11 Virus Paling Mematikan di Dunia Selain Corona

11 Virus Paling Mematikan di Dunia Selain Corona

11 Virus Paling Mematikan di Dunia Selain Corona

11 Virus Paling Mematikan di Dunia Selain Corona

Wabah pneumonia akibat Virus Corona telah mengakibatkan 56 orang di China meninggal dunia. Sementara, 49 orang sudah sembuh dan 2.684 lainnya tetap dikira tetap mengidap penyakit ini.

Total 23.431 orang yang jalankan kontak jarak dekat dengan pasien Virus Corona, dan 21.556 di antaranya sedang didalam observasi medis kala 325 lainnya dibolehkan pulang.

Selain itu, 10 masalah terkonfirmasi sudah dilaporkan di Daerah Administratif Khusus Hong Kong dan Makau serta Taiwan, dengan lima masalah di Hong Kong, dua di Makau, dan tiga di Taiwan.

Di luar negeri, sejumlah kasus Virus Corona terkonfirmasi sudah dilaporkan di Thailand (4 termasuk 2 berhasil yang disembuhkan), Jepang (2 termasuk 1 yang berhasil disembuhkan), Korea Selatan (2), Amerika Serikat (2), Vietnam (2), Singapura (3), Malaysia (3), Nepal (1), Prancis (3) dan Australia (1).

Selain Corona, tersebut ini 11 virus paling mematikan di dunia layaknya dikutip dari DW, Minggu (26/1/2020)  LudoQQ pokerace99:

11 Virus Paling Mematikan di Dunia Selain Corona

1. Marburg

Virus yang paling beresiko adalah virus Marburg. Kota ini dinamai berdasarkan kota kecil dan indah di sungai Lahn – tapi itu tidak ada hubungannya dengan penyakit itu sendiri. Virus Marburg adalah virus demam berdarah. Seperti halnya Ebola, virus Marburg mengakibatkan kejang-kejang dan pendarahan pada selaput lendir, kulit dan organ-organ. Ia punya tingkat kematian 90 persen.

2. Ebola

Ada lima model virus Ebola, masing-masing dinamai menurut negara dan lokasi di Afrika: Zaire, Sudan, Hutan Tai, Bundibugyo dan Reston. Virus Zaire Ebola adalah yang paling mematikan, dengan tingkat kematian 90 persen. Ini adalah ketegangan yang kala ini menyebar lewat Guinea, Sierra Leone dan Liberia, dan seterusnya. Para ilmuwan mengatakan, tukar terbang bisa saja membawa virus Zaire Ebola ke kota-kota.

3. Hantavirus

Hantavirus menyatakan sebagian model virus. Namanya diambil alih berasal dari sungai area tentara Amerika pertama kali dikira terinfeksi Hantavirus, selama Perang Korea th. 1950. Gejalanya meliputi penyakit paru-paru, demam, dan gagal ginjal.

4. H5N1

Berbagai model flu burung secara teratur mengakibatkan kepanikan – yang bisa saja dapat dibenarkan karena tingkat kematian 70 persen. Tetapi sebetulnya risiko tertular virus H5N1 – keliru satu yang paling dikenal – memadai rendah. Anda cuma dapat terinfeksi lewat kontak langsung dengan unggas. Dikatakan ini menyatakan mengapa sebagian besar masalah muncul di Asia, di mana orang kerap tinggal dekat dengan ayam.

5. Lassa

Seorang perawat di Nigeria adalah orang pertama yang terinfeksi virus Lassa. Virus ditularkan oleh tikus. Kasus dapat bersifat endemik – yang berarti virus berlangsung di lokasi tertentu, layaknya di Afrika barat, dan dapat muncul kembali di sana kapan saja. Para ilmuwan beranggap bahwa 15 persen tikus di Afrika barat membawa virus.

6. Junin

Virus Junin dikaitkan dengan demam hemoragik Argentina. Orang yang terinfeksi virus ini menderita peradangan jaringan, sepsis, dan perdarahan kulit. Masalahnya adalah bahwa gejalanya terlihat terlalu umum supaya penyakit ini jarang terdeteksi atau diidentifikasi pada semisal pertama.

7. Krimea-Kongo

Virus demam Krimea-Kongo ditularkan lewat kutu. Ini serupa dengan virus Ebola dan Marburg didalam perkembangannya. Selama hari-hari pertama infeksi, penderita mengalami perdarahan seukuran pin di wajah, mulut, dan faring.

8. Machupo

Virus Machupo dikaitkan dengan demam berdarah Bolivia, termasuk dikenal sebagai tifus hitam. Infeksi mengakibatkan demam tinggi, disertai pendarahan hebat. Ini berkembang serupa dengan virus Junin. Virus dapat ditularkan berasal dari manusia ke manusia, dan tikus kerap membawanya.

9. Kyasanur Forest Virus

Para ilmuwan menemukan virus Kyasanur Forest Virus (KFD) di hutan di pantai barat energi India pada th. 1955. Virus ini ditularkan lewat kutu, tapi para ilmuwan menyatakan susah untuk menentukan pembawa mana pun. Diasumsikan bahwa tikus, burung, dan babi hutan dapat jadi inang. Orang yang terinfeksi virus ini menderita demam tinggi, sakit kepala yang kuat, dan nyeri otot yang dapat mengakibatkan pendarahan.

10. Dengue

Demam berdarah adalah ancaman konstan. Jika Anda berencana liburan di area tropis, dapatkan Info berkenaan demam berdarah. Ditularkan oleh nyamuk, demam berdarah menyerang antara 50 dan 100 juta orang per th. di target liburan kondang layaknya Thailand dan India. Tapi itu lebih berasal dari masalah bagi 2 miliar orang yang tinggal di area yang terancam oleh demam berdarah.

11. HIV

Virus ini adalah keliru satu yang paling mematikan di zaman modern.

Sejak pertama kali dikenali th. 1980-an, lebih berasal dari 35 juta orang meninggal karena terinfeksi virus ini. HIV menyerang proses kekebalan tubuh, dan melemahkan pertahanan pada infeksi dan sejumlah model kanker.

12. Corona

Coronavirus adalah virus yang umum ditemui pada banyak spesies hewan berbeda, termasuk unta dan kelelawar. Virus ini terlalu jarang sekali menginfeksi manusia selanjutnya menular di antara mereka. MERS dan SARS termasuk model coronavirus yang menjangkiti manusia.

Ketika MERS dan SARS menular ke manusia, diperkirakan berlangsung lewat percikan cairan pernapasan yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi. Ini ditandai berasal dari batuk atau bersin, serupa dengan penularan influenza dan patogen pernapasan lainnya yang menyebar.

Penyebaran MERS dan SARS antara manusia umumnya berlangsung kontak dekat. Wabah MERS dan SARS di era selanjutnya terlalu kompleks supaya membutuhkan respons kebugaran masyarakat yang komprehensif. Baik MERS dan SARS sudah diketahui mengakibatkan penyakit kronis pada manusia.

Kasus MERS dilaporkan pertama kali di Arab Saudi pada 2012 dan menyebar ke sebagian negara lain, termasuk Amerika Serikat. Kebanyakan orang yang terinfeksi MERS-CoV mengembangkan penyakit pernapasan yang parah, termasuk demam, batuk, dan sesak napas sesudah 14 hari bepergian berasal dari Arab Saudi atau negara-negara sekitarnya. Banyak berasal dari mereka meninggal dunia.

Sedangkan SARS pertama kali dilaporkan di Asia pada Februari 2003. Penyakit ini menyebar ke lebih berasal dari 20 negara di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Setelah th. 2004, belum ada masalah SARS yang diketahui dilaporkan di negara mana pun di dunia.

Kini Virus Corona paling baru ditemukan di Wuhan, China dengan nama 2019-nCOV. Ular weling dan kobra China diduga sebagai sumber asli dari Virus Corona yang baru ditemukan di Wuhan. Virus ini sudah mengakibatkan wabah penyakit pernapasan yang mematikan di Tiongkok pada musim dingin 2020. Tercatat sampai Minggu 26 Januari, 56 orang sudah tewas akibar virus ini di China.