3 Hal Seputar Pasien Terduga Virus Corona di RSHS Bandung

3 Hal Seputar Pasien Terduga Virus Corona di RSHS Bandung

3 Hal Seputar Pasien Terduga Virus Corona di RSHS Bandung

3 Hal Seputar Pasien Terduga Virus Corona di RSHS Bandung

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memelihara dua pasien yang dikira terpapar novel coronavirus atau 2019-nCoV atau virus Corona di ruang isolasi khusus. Mereka adalah pasien asal China dan Indonesia.

PT Kereta Api Cepat Indonesia-China (KCIC) mengonfirmasi bahwa pasien asal China yang dirawat di RSHS adalah keliru satu pekerjanya. Pasien asal China berinisial HG (35) ini diisolasi gara-gara dikhawatirkan terjangkit virus Corona usai pulang dari China

Dia diketahui baru saja lagi ke Indonesia pada 12 Januari 2020 dari sebuah kota di Tiongkok, Xin Yuan. Saat ini HG telah diisolasi untuk observasi lebih lanjut  Ludoqq Domino99.

Hasil kontrol pun membuktikan bahwa secara lazim kondisinya didalam situasi baik.

“Panas badan di didalam rujukan itu 37,7 derajat Celcius. Tapi pada saat di check itu 36 derajat Celcius. Jadi tidak tersedia panas badan dan dokter yang di triase selanjutnya membuktikan observasi flu atau infeksi saluran pernafasan atas akut,” kata Dirut RSHS Bandung Nina Susana Dewi, saat konferensi pers, Senin, 27 Januari 2020.

3 Hal Seputar Pasien Terduga Virus Corona di RSHS Bandung

Berikut sejumlah perihal seputar dua pasien virus Corona yang dirawat di RSHS Bandung:

Ada 2 Pasien

Ada dua pasien yang tengah ditangani RSHS Bandung yang dikira terjangkit virus Corona. Pasien pertama diketahui warga negara Tiongkok berusia 31 tahun. Sebelumnya, ia dirujuk dari Rumah Sakit Cahaya Kawaluyaan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Bandung Tommy Ruchimat, pasien selanjutnya berkunjung dengan situasi demam tinggi. Pemeriksaan ditunaikan cocok dengan standar penanganan bagi pasien terduga terpapar virus Corona.

Alasan di balik kenapa WNA selanjutnya mendapat tindakan standar pasien terduga terpapar virus Corona, lantara dia diketahui miliki riwayat perjalanan dari China.

Saat berkunjung ke IGD, pasien di check di ruang isolasi sementara, yaitu ruangan gawat darurat. Status pasien disebut tetap terduga terpapar virus Corona.

Tommy mengatakan, pasien wajib meniti kontrol lain seperti kontrol apus tenggorokan, kontrol foto thorax dan laboratorium darah lainnya. Usai di check kesegaran dasar, pasien langsung dibawa ke ruang isolasi di perawatan inap.

“Pasien dibawa oleh petugas medis lewat jalur khusus. Sehingga tidak berpapasan dengan pasien atau pun penunggu pasien di tempat tinggal sakit. Tidak tersedia imbauan menggunakan masker kepada seluruh pengunjung pasien,” ujar Tommy.

Sedangkan pasien kedua, merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru pulang dari Singapura. Saat lagi ke Indonesia pada 22 Januari 2020, ia mengeluh sakit dan dirawat di RS Borromeus sebelum saat dirujuk ke RSHS.

Kedua Pasien Kondisinya Membaik dan Stabil

Dirawat di ruang isolasi Kemuning, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, situasi ke dua pasien terduga virus Corona kini menjadi membaik dan stabil.

Menurut ketua tim dokter penyakit infeksi menular tertentu RSHS Bandung Yovita Hartantri mengatakan, kontrol medis terakhir menujukkan bahwa situasi kesegaran pasien WN China telah tidak demam dan nyeri menelan.

Dari hasil laboratorium pun membuktikan tidak tersedia gangguan. Sedangkan hasil kontrol sampel dari Balitbangkes hingga tengah hari tadi belum diterima.

Sementara, untuk pasien asal Indonesia, pihak RSHS telah mengirimkan sampel ke litbangkes Kemenkes RI untuk memandang apakah pasien selanjutnya positif terjangkit virus Corona atau tidak. Sampel telah dikirimkan pada Senin, 27 Januari 2020 lalu.

“Demikian termasuk untuk pasien yang kedua, termasuk belum memperoleh hasilnya (dari Balitbangkes). Mengenai situasi klinisnya, pasien ke dua termasuk stabil meskipun tetap terpasang alat bantu pernapasan. Namun, situasi pasien saat ini telah sadar, tersedia kontak. Lalu dengan situasi tekanan darah, pernapasan, demam termasuk tidak ada. Dengan kontrol laboratorium termasuk telah menunjukan ke arah perbaikan,” kata Yovita di RS Hasan Sadikin, Bandung, 28 Januari 2020.

Meski demikian, Yovita menyebut bahwa keduanya tetap dapat terus meniti perawatan di ruang rawat inap, ruang isolasi Kemuning, gara-gara menanti hasil kontrol sampel cairan hidung dan tenggorokan dari Balitbangkes.

Menunggu Waktu Inkubasi Virus

Selain itu, Yovita menjelaskan terkecuali memandang rentang saat 14 hari era inkubasi, mampu diambil kesimpulan kemungkinan besar pasien asal China negatif terpapar virus 2019-nCov. Sebab, pasien warga China telah 15 hari menempuh era inkubasi dan kondisinya terus membaik.

“Kemungkinan mudah-mudahan sore ini hasil formal dari Balitbangkes kami terima. Kalau nanti hasilnya negatif, kami dapat langsung pulangkan. Tapi untuk pasien yang ke dua tetap didalam perawatan,” ujar Yovita.

Pasien ke dua yang merupakan warga negara Indonesia, belum melampaui era inkubasi sepanjang 14 hari. Namun, terkecuali hasilnya serupa dengan pasien pertama, maka dapat senantiasa dirawat di ruang isolasi Kemuning.

Saat ini perawatan ke dua pasien di ruang isolasi Kemuning RS Hasan Sadikin, hanya diberikan obat penurun panas bagi warga negara China. Untuk pasien ke dua warga negara Indonesia, diberikan obat antibiotik dan anti virus.