3 Warga Pekanbaru Ditangkap Saat Taruhkan Uang di Dunia Maya

3 Warga Pekanbaru Ditangkap Saat Taruhkan Uang di Dunia Maya

3 Warga Pekanbaru Ditangkap Saat Taruhkan Uang di Dunia Maya

3 Warga Pekanbaru Ditangkap Saat Taruhkan Uang di Dunia Maya

Tiga penjudi online di dua warung internet di Pekanbaru bernasib sial terhadap Senin malam, 14 Januari 2020. Mereka ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau saat asik bertaruh uang di dunia maya.

Dari tiga pria berinisial MH (26), HT (38) dan HS (28) ini, petugas Subdit III Reskrimum Polda Riau mengambil alih beberapa kartu anjungan tunai mandiri. Juga disita bukti transfer bahwa ketiganya menyetor uang puluhan ribu untuk mengadu peruntungan di situs judi online.

Menurut Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, kuantitas uang yang ditransfer ketiganya berbeda-beda. Ada beberapa kali setoran sebagai bukti ketiganya ikut beberapa kali permainan yang tawarkan hadiah hingga puluhan juta.

“Intinya mereka udah beberapa kali ikut bermain,” sebut Sunarto, Selasa petang, 14 Januari 2020, didampingi Kasubdit III Reskrimum Polda Riau Komisaris Besar Hadi Poerwanto.

Sunarto menjelaskan, ketiganya ditangkap di dua warnet berbeda. Tersangka MT dan HT di warnet Alpha Game, Jalan Hang Tuah, dan juga HS berasal dari warnet Pegasus di Jalan Srikandi, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan.

Dalam persoalan ini, petugas mengambil alih beberapa monitor, keyboard dan juga CPU pc berasal dari dua warnet dimaksud. Semua barang bukti itu digunakan tersangka bermain judi online jenis slot ini.

“Laporan polisi yang dibuat adalah jenis A, berarti langsung temuan petugas,” terang Sunarto.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat bersama dengan Pasal 303 BIS Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ancaman hukumannya maksimal 4 th. penjara gara-gara diduga bermain judi online.

“Kasus ini masih pengembangan untuk melacak pemilik ataupun penyedia website judi online,” kata Sunarto.

Lacak Penyedia Situs

Sementara Hadi menambahkan, penangkapan ketiga tersangka berdasarkan penyelidikan anggotanya. Ketiganya diduga kerap bermain judi online memakai beberapa warnet.

Ketiganya lalu ditangkap tengah mengakses website judi online. Hingga kini belum diketahui berapa ketiganya memperoleh uang berasal dari website itu supaya terbilang kecanduan untuk berjudi.

“Komputer yang digunakan udah dicek, sesungguhnya ada uang yang dipertaruhkan tersangka. Keduanya menginginkan uang berasal dari permainan itu,” jelas Hadi  Cerdaspoker DominoQQ.

Untuk melacak penyedia website judi online ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum bakal berkoordinasi bersama dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Pelacakan bakal dikerjakan Subdit Ciber yang mampu memantau aktivitas di dunia online.

“Karena ini berkenaan bersama dengan transaksi elektronik atau ITE,” sebut Hadi.

Terpisah Kasubdit III Reskrimum Ajun Komisaris Besar Jhon Ginting menyebut pemilik warnet masih diusut apakah jelas atau tidak pelanggannya bermain judi online. Pasalnya, pemilik warnet hanya sediakan perangkat tapi tidak cermat mengontrol aktivitas pelanggan.

“Pemilik warnet hanya menyewakan per jam,” ucap Jhon.

Jhon menyebut ketiga tersangka saat ditangkap udah bermain 20 kali. Dari kuantitas itu, ketiganya kebanyakan tidak beruntung dan lagi mentransfer uang untuk mampu bermain lagi