13 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Orang Tua Waspadai

13 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Orang Tua Waspadai

13 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Orang Tua Waspadai

13 Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Orang Tua Waspadai

Tanda bayi dehidrasi ialah bayi rewel, lesu, buang air kecil menjadi jarang, sampai tubuh bayi menjadi pucat. Biasanya, tanda bayi dehidrasi sering ditemukan ketika bayi merasakan diare dan muntah. Namun, lumayan sulit guna menyadari fenomena dehidrasi.

Ketika bayi sakit diare atau muntah, paling penting mengawal tubuhnya tetap terhidrasi dengan baik. Jika tidak, urusan ini dapat mengancam nyawa buah hati Anda.

Tanda bayi dehidrasi

Tubuh bayi yang kecil melulu mempunyai sedikit cadangan cairan. Sementara, tingkat metabolismenya malah tinggi sehingga memerlukan asupan cairan yang banyak supaya tetap berfungsi. Oleh sebab itu, dehidrasi pada bayi bisa menurunkan kesehatannya secara drastis. Berdasarkan tingkat keparahannya, terdapat tiga jenis dehidrasi, yakni dehidrasi ringan, dehidrasi sedang, dan dehidrasi berat.

Untuk menangkal hal tersebut, orang tua patut mengenali dan mewaspadai sekian banyak tanda dan ciri-ciri dehidrasi pada bayi menurut tingkat keparahan inilah ini:

1. Dehidrasi ringan

Tanda bayi dehidrasi ringan adalah:

Bayi mengantuk dan lemas, bayi yang tampak selalu lemas atau mengantuk dan istirahat patut diwaspadai merasakan tanda dehidrasi.

Terlalu sensitif atau gampang marah sampai rewel, dehidrasi mengakibatkan bayi menikmati sakit di unsur pencernaan sampai-sampai mudah rewel dan menangis.

Sering haus/menyusu, bayi merasa haus guna mengubah kehilangan cairan sehabis muntah atau diare. Hal ini bakal membuatnya lebih sering hendak menyusu.

2. Dehidrasi sedang

Tanda bayi merasakan dehidrasi sedang dapat dilihat andai bayi mengalami:

Mulut kering, tanda bayi dehidrasi ini menciptakan bibir bayi tampak kering atau pecah-pecah (terkelupas) sebab kekurangan cairan dan kelembapan tubuh.

Popok kering walau sudah digunakan 6 jam, kekurangan cairan menciptakan tubuh bayi sedikit menerbitkan cairan urine. Hal ini menciptakan popok bayi ingin kering. Jika popok basah, bayi buang air kecil dengan tertata dan bayi tidak merasakan dehidrasi.

Tidak menerbitkan air mata ketika menangis, karena tubuh kelemahan cairan guna mensuplai air mata ketika bayi menangis.

3. Dehidrasi berat

Kulit menjadi tidak elastis, urusan ini ditandai andai setelah dicubit perlahan kulitnya tidak segera pulang ke format semula.
Ubun-ubun dan mata terlihat cekung.
Kaki dan tangan terasa dingin.
Tubuh pucat.
Hanya buang air kecil sejumlah satu sampai dua kali dalam sehari (oliguria).
Napas cepat dan pendek.
Tekanan darah menurun.