3 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Sahur dan Buka Puasa

3 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Sahur dan Buka Puasa

3 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Sahur dan Buka Puasa

3 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Sahur dan Buka Puasa

Ramadan 1441 Hijriah akan tiba pada Jumat (24/4/2020). Umat muslim sedunia pun akan bertemu lagi bersama Bulan Suci, Bulan Ramadan.

Tak hanya mempersiapkan mental untuk mampu menjalankan ibadah puasa bersama lancar di Bulan Ramadan, umat muslim juga wajib memelihara kesehatan tubuh supaya tetap prima

Terlebih tantangan umat muslim meniti ibadah puasa kali ini memadai berat gara-gara ditunaikan di tengah pandemi COVID-19 yang menghantam nyaris semua negara di dunia, tak jika di Indonesia.

Untuk memelihara tubuh tetap kuat dan sehat sepanjang puasa Ramadan, kami wajib memelihara pola hidup sehat, seperti bersama rutin berolahraga, yang tetap ditunaikan cocok protokol pencegahan virus corona yang diberikan Pemerintah dan instansi terkait.

Selain itu, konsumsi makan sehat saat sahur maupun berbuka puasa.

Dari sekian banyak style makanan dan minuman, ada lebih dari satu di antaranya yang direkomendasi untuk menjadi teman didalam bersantap sahur dan juga berbuka puasa. Jenis makanan ini disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits.

Satu yang kondang adalah kurma. Namun, ada style makanan lain yang mampu memberi tambahan pengaruh bagus bagi kesehatan sekiranya dikonsumsi saat sahur atau berbuka puasa sepanjang Ramadan dan layak disebut sebagai ‘superfoods’.

Berikut style makanan tersebut :

1. Minyak Zaitun

Minyak zaitun memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi kesehatan tubuh melainkan juga bermacam macam perawatan kecantikan. Minyak zaitun memiliki kandungan lemak “baik” atau lemak tak jenuh tunggal, yang turunkan risiko penyakit jantung bersama kurangi persentase kolesterol “jahat” (LDL) didalam darah.

Selain kurangi persentase kolesterol LDL, konsumsi minyak zaitun juga secara untung merubah aspek risiko lain untuk penyakit jantung juga metabolisme lipoprotein, rusaknya oksidatif, peradangan, dan lain sebagainya.

Menurut para ahli, hanya konsumsi dua sendok makan minyak zaitun setiap hari mampu kurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, penelitian sudah tunjukkan bahwa di negara-negara penghasil minyak zaitun, tingkat kanker lebih rendah daripada di negara-negara yang tidak memilikinya.

Ada lebih dari satu komponen minyak zaitun yang barangkali memiliki pengaruh antikanker, juga vitamin E. Minyak zaitun extra virgin atau virgin lebih-lebih memiliki kandungan antioksidan tingkat tinggi.

2. Buah Delima

Delima adalah buah unik dan lezat yang disebutkan tiga kali didalam Al-Qur’an, dan disebutkan juga di didalam hadits. Delima, buah yang berupa bulat, berwarna oranye kemerahan bersama kulit yang keras dan kasar.

Di dalamnya ada ratusan biji dikelilingi oleh kantung merah, merah muda, atau keputihan yang bening. Buah ini memiliki kandungan antioksidan dan potasium, dan juga sumber vitamin C, piridoksin (vitamin B-6), dan asam pantotenat (vitamin B-5) yang baik.

Buah satu ini juga rendah sodium dan tidak memiliki kandungan lemak atau kolesterol. Khasiat antioksidan di didalam buah delima lebih berasal dari teh hijau.

3. Buah Ara

Ada satu surah didalam Al-Quran yang dinamai bersama tanaman ara yang didalam bhs arab disebut bersama “Tin” yakni surah Al Tin. Nabi Muhammad (SAW) juga pernah menyebutkan “Jika saya menyebutkan bahwa ada buah yang turun berasal dari surga, saya wajib menyebutkan ini. Sebab buah Surga tidak memiliki batu. Jadi makanlah berasal dari mereka.” (Abu al-Darda)

Buah ara kerap dimakan utuh dan mentah, tapi mampu dikupas. Buah ara menjadi lebih populer, terlebih saat digunakan sebagai bahan makanan gampang dan makanan yang diolah sebagai obat untuk kesehatan.

Buah ara mirip kurma didalam pengaruh nutrisi dan kesehatan yang bermanfaat. Mereka rendah sodium, bebas lemak dan kolesterol, dan juga sumber vitamin dan mineral yang terlampau baik, juga kalsium, potasium, zat besi, tiamin (B-1), dan riboflavin (B-2)  Agodapoker poker republik.

Buah ara juga terlampau tinggi serat dan antioksidan, berpotensi menunjang memelihara tubuh berasal dari kanker. Seperti buah delima, buah ara memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi daripada teh hijau.

4. Kurma

Kurma memiliki nutrisi yang banyak berfungsi kesehatan, juga memelihara tubuh pada kanker khusus dan penyakit benar-benar lainnya.

Ada banyak langkah didalam konsumsi kurma gara-gara kurma mampu dicampurkan bersama bermacam olahan makanan lainnya.

Sunahnya, kurma dimakan bersama mentega, mentimun, roti, dan konsumsi buahnya begitu saja seperti yang ditunaikan Nabi SAW.

kandungan utama Kurma adalah karbohidrat yang mencapai 70-80 persen, yang lebih dari satu besar adalah style gula yang gampang diserap oleh tubuh manusia.

100 gram kurma atau sekitar 6 hingga 7 buah kurma, sedia kan sekitar 11 hingga 15 persen berasal dari total keperluan daya harian untuk orang dewasa. Kurma juga rendah sodium dan lemak, dan kaya serat, mineral, dan antioksidan. Kurma memiliki kandungan setidaknya 6 vitamin (termasuk lebih dari satu vitamin B). Serat makanan didalam kurma (dan makanan lainnya) terlampau penting gara-gara lebih dari satu alasan. Kurma terlampau menunjang untuk pengobatan diabetes dan obesitas, dan dipercayai memelihara pada hipertensi, penyakit jantung koroner, kolesterol, kanker kolorektal dan prostat, dan masalah usus.

Serat yang terdapat didalam buah satu ini menunjang mengontrol berat badan dan faedah usus besar. Tidak heran, lebih dari satu peneliti melukiskan kurma sebagai makanan yang ideal, lebih-lebih saata dikonsumsi sepanjang bula