, ini pertanda yang tidak sehat untuk hubungan Anda, Ladies.

Di era digital sekarang, urusan ini memang bukan sesuatu yang mencengangkan lagi. Saat ini dunia digital memainkan peran yang lumayan signifikan dalam kehidupan asmara seseorang. Kehadiran internet dan media sosial dapat mempermudah seseorang terkoneksi, sebaliknya dua-duanya juga dapat menimbulkan efek buruk untuk sebuah hubungan.

Tentu kita tak hendak hubungan asmara jadi hambar atau malah selesai gara-gara kelaziman Anda main ponsel kan? Karena itu, ada sejumlah hal yang mesti dilaksanakan untuk meminimalisir risiko buruk yang dimunculkan dari kelaziman Anda menguras waktu di dunia maya. cara-cara ini dipercaya dapat membuat kehidupan asmara kita jauh lebih aman dan pun sehat.

1. Kurangi kegiatan di media sosial
4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital

Beberapa berpengalaman percaya, mengurangi kegiatan di internet dan media sosial dapat membuat hubungan asmara jauh lebih romantis. Bahkan, sebuah riset terbaru yang dipublikasikan dalam Academy of Management Best Paper Proceedings, menyebut pemakaian teknologi secara konstan dapat mengganggu kesehatan mental semua pasangan.

Penelitian itu diperlihatkan dengan gejala phubbing (phone snubbing) yang dapat merusak momen kebersamaan antar pasangan. Bagi anda yang belum familier, phubbing ialah sebuah istilah yang mengacu pada perbuatan acuh seseorang dalam suatu lingkungan sebab lebih konsentrasi pada ponselnya, ketimbang berinteraksi dengan sesamanya.

Istilah ini mulai diluncurkan oleh agensi periklanan AS, McCann, dan pada 2017 silam suatu studi menyinggung phubbing memunculkan depresi pada pasangan yang sudah menikah.

2. Bijak ketika memamerkan kemesraan di media sosial
4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital

Belakangan ini, media sosial jadi ajang pamer kemesraan untuk sebagian pasangan. Semua dilaksanakan demi menyabet gelar ‘couple goals’ yang diimpikan seluruh orang. Sayangnya, kelaziman memamerkan hubungan di media sosial bisa dominan buruk pada pasangan.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Psychology of Popular Media menyebut, memamerkan kemesraan yang berlebihan di media sosial berhubungan dengan tingkat kepuasan hubungan yang lebih rendah.

Sedangkan riset lain menemukan kenyataan yang sebaliknya. Alih-alih menciptakan hubungan kian renggang, mengunggah konten hubungan asmara di media sosial justru dapat meningkatkan perasaan kedekatan dengan pasangan, menurut keterangan dari hasil studi yang dilaksanakan pada 2013.

Mungkin kedua dari teori ini dapat jadi benar, tergantung seberapa porsi anda dalam ‘memamerkan’ kemesraan dengan pasangan untuk orang-orang.

Dengan demikian, kunci dari seluruh ini ialah bijak dalam mengunggah foto kemesraan bareng pasangan. “Anda mesti seksama memilah konten apa yang pantas untuk diunggah ke media sosial. Jangan menciptakan pasangan kita malu,” kata Robert Weiss, berpengalaman psikoterapis asal California.

3. Buat aturan yang tegas tentang kebiasan chatdengan pasangan
4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital

Di era digital kini ini, mengirim chat dengan pasangan adalahelemen urgen dalam suatu hubungan. Kebiasaan mengirim pesan dipercaya dapat membuat komunikasi tetap berlangsung lancar.

Beberapa pasangan seringkali suka mengirim pesan secara rutin, sementara pasangan beda ada yang mengirim pesan dengan intensitas yang jarang. Berdasarkan keterangan dari Robert Weiss dua-duanya tidak masalah sekitar pasangan memutuskan aturan ini di mula hubungan.

“Itu tergantung pasangan Anda. Yang sangat penting, tidak boleh pernah hingga putus mengerjakan komunikasi,” lanjut Weiss.

4. Waspada micro-cheating di media sosial
5

Micro-cheating merupakan gejala yang sangat ditakuti semua pasangan di era digital. Konsultan sekaligus Psikolog asal Australia, Melanie Schilling mendefinisikan micro-cheating sebagai susunan aksi (yang sebetulnya) kecil, tetapi sudah lumayan mengindikasikan bahwa seseorang telah terfokus, baik emosional atau jasmani kepada orang beda di luar hubungannya.

Berdasarkan keterangan dari Dr Martin Graff, psikolog University of South Wales, sejumlah tindakan sepele di media sosial yang telah dikategorikan sebagai micro-cheating; laksana mengirim emoji membujuk ke orang beda di samping pasangan, sampai memberi like pada unggahan potret atau video.

Untuk mengurangi micro-cheating, Robert Weiss menganjurkan Anda dan pasangan untuk mengerjakan komunikasi tersingkap dan pemahaman yang baik soal media sosial.

“Saling memberi kepercayaan untuk pasangan dapat membantu meminimalisir prasangka-prasangka buruk bakal micro-cheating. Pastikan untuk mengerjakan komunikasi yang baik andai menemukan gejala-gejala micro-cheating,” tutup Weiss.