3 Persiapan Trekking di Sentul, dari Rute sampai Alas Kaki

3 Persiapan Trekking di Sentul, dari Rute sampai Alas Kaki

3 Persiapan Trekking di Sentul, dari Rute sampai Alas Kaki

3 Persiapan Trekking di Sentul, dari Rute sampai Alas Kaki

LudoQQ pokerace99 – Kala pandemi, aktivitas wisata kerap urung dilakukan. Namun trekking bisa jadi kemasan wisata alam yang terbilang aman.
Untuk kaum urban di Jakarta dan sekitarnya, Sentul rasanya bisa jadi pilihan tepat. Di samping lokasinya yang tidak jauh, keindahan alam Sentul juga bisa jadi penawar penat dari padat suasana kota.

Akan tetapi, jangan sampai Anda silau oleh unggahan netizen di media sosial. Menuju titik-titik lokasi wisata dengan trekking bukan persoalan mudah.

Dadan Anwarudin dari Local Guide Sentul Community menuturkan perlu persiapan mulai dari pengetahuan seputar jenis/tingkatan trekking, kondisi fisik hingga logistik.

1. Pilih tingkatan trekking
Aktivitas trekking biasanya melalui jalur minim atau sulit diakses alat transportasi. Jalan kaki jadi satu-satunya cara untuk berpindah dari satu titik lokasi ke lokasi lain.
Pria yang akrab disapa Edo ini mengatakan trekking Sentul bisa dibagi dalam beberapa tingkatan mulai dari basic, middle, advance dan special. Pembagian tingkatan tidak hanya bicara jarak tempuh tetapi juga risiko dan ketersediaan jalur evakuasi.

Basic, di sini peserta trekking akan menempuh perjalanan sepanjang 2-4 kilometer. Jalur terbilang paling mudah dan menyenangkan sebab peserta akan melewati sungai, hamparan sawah, hingga bermain air di curug. Basic pun paling cocok untuk trekking bersama keluarga termasuk lansia dan anak-anak.

“Sambil edukasi misal ke sawah, anak-anak diperkenalkan ada hewan apa saja. Mampir ke kandang sapi,” kata Edo pada CNNIndonesia.com, Rabu (3/3).

Middle, setelah basic terdapat tingkat middle dengan jarak tempuh 5-6 kilometer. Contoh jalur untuk tingkat middle adalah trekking ke Gua Garunggang. Peserta akan diajak melintasi sungai, sawah, juga hutan pinus.

Advance, di tingkat ini jarak tempuh meningkat jadi 10-16 kilometer. Di sini, perjalanan mengandung tantangan juga risiko lebih besar. Tingkat advance misal trekking menuju Kampung Cisadon atau jelajah tiga curug (Cibuliar, Kembar, Hordeng).

Special, jika merasa tingkat advance jarak tempuhnya kurang Anda bisa mengambil tingkat special. Biasanya jarak tempuh di atas 20 kilometer. Menurut Edo, peserta trekking akan menambah titik lokasi wisata misal setelah trekking sampai Kampung Cisadon, dilanjutkan ke Situ Rawa Gede.

2. Check list kebutuhan
Kondisi tubuh sehat
Kondisi fisik jelas harus fit. Tidak ada toleransi untuk Anda yang demam, sakit kepala atau sakit lain mengingat perjalanan cukup jauh dan medan berat apalagi untuk tingkat middle dan advance.

Di samping itu, Edo menyarankan untuk tidak melakukan trekking mendadak. Jika memilih tingkat middle atau advance, disarankan untuk olahraga setidaknya 3 hari sebelum hari H trekking. Anda bisa melakukan olahraga sederhana berupa peregangan (stretching) atau jogging.

Celana panjang bukan jin

Kenakan celana panjang, disarankan celana trekking atau celana untuk naik gunung. Hindari mengenakan celana berbahan denim atau jin. Celana jin justru bisa mengganggu perjalanan karena cukup berat, meningkatkan risiko lecet di kulit karena gesekan, kemudian saat udara dingin tubuh makin dingin.

“Celana panjang kalau bisa bagian bawah lebar dan bahan agak melar, jadi kalau lutut kenapa-kenapa mudah digulung,” imbuhnya.

Sepatu trekking atau sepatu gunung

Sepatu jadi kebutuhan mendasar karena peserta akan mengandalkan kaki untuk melakukan perjalanan. Pilihan sepatu pun disarankan sepatu khusus trekking atau naik gunung. Untuk tingkat basic, sandal gunung masih memungkinkan dipakai.

“Kenapa sepatu? Semua bagian kaki terlindungi. Kita enggak tahu kalau ada batu pecah karena dilihat enggak bahaya, tapi begitu diinjak bisa ada risiko goresan, lalu sepatu juga melindungi dari tanaman berduri, putri malu,” jelas Edo.

Trekking pole

Trekking pole bakal jadi pegangan selama perjalanan. Tongkat didesain untuk membantu menstabilkan langkah, mengecek jalur atau memastikan permukaan aman dilalui, juga membuka jalan saat melintasi semak atau ilalang.

Trekking pole biasanya disediakan oleh operator trekking. Jika tidak ada, tongkat bambu atau rotan pun jadi.

“Saat hujan dan enggak ada tempat istirahat, trekking pole bisa dimanfaatkan bersama ponco buat tempat berteduh,” katanya.

Jas hujan

Kondisi musim hujan, Anda wajib membawa jas hujan atau ponco. Pastikan jas hujan atau ponco cukup lebar untuk melindungi tubuh sekaligus barang bawaan.

Air minum dan camilan

Disarankan untuk membawa air minum dengan botol yang bisa dipakai berulang. Langkah ini bakal mengurangi sampah sekaligus bisa diisi ulang dengan air dari sumber mata air terdekat.

Kemudian camilan sangat disarankan untuk bekal terutama saat trekking di hari kerja. Pasalnya warung-warung di sekitar lokasi wisata atau jalur trekking kebanyakan buka di akhir pekan. Edo menyarankan untuk membawa camilan berupa cokelat atau pisang.

Lotion antinyamuk dan tabir surya

Hutan rakyat, perkebunan, jalan setapak dengan dinding semak belukar, jadi area-area yang umum dilalui saat trekking.

Untuk memberikan perlindungan dari nyamuk atau serangga, disarankan untuk membawa krim atau lotion antinyamuk. Jangan lupa membawa tabir surya agar kulit terlindung dari sinat ultraviolet.

3. Catatan penting
Edo memberikan beberapa catatan penting di hari H trekking. Musim hujan sangat memungkinkan turun hujan saat trekking. Mungkin Anda sudah bersiap dengan jas hujan, tetapi disarankan untuk setop sementara jika ada petir. Risiko tersambar cukup tinggi apalagi jika berada di area terbuka.

Kemudian kebiasaan tidak sarapan jangan sampai jadi alasan Anda tidak sarapan sebelum perjalanan. Perut wajib terisi meski hanya sedikit. Sarapan atau makan berat maksimal 1 jam sebelum berangkat sehingga tubuh punya waktu untuk mencerna makanan dan menghindari kram perut.