10 Pekerjaan Ini Masuk Daftar Paling Berbahaya di Dunia

10 Pekerjaan Ini Masuk Daftar Paling Berbahaya di Dunia

Inilah barisan pekerjaan yang menantang maut dengan predikat paling riskan di dunia.

Demi mendapatkan pendapatan yang tinggi, sejumlah orang ternyata rela menantang mautnya sendiri.

Kematian dapat saja datang tiba-tiba dan merenggut nyawa mereka saat mengerjakan pekerjaan paling riskan ini. pesiarqq pokercc

Jika telah begitu gaji luar biasa yang dijanjikan tak bakal pernah dapat mereka nikmati.

Namun sebaliknya, bilamana mereka sukses melakukan pekerjaan riskan ini dengan baik maka gaji besar tersebut akan dinikmati seutuhnya.

Salah satu dari 10 kegiatan paling riskan di dunia ini ternyata terdapat di Indonesia.

Sayangnya, tak sebesar di negara lain, pekerjaan riskan di Indonesia ini melulu dihargai paling murah.

Penasaran laksana apa kegiatan paling riskan di dunia tergolong di Indonesia ini?

inilah 10 kegiatan paling riskan di dunia dan merenggut tidak sedikit nyawa.

1. Lineman

Lineman mempunyai penghasilan di bawah Rp 825.060.000 per tahun.

Dengan pekerjaan riskan yakni membetulkan kabel listrik bertegangan tinggi dalam cuaca buruk.

Terkadang mereka mesti bekerja dengan terpaan angin kencang dan dilempari hujan es.

Tingkat kematian seorang pekerja Lineman selama 21,5 kematian per 100 ribu pekerja.

Seorang Lineman dapat berhadapan dengan listrik bertegangan sampai 500 ribu volt.

2. Sherpa di Gunung Everest

Sherpa ialah orang-orang yang menerima duit dari pendaki.

Banyak pendaki yang mengandalkan mereka, namun kenyataannya tidak sedikit Sherpa yang mati di gunung.

Angka kematian guna Sherpa yang dapat dihitung dari tahun 2004-2014 ialah 4.053/100 ribu.

Tentu saja tidak terdapat 100 ribu Sherpa professional, sampai-sampai jumlahnya bertambah secara artifisial.

Tapi ini memberi cerminan tentang resiko kegiatan yang sebenarnya.

Meskipun begitu, semua Sherpa masih saja memungut resiko tersbeut.

Sherpa bisa menghasilkan Rp 92.026.500 per musim yaitu 10 kali lipat dari rata-rata orang nepal dalam setahun.

3. Tukang Las Bawah Laut

Pengelas di bawah laut adalahsalah satu profesi yang paling riskan di dunia.

Berdasarkan keterangan dari Interesting Engineering, tukang las di dalam air bekerja untuk membetulkan kapal, bendungan dan jaringan pipa.

Tukang las diwajibkan untuk menyelam lumayan dalam dengan memakai tabung selang.

Mereka tidak diserahkan alat komunikasi dan mempunyai resiko terjebak di dalam lokasi bertekanan tinggi.

Kabar baiknya ialah tukang las di bawah air ini dapat mendapatkan gaji yang lumayan besar.

4. Landmine Removers

ada diantara 50 dan 60 negara yang masih mempunyai ranjau yang terkubur di tanah yang berpotensi membunuh siapa saja yang melewatinya.

Beberapa pembersih ranjau darat dipekerjakan oleh organisasi kemanusiaan internasional, tetapi ada pula warga lokal yang hendak bergabung supaya mendapatkan uang.

Tapi perangkat peledak Improvisasi atau IED dari jenis yang dipakai di Irak jauh lebih susah untuk dijinakkan.

Pada tahun 2016, pembersih ranjau veteran yang mempunyai 30 tahun empiris harus terbunuh ketika sedang mengupayakan untukmenyingkirkan IED dari suatu ranjau yang bertempat di Daku, Irak.

5. White Helmets

White Helmets ialah angoota Organisasi Pertahanan Sipil Suriah.

Ketika bom memporak-porandakan semua bangunan dan menbuat semu orang melarikan diri dari bangunan runtuh, White Helmets malah malah menantang maut dengan mendekat bangunan tersebut.

Dengan harapan mengejar korban selamat.

Ada 3.000 White Helmets di Suiah pada bulan Januari 2017, 145 orang terbunuh saat bertugas.

Tingkat kematian 4.833/100 ribu orang, tidak banyak lebih tinggi dari tingkat kematian Sherpa di Mount Everest.

Tapi mereka terus melakukannya, bukan guna gaji 150 ribu Dollar Amerika Serikat sebulan tapi guna puluhan ribuan orang yang mereka selamatkan semenjak tahun 2012.

6. Nuclear Gypsy

Nuclear Gypsy ialah pekerja yang tidak memiliki kemampuan di Jepang.

Yang pada umumnya selesai pada petugas sangat kotor dan paling riskan di pembangkit listrik tenaga nuklir.

Mereka merekrut dari dari lokasi kerja keseharian dan seringkali tidak diberi tahu apa yang mereka lakukan.

pekerjaan seperti tersebut termasuk mencuci air radioaktif, memasukkan limbah nuklir ke dalam drum, atau mengunjungi tempat krisis nuklir baru-baru ini.

Mungkin tak terbayangkan seberapa tidak sedikit radiasi yang bakal diserap oleh tubuh pekerja nuklir.

Nuclear Gypsy menyumbang selama 96% dari total radiasi yang diserap pekerja nuklir di Jepang.

7. Snake Milker

Berdasarkan keterangan dari Business Insider, pengumpan ular ditunaikan untuk menghilangkan racun di taring ular yang hidup.

Kemudian, racun tersebut dipakai untuk menciptakan anti venom yang adalahsatu-satunya racun anti serum di dunia yang dapat menyelamatkan seseorang dari efek gigitan ular.

Kebanyakkan pengerah dapat ular memerlukan gelar Master atau PhD dalam Bilogi atau bidang bersangkutan.

Dan informasi gaji tidak dipublikasikan secara luas, sangat sedikit satu pemeras ular melakukannya secara cuma-cuma tanpa kredensial apapun.

Padahal resiko kegiatan ini lumayan besar, sejumlah yang bekerja dengan profesi ini diberitakan pernah tergigit ular.

8. Smokejumpers

Ternyata ada sejumlah petugas pemadam kebakaran yang mengerjakan pekerjaan lebih riskan daripada kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas pemadam kebakaran biasa.

Ia mempunyai nama Smokejumpers yang menggabungkan sensasi terjun payung dari pesawat terbang guna memadamkan api di padang belantara terpencil.

Dan pastinya tanpa kapal tengker air atau perlengkapan kebakaran berteknologi tinggi untuk menolong mereka menanggulangi kobaran api.

Smokejumpers pada dasarnya bekerja memakai parasut guna ditempatkan di wilayah yang tidak dapat dijangkau dengan jalan darat.

Sebelumnya Smokejumpers menemukan pelatihan dengan mendaki mesin yang dinamakan mutilator yang adalahsimulator parasut yantg dirancang untuk menciptakan orang jatuh ke tanah dari jarak 35 kaki dengan kecepatan berbeda.

9. Penambang Belerang

Seorang vulkanologi mempelajari gunung merapi dan seringkali memiliki tidak sedikit peralatan keselamatan yang menunjang.

Tapi penambang belerang gunung merapi seringkali tidak mempunyai peralatan keselamatan appaun, kecuali kain yang menutupi mulut dan hidung mereka sebab gas atau asap.

Dan ini terjadi di Indonesia, orang-orang yang menambang belerang di di kawah ijen, Jawa Timur barangkali akan bekerja dengan kaos oblong dan sejumlah keranjang batu belerang yang mereka panggul.

Mereka menambang belerang dan menguras berjam-jam dalam situasi berbahaya.

Menghirup asap beracun dari gunung berapi, sebab atasan mereka tidak menyerahkan masker gas.

Mereka ditunaikan dengan harga Rp 150 ribu rupiah per hari.

10. Bell-Mouth Spillway

Untuk kegiatan kali ini lumayan menantang adrenalin untuk pekerjanya.

Bagian ekspedisi diharuskan mengecek penyerapan bendungan ini.

Namun tidak tidak jarang kali mereka bekerja masing-masing hari, melulu ketika penyerapan air yang tidak deras.

Mereka melakukan pengiriman menelusuri Spillway sampai menuju pengasingan terakhir yang mengarah ke laut dan menulis serta melaporkan situasi dari pipa raksasa penyedot air ini.