11 Macam-macam Bencana Alam dan Penjelasannya

11 Macam-macam Bencana Alam dan Penjelasannya

11 Macam-macam Bencana Alam dan Penjelasannya

11 Macam-macam Bencana Alam dan Penjelasannya

Pada th. 2018, Indonesia mengalami berbagai bencana alam. Mulai dari gempa di Lombok, tsunami di Palu, banjir dan longsor di Sumatera, gunung meletus di beberapa wilayah serta tetap banyak yang lainnya. Munculnya macam-macam bencana alam ini merupakan hal yang lumrah karena, secara geografis Indonesia dilewati oleh cincin api Pasifik dan sabuk Alpide. Indonesia berdiri di atas pertemuan lempeng-lempeng tektonik.

Lempeng-lempeng itu tersedia diatas susunan cair, panas, dan plastis(astenosfer) yang mampu bergerak secara tidak beraturan. Pergerakan berikut terhitung mampu membuat tabrakan antara dua lempeng dan salah satu lempeng itu bakal menusuk bagian bawah lempeng yang lain agar menyebabkan gempa.

Daerah yang rawan gempa bumi tsunami serta rawan letusan gunung api berjalan di selama “Ring of Fire” terasa dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku. Akibat pergerakan lempeng ini membuat wilayah Indonesia nyaris tiap-tiap th. tetap terkena bencana gempa bumi. Adanya macam-macam bencana alam layaknya longsor, gunung meletus, banjir, tsunami menjadi penting untuk paham macam-macam bencana alam dan penjelasannya. Dengan paham macam-macam bencana alam anda mampu mengantisipasi bencana alam yang kemungkinan bakal berjalan di Indonesia.

11 Macam-macam Bencana Alam dan Penjelasannya LudoQQ Poker Galaxy

1. Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang berjalan di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Gempa bumi aceh pada 26 Desember 2004 yang memakan banyak korban jiwa. Gempa berkekuatan 9,1 hingga 9,3 Skala Richter dari dasar laut sebelah Barat Aceh, setelahnya diikuti bersama dengan tsunami yang memporak-pondakan Aceh dan sekitarnya.

2. Letusan gunung api

Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal bersama dengan istilah “erupsi”. Bahaya letusan gunung api mampu bersifat awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

Letusan Merapi 2010 adalah kronologis moment gunung berapi yang berjalan di Indonesia. Pada akhir September 2010 silam, Gunung Merapi di Yogyakarta terasa lakukan aktivitas seismik dan membuat letusan gunung berapi pada tanggal 26 Oktober 2010. Akibat letusan berikut minimal 353 orang tewas, terhitung Mbah Maridjan.

3. Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan (“tsu” berarti lautan, “nami” berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul sebab terdapatnya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

Tsunami yang berjalan pada bulan September ini menjadi bencana alam yang sangat mematikan yang menelan korban jiwa sebanyak 2.100 orang meninggal, dan ribuan bangunan sudah rusak apalagi hancur.

Pada tanggal 22 Desember 2018, berjalan moment tsunami yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda dan menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia.

4. Tanah longsor

Tanah longsor merupakan salah satu model gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau muncul lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng.

Pada tanggal 31 Desember 2018 lantas berjalan longsor di Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, yang berada di Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

5. Banjir

Banjir adalah moment atau situasi di mana terendamnya suatu daerah atau daratan sebab volume air yang meningkat.

Waduh, terkecuali banjir tentu sudah pada paham kan? DKI Jakarta merupakan salah satu kota yang menjadi langganan banjir nyaris tiap-tiap tahunnya.

6. Banjir bandang

Banjir bandang adalah banjir yang mampir secara tiba-tiba bersama dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada kronologis sungai.

Banjir bandang setinggi dua mtr. menerjang Desa Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada 9 Oktober 2018.

7. Kekeringan

Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah keperluan air untuk keperluan hidup, pertanian, aktivitas ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang berjalan di lahan pertanian yang tersedia tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang tengah dibudidayakan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 6 Agustus 2018, sejumlah kabupaten/kota di 8 provinsi mengalami kekeringan di Indonesia Yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB,Jawa Timur, DIY, Banten, NTT, Lampung.

8. Kebakaran hutan

Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu situasi di mana hutan dan lahan dilanda api, agar membuat kerusakan hutan dan lahan yang menyebabkan kerugian ekonomis dan atau nilai lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan seringkali membuat bencana asap yang mampu mengganggu aktivitas dan kesehatan penduduk sekitar.

Pada Januari 2018, tersedia kira-kira 5.776,46 hektare hutan dan lahan yang terbakar di semua Riau.

9. Angin puting beliung

Angin putting beliung adalah angin kencang yang mampir secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral bersama dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan bakal hilang dalam kala singkat (3-5 menit).

Pada 30 Desember 2018 sebanyak 165 tempat tinggal rusak akibat angin puting beliung yang menerjang Desa Panguragan Kulon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

10. Gelombang pakai atau badai

Gelombang pakai adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan sebab dampak terjadinya siklon tropis di kira-kira wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menyebabkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis namun keberadaan siklon tropis bakal memberikan dampak kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.

Badai tropis cempaka pernah berjalan pada th. 2017. Wilayah yang berpotensi terkena dampak badai tropis Cempaka adalah wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

11. Abrasi

Abrasi adalah sistem pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi kebanyakan disebut terhitung erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi mampu disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.

Semoga bermanfaat dan mampu menjadi referensi pengetahuan dalam paham apa macam-macam bencana alam yang sering melanda Indonesia.