10 Tips Memanfaatkan Sisa Makanan untuk Mengurangi Limbah

10 Tips Memanfaatkan Sisa Makanan untuk Mengurangi Limbah

10 Tips Memanfaatkan Sisa Makanan untuk Mengurangi Limbah

10 Tips Memanfaatkan Sisa Makanan untuk Mengurangi Limbah

Ketika memasak, kita biasanya lupa akan keharusan kita terhadap alam, lingkungan dan sesama penghuni dunia. Yaitu ditandai dengan menumpuknya sampah barang bekas.

Sebuah laporan oleh badan pangan PBB mengindikasikan bahwa nyaris 815 juta orang secara tertata tidur kelaparan. Dengan kondisi ini maka melemparkan makanan atau sisa-siWsa makanan tersebut usahakan tidak kita lakukanĀ  pesiarqq pokercc.

Untuk itu, sebagai berikut 10 tips mendaur ulang saldo makanan :

1. Manfaatkan saldo susu

Sangat umum untuk kita untuk melakukan pembelian lebih dari yang anda butuhkan. Sama halnya andai kita melakukan pembelian susu. Namun kita tidak dapat membiarkan susu kita menjadi mubazir. Padahal dengan susu, Anda dapat membuat pannacota, puding, dan sebagainya guna menghindari pemborosan.

2. Gunakan pulang daun teh sesudah disaring

Jangan melemparkan daun teh yang tersisa di ayakan sesudah menyaringnya. Daun teh ialah sumber nutrisi yang paling baik untuk tumbuhan Anda.

Mereka beraksi sebagai pupuk yang sempurna untuk tumbuhan pot. Simpan saja di bawah sinar matahari sekitar 2-3 hari, dan campur dengan tanah.

3. Panggang pisang yang terlampau matang

Jika tidak dikonsumsi cepat, pisang menjadi buruk dalam masa-masa singkat. Namun, mereka tidak mesti dibuang. Jika mereka menjadi terlalu empuk dan lembek dengan tambalan-tambalan yang gelap, tidak terdapat salahnya guna memanggangnya bareng roti. Mereka pun dapat dikonsumsi dengan smoothie. Ini menghemat duit dan menangkal pemborosan.

4. Gunakan pulang keripik lama Anda

Jika kita membuka keripik Anda tetapi sudah tidak krispi atau telah alot/tidak renyah lagi, kita tidak butuh membuangnya. Cukup masukkan keripik itu dalam microwave dengan daya sarat selama 10-15 detik, dan mereka bakal kembali baik guna dikonsumsi dalam masa-masa singkat.

5. Manfaatkan saldo roti dengan baik

Jika kita mempunyai roti tua dan kering yang tersisa, tidak boleh dibuang. Selama tidak kedaluwarsa atau pantas untuk dikonsumsi, mereka bisa dicincang, ditumis dengan bumbu untuk menciptakan crouton guna salad atau sup.

6. Jangan membuang dekorasi sayur atau tulang daging

Hiasan dan tulang sayur dapat ditabung dalam kantong stok dan ditabung dalam freezer untuk sejumlah waktu. Ketika tas telah penuh, Anda bisa dengan gampang mengubah dekorasi ini menjadi stok rumahan yang lezat dan membangunkan selera.

7. Gunakan pulang batang brokoli

Batang brokoli pun rasanya laksana brokoli. Mereka dapat ditabung untuk persediaan, dicincang guna sup, semur atau sebagai lauk.

Jika kita memadukan tangkai, kita tidak butuh mengupasnya. Jika kita memotongnya menjadi potongan-potongan, Anda mesti mengupasnya sebab bagian luar tangkai bisa menjadi keras dan berserat.

8. Gunakan bit hijau, lobak hijau, lobak hijau dan wortel

Sayuran hijau ini tidak boleh dilemparkan ke kompos atau di lokasi sampah. Sebaliknya, mereka mesti dimasukkan ke dalam masakan Anda. Karena mereka dapat pahit, Anda jangan memakannya mentah.

Tetapi mereka bekerja paling baik saat dimasak, atau saat dipasangkan dengan keasaman, garam dan tidak banyak rasa manis dalam resep pesto.

9. Gunakan freezer

Pembekuan ialah metode kuno guna menyimpan makanan. Jika kita mempunyai sisa makanan yang kita curigai tidak bakal dapat dimakan sebelum memburuk, Anda bisa memasukkannya ke dalam freezer. Hal yang sama berlaku untuk mayoritas bahan, sebab kebanyakan dari mereka pun membeku.

10. Masak bahan dengan usia simpan lebih pendek terlebih dahulu

Sayuran berdaun atau sayuran yang mempunyai kandungan air tinggi mempunyai umur simpan lebih pendek, jadi Anda mesti memasaknya lebih mula di minggu ini. Di sisi lain, sayuran keras laksana brokoli, wortel, dan kentang dapat bertahan lebih lama, sampai-sampai Anda dapat menyimpannya di akhir minggu.