10 Macam Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Diabetes

10 Macam Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Diabetes

10 Macam Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Diabetes

10 Macam Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Diabetes

LudoQQ Poker Galaxy – Penyakit diabetes merupakan salah satu gangguan penyakit kronis yang paling banyak diderita. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat setidaknya 442 juta orang menderita diabetes atau sekitar 8,5 persen dari populasi dunia.
Hingga kini tercatat 1,6 juta kematian dunia diakibatkan oleh penyakit diabetes. Sebagian besar pengidap diabetes berada pada negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Gaya hidup konsumtif dan minim aktivitas fisik ditengarai menjadi faktor prevalensi penderita diabetes pada setiap tahunnya. Penting untuk mengetahui apa saja pantangan makanan untuk penderita diabetes, berikut di antaranya:

1. Minuman dengan Campuran Pemanis
Minuman manis merupakan salah satu pilihan yang buruk bagi penderita diabetes. Jenis minuman seperti seperti soda kemasan dinilai berbahaya bagi tingkat kadar gula dalam tubuh. Healthline menyebut, dalam 1 kaleng kola mengandung sedikitnya 38,5 gram kandungan karbohidrat.

Segelas es teh manis juga tidak kalah tinggi kandungan gula, yaitu 45 gram karbohidrat. Minuman ini sarat dengan pemanis alami yang dapat memicu resistensi insulin, penelitian juga mengatakan bahwa mengkonsumsi minuman manis dapat meningkatkan risiko lainnya pengidap diabetes, seperti kerusakan hati.

2. Makanan Beku (Frozen Food)
Lemak trans atau biasa disebut lemak jahat buatan ini biasanya terdapat pada margarin, selai, krimer, dan makanan beku atau frozen food. Produsen makanan beku mencampur kandungan lemak trans pada makanan tersebut untuk memperpanjang masa simpan produk tersebut.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak trans tidak secara langsung meningkatkan gula darah, namun Healthline menyebut lemak trans dapat memicu peradangan dan resistensi insulin serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).

Sebagian negara maju telah melarang penggunaan lemak trans untuk pembuatan bahan makanan olahan, namun ini tidak menjamin seluruh makan yang berasal dari negara maju terbebas dari kandungan lemak tersebut. Beberapa penyedia bahan makanan olahan tidak menuliskan kandungan lemak trans apabila kandunganya di bawah 0,5 gram.

Bagi para penderita diabetes disarankan untuk menghindari jenis makanan tersebut agar terhindar dari naiknya kadar gula darah dalam tubuh.

3. Roti, Nasi, dan Pasta
Roti non-gandum, nasi, dan pasta adalah makanan berkarbohidrat tinggi. Jenis makanan ini terbukti meningkatkan kadar gula darah. Hal tersebut tidak baik untuk penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2.

Dalam sebuah penelitian, pasta bebas gluten tidak menjamin makanan tersebut bebas dari gula. Studi lain juga mengungkap bahwa makanan berkarbohidrat tinggi tidak hanya meningkatkan gula darah, namun dapat menurunkan fungsi otak pada penderita diabetes tipe 2.

Pengidap diabetes disarankan untuk tidak mengkonsumsi roti, nasi dan pasta. Mereka dapat mengganti ketiga makanan tersebut dengan makanan yang berserat tinggi, untuk memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah.

4. Sereal Manis
Mengkonsumsi makanan sereal ketika sarapan dapat berdampak buruk bagi penderita diabetes. Meski produk sereal kerap memiliki slogan “sehat”, Healthline menyebut hal ini bukan pilihan yang baik untuk penderita diabetes.

Untuk mengatasi lapar namun tetap menjaga kandungan gula darah dalam tubuh, sebaiknya penderita diabetes mengkonsumsi makanan yang rendah karbohidrat dan kaya akan protein. Sereal merupakan salah satu pantangan makanan untuk penderita diabetes.

5. Yoghurt dengan Rasa Buah
Yoghurt banyak macamnya, namun yoghurt dengan rasa buah bukan pilihan baik untuk penyandang diabetes. Yoghurt yang memiliki rasa biasanya terbuat dari susu rendah lemak dan serat, dicampur dengan kandungan karbohidrat dan gula. Hal ini dapat meningkatkan gula darah dan insulin dalam tubuh.

Penderita diabetes disarankan untuk mengkonsumsi yoghurt tanpa gula dan perasa. Selain untuk menghindari resistensi gula, hal ini juga bermanfaat untuk mengendalikan berat badan dan menjaga kesehatan usus.

6. Perasa Kopi Buatan
Meminum kopi biasanya dikaitkan dengan kesehatan, termasuk penurunan risiko diabetes. Namun beda halnya apabila yang dikonsumsi bukanlah kopi asli, melainkan perasa kopi.

Perasa kopi merupakan campuran minuman, yang dibuat persis sama seperti aroma dan rasa dari kopi. Penelitian menyebut bahwa mengonsumsi minuman berperisa kopi memiliki banyak kandungan karbohidrat.

Misalnya pada 473 mL Frappuccino Caramel dari sebuah gerai kopi, mengandung 57 gram karbohidrat, dan Blonde Vanilla Latte mengandung 30 gram karbohidrat.

Untuk menjaga gula darah terkendali dan mencegah penambahan berat badan, disarankan untuk memilih kopi tubruk, atau kopi espresso tanpa gula. Hal ini baik dapat mengontrol kondisi gula dalam tubuh.

7. Dried Fruit
Buah merupakan sumber dari beberapa vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C. Namun ketika buah dikeringkan, proses ini membuat kandungan air dalam buah lebih sedikit dan membuat konsentrasi nutrisi lebih tinggi. Tidak hanya itu, kandungan gula dalam buah kering menjadi lebih pekat.

Seperti pada anggur, kandungan pada satu cangkir adalah 27,3 gram karbohidrat. Namun apabila dikeringkan menjadi kismis, mengandung 115 gram karbohidrat. Jelas perbandingan ini jauh dengan kandungan buah yang tidak dikeringkan.

Bagi penderita diabetes, disarankan untuk mengonsumsi buah yang memiliki kandungan rendah gula seperti apel, dan stroberi segar. Selain sehat, mengkonsumsi buah rendah gula juga dapat menjaga kandungan gula darah tetap normal.

8. Makanan Ringan Kemasan
Makanan ringan kemasan bukanlah cemilan yang baik dikonsumsi untuk penyandang diabetes. Makanan ini memiliki komposisi tepung yang banyak dan minim nutrisi, seperti biskuit dan wafer kemasan. Meski terdapat karbohidrat yang mudah dicerna, sebagian makanan ringan kemasan dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.

Jika merasa lapar di sela waktu makan, disarankan untuk mengkonsumsi kacang-kacangan atau sayuran yang rendah karbohidrat.

9. Jus Buah
Beberapa orang menganggap jus buah sebagai minuman sehat, padahal kandungan gula pada jus buah tanpa pemanis hampir sama dengan minuman soda.

Seperti 250 ML soda memiliki 22 gram gula, dan pada 250 ML jus apel memiliki 24 gram gula. Hal ini membuktikan bahwa kandungan gula dengan jus buah setara dengan soda.

Mengkonsumsi air dengan irisan lemon (Infuse Water) dapat menjadi alternatif untuk mengalihkan konsumsi jus buah. Karena kandungan dalam infus water ini hanya kurang dari 1 gram karbohidrat, dan hampir bebas kalori.

10. Kentang Goreng
Kentang goreng memiliki karbohidrat yang relatif tinggi. Healthline melakukan penghitungan kentang berukuran sedang sebelum digoreng, dan hasilnya kentang tersebut mengandung 11,8 gram karbohidrat.

Beda halnya ketika kentang dikupas dan digoreng menggunakan minyak sayur. Kentang goreng menghasilkan 36,5 gram karbohidrat. Makanan yang digoreng menggunakan minyak sayur terbukti menghasilkan senyawa buruk dalam jumlah tinggi.

Sejumlah penelitian menyebut konsumsi kentang goreng dan makanan digoreng lainnya memiliki risiko penyakit jantung dan kanker.